Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Full Cerita Pak Kasim dan Ular

Pak Kasim dan isterinya tinggal di tepi hutan. Mereka berdua saja karena tidak mempunyai anak. Tiap hari pak Kasim mencari kayu bakar di hutan untuk dijual atau ditukar dengan barang kebutuhan lainnya.

Suatu siang, pak Kasim yang sudah mengumpulkan kayu sejak pagi, beristirahat di bawah pohon yang rindang. Tiba-tiba terdengar suara, �Tolong! Tolong keluarkan aku.�

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Pak Kasim mencari asal suara itu dan melihat sebatang pohon yang tumbang menutupi sebuah lubang besar. Pak Kasim mengintip ke dalam lubang dan melihat seekor ular besar berusaha mendorong pohon tumbang itu.

Pak Kasim takut dan bermaksud pergi saja dari situ. Tapi ular itu memanggilnya, �Jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu.�

Pak Kasim ragu-ragu. Tapi ular itu berbicara lagi. �Tolong pindahkan pohon ini agar aku bisa ke luar. Aku akan mamberikan apa saja yang kauminta.�

Pak Kasim mendorong batang pohon sehingga ular itu bisa ke luar dari lubang.

�Sekarang katakan apa yang kau inginkan.� kata ular.

�Aku orang miskin,� kata pak Kasim. �Aku ingin menjadi kaya.�

�Baiklah,� jawab ular. �Pulanglah.�

Pak Kasim pulang dan rumahnya yang reyot sudah menjadi gedung yang megah. Bahkan isterinya mengenakan pakaian dan perhiasan yang indah. Di meja makan sudah tersedia makanan yang lezat. Sekarang Pak dan Bu Kasim menikmati hidup sebagai orang kaya, bahkan tanpa harus bekerja.

Tak lama kemudian, para tetangga mulai membicarakan pasangan yang mendadak menjadi kaya raya itu.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Bu Kasim merasa tidak enak. �Pak,� katanya kepada suaminya. �Para tetangga membicarakan kita. Katanya kira merampok sehingga menjadi kaya.�

�Biarkan saja, bu.� Kata Pak Kasim. �Mereka hanya iri.�

Beberapa hari kemudian, Bu Kasim berkata, �Kita memang kaya dan hidup enak, tapi aku tidak suka karena orang-orang justeru mengejek kita.�

�Pergilah menemui ular itu lagi, pak. Mintalah agar mereka menghormati kita.�

Pak Kasim pergi ke lubang ular itu dan menceritakan apa yang terjadi.

�Baiklah,� kata ular. �Pulanglah. Kau sudah menjadi raja sekarang. Tapi ingat, kau harus menjadi raja yang adil dan bijaksana.�

Pak Kasim pulang. Baru saja ia masuk ke rumah, ada orang mengetuk pintunya. Ternyata beberapa pengawal berdiri di depan rumahnya. Mereka menceritakan bahwa raja telah turun tahta dan menjadi pertapa. Sekarang mereka ingin pak Kasim menjadi raja.

Pak Kasim dibawa ke istana dan dinobatkan menjadi raja. Bu Kasim menjadi permaisuri. Semua orang menghormati mereka dan melakukan semua perintah mereka.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Pada suatu hari, permaisuri ingin memakai gaun kesayangannya. Tapi baju itu belum kering setelah dicuci. Permaisuri kesal.

Esok harinya, matahari bersinar terik sekali. Permaisuri kepanasan. Ia pergi ke kolam di istana bersama beberapa pelayan. Tapi sinar matahari membuat kulitnya terbakar.

Permaisuri menemui raja. �Pak, biar pun kita raja dan ratu, tapi kita hanya dihormati oleh manusia. Pergilah ke ular itu dan mintalah agar matahari mematuhi kita.�

Raja pergi ke hutan menemui ular dan mengutarakan keinginannya. Ular menjadi marah.
�Pulanglah, pak Kasim,� kata ular. �Aku tak dapat menuruti keinginanmu. Kau terlalu serakah dan mementingkan diri sendiri.�
Pak Kasim pun pulanglah ke istana. Ia merasa lega. Setidaknya ia masih menjadi raja.

Tapi esok harinya, raja yang asli kembali dari pertapaan. Pak Kasim dan isterinya dipersilakan kembali ke rumah mereka. Bu Kasim tidak puas, tapi tidak dapat berbuat apa-apa.
Ketika mereka tiba di depan rumah, gedung megah mereka sudah tidak ada lagi. Di sana hanya ada rumah tua mereka yang sudah reyot.

***

Jika Anda menyukai Cerita Pak Kasim dan Ular, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Kisah Bangau dan Kepiting

Seekor bangau hidup di dekat sebuah danau. Ia sudah mulai tua sehingga tidak kuat lagi mencari ikan. Ia memutuskan untuk menggunakan akalnya untuk mendapatkan makanan.

Ia pun berjalan-jalan di tepi danau dan sengaja menghela napas keras-keras. Seekor kepiting sedang melintas. Melihat bangau yang tampak sedih itu, ia menyapa, �Hai bangau, mengapa kau begitu sedih?�

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
�Tak lama lagi aku akan mati kelaparan,� kata bangau.

�Kemarin aku kebetulan mendengar dua nelayan menjala di danau ini. Salah satu mengatakan bahwa di danau ini banyak ikan dan mengajak temannya menjala di sini. Tetapi temannya berkata danau di sebelah sana lebih banyak ikannya. Jadi mereka akan pergi ke danau itu baru kemudian kembali kemari bila ikan di danau sana sudah habis.�

�Kau tahu, aku akan mati bila tak ada ikan lagi di sini,� lanjut bangau dengan suara sedih.

Kepiting mendengarkan dengan seksama. Kemudian ia menyelam dan memberitahukan berita buruk itu kepada semua ikan.

Dalam sekejab semua ikan berkumpul di dekat bangau. Seekor ikan berkata, �Bangau, kepiting sudah memberitahu kami. Sama seperti dirimu, kami juga dalam bahaya besar. Kau memang musuh kami, tetapi kami percaya kau dapat menolong kami.�

Bangau berpura-pura berpikir, lalu berkata, �Aku sudah tua, apa yang bisa kulakukan untuk kalian. Aku tidak dapat menghalangi kedua nelayan itu.�

Ikan-ikan bercakap-cakap dengan suara berisik. Mereka juga terus membujuk bangau agar mau menolong mereka.

�Bangau,� kata seekor ikan. �Kau memang tidak dapat melawan nelayan, tetapi kau kan bisa memindahkan kami.�

Bangau masih memasang paras muka sedih. Ia pura-pura berpikir. Lalu ia berkata, �Aku pernah melihat sebuah danau di atas bukit. Airnya sangat jernih. Tampaknya banyak makanan untu kalian di sana. Nelayan tak mungkin dapat menemukan danau itu karena letaknya tersembunyi.�

Ikan-ikan sangat gembira. Tetapi mereka bingung melihat bangau sedih lagi.

�Kau seharusnya senang karena dapat menyelamatkan kami. Dengan begitu kau juga tidak akan kehabisan makanan.�

�Kalian kan tahu aku sudah tua. Bagaimana aku dapat membawa kalian semua?�

Ikan-ikan berunding. Akhirnya mereka mengambil keputusan.

�Kau dapat memindahkan kami sedikit-sedikit setiap hari,� kata seekor ikan tua. �Nelayan itu baru akan kembali beberapa minggu lagi. Kau dapat menyelamatkan kami.�

Bangau terlihat gembira seolah karena berhasil menemukan cara menolong ikan-ikan di danau.

�Baiklah, kita berangkat sekarang juga. Siapa siap pergi?�

Ikan-ikan berunding lagi. Akhirnya mereka sepakat bangau akan membawa tiga atau empat ikan setiap hari.

Bangau membuka paruhnya di atas permukaan air dan tiga ikan besar melompat masuk ke dalamnya. Bangau segera terbang membawa mereka. Setelah agak jauh, bangau turun ke darat dan memakan ikan-ikan itu.

Demikianlah, setiap hari bangau mendapatkan banyak makanan tanpa harus susah payah mencari ikan.

Beberapa hari berlalu, tibalah giliran kepiting untuk dipindahkan. Bangau yang menganggap kepiting sebagai musuhnya sangat gembira karena akhirnya kepiting masuk dalam perangkapnya.

�Aku tak dapat membawamu dalam paruhku. Jepitlah leherku dengan capitmu.�
Kepiting menjepit leher bangau. Berangkatlah mereka.

Ketika mereka mendekati tempat bangau biasanya makan, mata kepiting silau. Ada sesuatu di tanah yang memantulkan cahaya matahari. Kepiting penasaran, apa yang begitu menyilaukan? Setelah lebih dekat ia melihat bahwa benda putih yang memantulkan cahaya itu adalah setumpuk tulang ikan.

Sadarlah kepiting bahwa bangau telah memperdaya mereka.

Kepiting langsung memperketat jepitan capitnya di leher bangau. Bangau tidak dapat bernapas. Ia pun jatuh ke tanah dan mati.

***

Jika Anda menyukai Cerita Kisah Bangau dan Kepiting, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Kancil yang Cerdik dan Buaya Bodoh

Pada suatu hari, kancil sedang minum di tepi sungai, ketika seekor buaya menggigit kakinya. Beberapa buaya lain juga berenang mendekat. Kancil tahu ia harus segera menemukan akal untuk menyelamatkan diri.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
�Halo bapak buaya,� kata kancil sambil menyembunyikan suaranya yang gemetar. �Kebetulan kita bertemu di sini, jadi aku tidak perlu memanggil kalian.�

Para buaya bingung, mengapa kancil ingin bertemu dengan mereka? Buaya yang menggigit kaki kancil bahkan sudah melepaskan gigitannya. Kancil bisa saja melarikan diri, namun ia tahu buaya dapat bergerak dengan sangat cepat. Ia pasti tertangkap lagi.

�Begini, bapak ibu,� lanjut kancil. �Aku diperintah oleh Baginda Raja untuk menghitung jumlah penduduk hutan ini. Berapa jumlah semua buaya di sungai ini?�

Para buaya saling berpandang-pandangan. Mereka tidak tahu berapa jumlah buaya yang ada di sana.

Kancil menunggu sejenak.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
�Kalian tidak tahu?�

Para buaya menggeleng.

�Baiklah.� kata kancil. �Panggil semua buaya kemari.�

Semua buaya dipanggil. Kancil pun mulai menghitung buaya sambil menunjuk-nunjuk. Ia tampak kesulitan menghitung.

�Lebih baik kalian berjajar dari sini ke seberang sana. Aku akan lebih mudah menghitung kalian.�

Para buaya sibuk berjajar. Kancil kemudian menghitung mereka dengan melompat-lompat dari punggung buaya yang satu ke yang lain.

�Satu... dua... tiga... sembilan belas... tiga puluh satu... enam puluh... enam puluh satu, dan terakhir, enam puluh dua!� kata kancil sambil melompat ke seberang sungai.

Namun kancil kelihatan bingung. Ia bergumam keras-keras, �Berapa ya tadi? Enam puluh dua atau enam puluh tiga?�

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Para buaya mulai beranjak dari barisannya.

�Eh,� kata kancil. �Jangan bubar dulu. Lebih baik kuhitung sekali lagi.�
Kancil pun kembali melompat-lompat menghitung buaya kembali ke tepi sungai tempat tadi ia minum.

�Lima puluh sembilan... enam puluh... enam puluh satu... enam puluh dua!�

�Ternyata benar jumlahnya enam puluh dua. Sekarang aku harus melapor kepada Baginda. Terima kasih ya!�

Ia pun lari ke dalam hutan. Karena akalnya yang cerdik, kancil sekali lagi lolos dari bahaya.

***

Jika Anda menyukai Cerita Kancil yang Cerdik dan Buaya Bodoh, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Rabu, 21 Oktober 2015

Full Cerita Gadis Landak

Dahulu kala, hidup sepasang suami isteri di sebuah rumah kecil. Adik lelaki sang suami juga tinggal bersama mereka.

Pada suatu hari sang isteri berkata, �Adikmu sudah dewasa. Sudah waktunya menikah. Berikan saja setengah harta kita dan suruh dia mencari tempat tinggal sendiri.� Suaminya tidak tega menyuruh adiknya pergi, tapi isterinya mendesaknya terus. Akhirnya ia setuju.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Landak
Esok harinya , ia menyuruh adiknya memakai pakaian baru lalu mengajaknya berjalan-jalan.
Mereka berjalan mendaki bukit dan ketika tiba di hutan, sang kakak memberikan sejumlah uang dan mengatakan bahwa sudah waktunya sang adik memulai hidup sendiri. Walaupun sedih, sang kakak menyuruh adiknya pergi dan ia sendiri pulang ke rumahnya.

Sang adik terus berjalan walaupun ia tidak punya tujuan. Malam tiba. Ia melihat sebuah gubuk. Ia meminta ijin kepada pemburu pemilik gubuk itu untuk tinggal semalam.

Malam itu, pemuda itu melihat seekor landak terikat pada tiang. Landak itu terus memandanginya.

�Tuan,� katanya kepada pemburu, �Mengapa kau mengikat landak itu di tiang?�

�Aku akan mengambil kulitnya dan memakan dagingnya.�

�Tapi tuan, lihatlah, landak itu sedih sekali. Tolong lepaskan dia.�

�Aku lelah sekali berburu hari ini, dan hanya landak itu yang kudapat. Tidak, aku tak mau melepaskannya.�

�Kalau begitu, biarlah aku membelinya!� kata pemuda itu sambil menunjukkan uang pemberian kakaknya.

Pemburu menjual landak itu kepada pemuda itu. Pemuda itu membawa landak pergi. Setelah cukup jauh dari gubuk pemburu, ia melepaskan tali pengikat landak dan berkata. �Pergilah jauh-jauh. Kalau kau tertangkap lagi, belum tentu ada yang menolongmu.�

Landak itu memandangi sang pemuda lama sekali. Lalu ia pergi ke semak-semak dan menghilang.

Tiba-tiba terdengar suara gemerisik dan ilalang di dekatnya bergerak-gerak. Alangkah terkejutnya pemuda itu, seorang gadis muda muncul. Gadis itu cantik sekali. Ia membawa sehelai selimut tebal.

�Tuan,� kata gadis itu, �Kau tentu kedinginan.� Ia memberikan selimut yang dibawanya kepada pemuda itu.

�Terima kasih, Nona. Kau baik sekali,� kata pemuda.

�Apakah kau tidak punya rumah?� tanya gadis itu.

�Tentu saja aku punya rumah.�

�Lalu mengapa kau ada di sini?�

Pemuda itu menceritakan perpisahannya dengan kakaknya.

�Apakah kau tidak rindu kepada rumahmu?� tanya gadis itu.

"Aku rindu kepada kakakku, tapi aku tidak berani kembali ke rumah."

�Jangan kuatir, aku akan membawamu ke rumahmu sendiri. Tapi kau harus menikahiku dulu.�

Walaupun agak bingung, pemuda itu setuju. Malam itu mereka mengucapkan sumpah pernikahan dan menjadi pasangan suami isteri.

Esoknya, pagi-pagi sekali, wanita muda itu berkata, �Tutuplah punggungku dengan selimut itu. Lalu naiklah ke punggungku. Berpeganganlah erat-erat dan tutup matamu sampai aku menyuruhmu membukanya.�

Suaminya mengikuti semua perkataan sang isteri. Dan pemuda itu merasa ia sedang terbang. Angin bertiup kencang di telinganya. Tapi dengan patuh ia tetap menutup kedua matanya.

Akhirnya, ia mendengar isterinya berkata, �Sekarang kau boleh membuka matamu.� Pemuda itu membuka matanya dan melihat mereka berada di tepi desanya sendiri.

�Suamiku,� kata sang isteri, �Jangan kembali ke rumah kakakmu dulu, ayo kita mencari tempat tinggal kita sendiri.�

Pemuda itu mengajak isterinya ke sebuah kedai. Ia mengenal pemilik kedai itu. Ia mengenalkan isterinya kepada pemilik kedai dan mereka bercakap-cakap.

�Paman,� kata wanita muda itu, �Kami ingin menetap di desa ini. Dapatkah paman mencarikan sebidang tanah yang akan dijual?�

�Baiklah, aku akan mencarikan tanah yang baik untukmu,� kata paman.

Esok harinya, paman menunjukkan sebidang tanah yang akan dijual, tapi pemiliknya memasang harga yang sangat tinggi. �Kalau kalian sabar, aku akan mencarikan tanah yang lain,� kata paman.

Tapi wanita muda itu berkata, �Tidak usah, paman. Kami punya cukup uang untuk membeli tanah itu.� Wanita itu mengeluarkan uang dan meminta suaminya membeli tanah itu.

Malam itu suami isteri itu melihat tanah yang baru mereka beli. Sang isteri mencabut jepit rambutnya dan membuat gambar rumah di tanah. Ketika ia menarik kembali jepit rambutnya, terdengar suara gemuruh dan bumi bergetar. Sekarang di depan mereka berdiri sebuah rumah besar yang indah dan megah.

�Ini rumah kita,� kata sang isteri, � Ayo kita masuk.�

Rumah itu sudah lengkap dengan perabotan yang indah. Di belakang rumah ada gudang besar yang penuh bahan makanan . Di sampingnya berdiri sebuah kandang berisi belasan kuda. Mereka tinggal di sana dengan tenang dan bahagia.

Tiga tahun berlalu. Pada suatu hari, sang isteri berkata kepada suaminya. �Kita sudah lama menikah, tapi kita tidak dikaruniai anak. Kurasa kau harus mengambil seorang isteri lagi.�

Suaminya tidak setuju. �Aku bahagia hidup denganmu, walaupun kita tidak punya anak.�

�Kau tidak mengerti,� kata isterinya. �Aku tak akan lama hidup bersamamu.�

Wanita itu kemudian menjelaskan bahwa ia adalah landak yang dulu diselamatkan pemuda itu dari pemburu. Ia mengubah dirinya menjadi manusia untuk membalas budi. Ia mendesak suaminya untuk mencari calon isteri.

Pemuda itu pergi mencari calon isteri yang baik. Ia telah bertemu banyak sekali gadis namun tak ada yang menurutnya sebaik gadis landak, isterinya.

Pada suatu hari ia melihat seorang gadis yang menarik hatinya. Pemuda itu menemui ayah sang gadis untuk melamar. Ayah gadis itu seorang pedagang kaya. Ia setuju anak gadisnya dipersunting sang pemuda, dengan satu syarat. Ia minta pemuda membawa tujuh kereta penuh uang perak.

Pemuda itu kembali ke rumahnya dan menceritakan perjalanannya hingga menemukan seorang gadis. Ia menjelaskan syarat yang diminta ayah gadis itu. �Hanya itu syaratnya?� tanya gadis landak.

Esok harinya gadis landak meminta suaminya pergi ke rumah calon isteri barunya. Di halaman rumah sudah menunggu tujuh kereta lengkap dengan kuda dan kusir.

Setelah menikah dengan puteri pedagang, pemuda itu membawa isteri barunya pulang. Mereka disambut hangat oleh gadis landak.

Esok harinya, gadis landak sudah tidak ada. Pemuda itu tidak pernah lagi melihat isteri pertamanya.

Setahun kemudian, isteri keduanya melahirkan sepasang anak kembar seperti yang diinginkan gadis landak.

***

Jika Anda menyukai Cerita Gadis Landak, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Monyet dan Kacang Polong

Dahulu kala, seorang raja memerintah sebuah kerajaan yang besar. Sang raja suka sekali bepergian. Ia tidak suka mengunjungi negaranya sendiri, tapi lebih suka pergi ke negara lain. 

Pada suatu hari sang raja membawa pasukan tentara berlibur di sebuah negara yang jauh.
Raja berjalan-jalan di hutan sepanjang pagi. Kemudian ia dan tentaranya beristirahat di kemah. Kuda-kuda mereka juga perlu melepas lelah. Mereka diberi makan kacang polong. 

Monyet dan Kacang Polong
Seekor monyet yang tinggal di hutan itu mengawasi rombongan itu dari kejauhan. Ketika ia melihat kacang polong yang diberikan kepada kuda, segera ia turun dari pohon dan mengisi mulut dan tangannya dengan kacang polong banyak-banyak. Lalu ia naik lagi ke pohon dan makan.

Tiba-tiba, sebutir kacang terlepas dari tangan monyet dan jatuh ke tanah. Monyet yang serakah itu langsung melemparkan semua kacang dalam genggamannya dan turun dari pohon untuk mencari kacang yang jatuh itu. 

Monyet dan Kacang Polong
Kacang itu tidak ditemukannya. Monyet memanjat pohon lagi dan baru menyadari ia kehilangan semua kacangnya. Dengan sedih, ia berkata pada dirinya sendiri, �Demi sebutir kacang, aku membuang semua kacangku.�

Raja diam-diam memperhatikan tingkah laku monyet itu. �Aku tidak mau seperti monyet itu. Ia kehilangan banyak sekali demi keuntungan kecil. Aku akan kembali ke negeriku dan menikmati apa yang sudah kumiliki.�
Raja kemudian mengajak tentaranya pulang ke negaranya sendiri.

Moral: Hargai apa yang kamu miliki

***

Jika Anda menyukai Cerita Monyet dan Kacang Polong, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Asal Usul Barongsai

Pada masa pemerintahan Kaisar Huang Ti yang juga dikenal sebagaiKaisar Kuning di Cina, muncul seekor hewan buas yang disebut Nien. Nien membunuh banyak manusia dan hewan. Tak ada yang dapat membunuh Nien.

Asal Usul Barongsai
Manusia kemudian meminta bantuan kepada singa. Singa menyerang Nien. Walaupun tidak dapat membunuh Nien, singa melukainya. Nien melarikan diri.

Namun, ketika singa tidak ada, Nien menyerang lagi. Manusia pun mancari cara agar Nien tida menyerang lagi. Dibuatlah tiruan singa dari bahan bambu,kertas dan kain. Di dalamnya ada dua orang. Yang seorang memainkan kepala singa dan seorang lagi menggerakkan bagian belakang tubuh singa. Diiringi musik yang gegap gempita, tiruan singa itu dimainkan ketika Nien menyerang. Ternyata Nien lari ketika bertemu dengan tiruan singa yang sekarang kita sebut Barongsai itu.

Barongsai berhasil mengusir Nien yang buas. Bertahun-tahun kemudian, Nien sudah tidak pernah terlihat lagi. Barongsai kemudian dimainkan tiap tahun pada perayaan Tahun Baru Cina dan berbagai perayaan lain.


***

Jika Anda menyukai Cerita Asal Usul Barongsai, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Legenda Kepiting Pantai

Dahulu kala, di Vietnam hiduplah seorang pemburu muda bernama D� Tr�ng. Tiap hari ia pergi ke hutan membawa busur dan anak panah untuk berburu. Ia selalu melewati sarang sepasang ular belang. Mulanya D� Tr�ng takut kepada ular itu, tapi karena mereka tidak pernah mengganggunya, lama-lama ia terbiasa dengan ular-ular itu. Ia bahkan suka mengamati gerakan ular dan sisik-sisik mereka yang indah.

Legenda Kepiting Pantai
Pada suatu hari, D� Tr�ng melihat kedua ular belang itu berkelahi dengan seekor ular berbisa yang besar. D� Tr�ng segera mengambil busur. Anak panahnya mengenai leher ular berbisa yang kemudian melarikan diri. Seekor ular belang mengejarnya, sementara pasangannya sudah mati. D� Tr�ng menguburkan ular yang mati itu.

Malam harinya, D� Tr�ng bermimpi ular belang datang kepadanya. Ular itu berterima kasih karena D� Tr�ng telah menolongnya dan menguburkan pasangannya. Sebagai tanda terima kasih ia memberikan sebutir mutiara. �Letakkan mutiara ini di bawah lidahmu. Kau akan memahami bahasa binatang,� kata ular.

Esok harinya ketika D� Tr�ng bangun, ia menemukan mutiara yang indah di dekat bantalnya. Ketika pergi berburu, D� Tr�ng memanah seekor rusa. Panahnya meleset. Seekor burung gagak berkaok-kaok ribut di dahan pohon. D� Tr�ng meletakkan mutiara di bawah lidahnya. Seketika ia mendengar gagak itu berbicara kepadanya.

�Ke sana! Rusa itu lari ke timur!� kata gagak. �Ayo kejar!�

D� Tr�ng mengejar rusa bersama gagak. Ia berhasil menangkap rusa itu. D� Tr�ng membersihkan daging rusa dan memberikan sebagian kepada gagak. Sejak itu gagak selalu menemani D� Tr�ng berburu.Tiap hari D� Tr�ng selalu mendapat hewan buruan berkat bantuan gagak. D� Tr�ng tidak pernah lupa meninggalkan sebagian hasil buruannya untuk gagak.

Pada suatu hari, D� Tr�ng menangkap seekor kijang. Ketika ia selesai membersihkan kijang, ia tidak melihat gagak. D� Tr�ng tidak menunggu gagak kembali. Ia meninggalkan daging untuk gagak di bawah pohon dan langsung pulang.

Tak lama kemudian gagak datang ke rumah D� Tr�ng dan meminta bagiannya. Rupanya daging yang disisihkan D� Tr�ng diambil oleh hewan lain. Gagak marah karena mengira D� Tr�ng tidak memberinya daging kijang. D� Tr�ng juga marah karena tuduhan gagak. Ia memanah gagak, tapi tidak kena. Gagak terbang berputar-putar sambil berteriak-teriak. Lalu ia mengambil anak panah D� Tr�ng dan terbang pergi.

Beberapa hari kemudian D� Tr�ng ditangkap. Anak panah dengan tulisan namanya ditemukan pada mayat yang tenggelam di sungai. Walaupun D� Tr�ng mengatakan ia tidak membunuh orang itu, tapi karena bukti anak panah itu, ia dinyatakan bersalah dan dipenjarakan.

Pada suatu hari, D� Tr�ng melihat semut banyak sekali berbaris di dinding penjara. Semut-semut itu berjalan cepat-cepat membawa makanan dan telur mereka. D� Tr�ng bertanya kepada semut mengapa tergesa-gesa. �Kami mengungsi,� kata semut. �Ada banjir besar tak lama lagi.� D� Tr�ng memberitahukan berita itu kepada penjaga. Penjaga itu memberi tahu kepala penjara yang segera melapor kepada raja.

Raja merasa berita itu aneh, tapi ia segera memerintahkan untuk menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan bila banjir benar-benar datang. Ia juga meminta rakyatnya bersiap-siap, bahkan mengungsi. Tiga hari kemudian, terjadi banjir besar. Karena peringatan D� Tr�ng, seluruh negeri selamat. Raja memanggil D� Tr�ng. Ia dibebaskan dari penjara dan diangkat menjadi penasehat raja.

Pada suatu hari D� Tr�ng mendengar burung-burung mengatakan bahwa tentara negara tetangga akan untuk menyerang mereka. D� Tr�ng segera melapor kepada raja. Raja segera mempersiapkan pasukan untuk menahan serangan.Tentara negara tetangga berhasil dihalau. Sekali lagi D� Tr�ng berjasa menyelamatkan negara.

Pada suatu hari raja mengajak D� Tr�ng pergi berlayar. D� Tr�ng mendengar suara aneh. Seekor cumi-cumi berenang di samping perahu sambil menyanyi penuh semangat. D� Tr�ng mendengarkan lagu cumi-cumi yang lucu. Ia pun tertawa terbahak-bahak hingga mutiara di mulutnya melompat ke luar dan tenggelam di laut.

D� Tr�ng segera memberitahu sang raja bahwa mutiaranya yang sangat berharga jatuh di laut. Raja segera memerintahkan semua orang mencari mutiara itu. Semua tentara dan pelayan yang ada di perahu mencari mutiara itu, namun tidak menemukannya.

D� Tr�ng mengaduk-aduk pasir di pantai, berharap menemukan mutiaranya kembali. Bertahun-tahun ia mencari tapi tetap tidak menemukan mutiara yang hilang. Akhirnya ia meninggal karena sedih.

Bila kamu pergi ke pantai berpasir, kamu akan melihat kepiting-kepiting kecil di pantai. Hewan-hewan kecil itu menggali lubang di pasir, berkeliaran dari lubang ke lubang seperti mencari-cari sesuatu yang tidak pernah ditemukan. Orang-orang Vietnam percaya bahwa kepiting-kepiting itu adalah penjelmaan D� Tr�ng yang masih penasaran karena belum menemukan mutiaranya.

***

Jika Anda menyukai Cerita Legenda Kepiting Pantai, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Keong dan Kancil Balapan Lari

Pada suatu hari yang panas, kancil ingin minum di sebuah sungai. Ketika tiba di dekat sungai, kancil melihat seekor keong berjalan ke arah sungai. Keong itu berjalan pelan sekali di antara dua buah semak berduri sehingga kancil tidakbisa lewat.

�Yong, cepat sedikit! Aku haus sekali,� kata kancil
�Tunggu, cil,� kata keong.

Cerita Anak Keong dan Kancil Balapan Lari
Keong berusaha berjalan secepat mungkin tapi kancil sudah tidak sabar. Kancil marah dan mulai mengejek keong.

�Makanya, yong. Kalau mau jalanmu cepat, jangan bawa-bawa rumahmu,� kata kancil.
Kancil terus mengejek sehingga keong kesal. �Jalanku memang pelan. Tapi aku bisa lari lebih cepat darimu,�
�Kamu lari lebih cepat dariku?� kancil tertawa geli sampai terguling-guling di tanah.
�Kamu tidak percaya? Jalanku memang lambat, tapi kalau mau aku bisa lari lebih cepat darimu.�
�Kalau begitu, kita balapan yuk!� kata kancil
�Ayo, siapa takut! Besok kita balapan lari dari pohon cemara sampai pohon durian itu.�
�Baik, besok kita bertemu pada waktu matahari terbit. Jangan nangis kalau kalah, ya.� Kancil pun pergi sambil tertawa-tawa.

Seekor kelinci dan burung-burung menasihati keong agar membatalkan balapan. �Kau pasti kalah,� kata kelinci. �Benar, batalkan saja,� kata burung pipit.
�Datang saja besok, kita lihat apa yang terjadi,� kata keong.

Esok paginya, seluruh warga hutan sudah mendengar berita keong menantang kancil balapan. Banyak hewan datang menonton. Kancil senang sekali. Dia yakin sekali akan menang.

�Yong, kau yakin akan tetap balapan denganku? Tak perlu malu, belum terlambat untuk membatalkannya.�
Keong menjawab dengan percaya diri, �Ayo kita mulai!�

Balapan dimulai. Kancil mulai berlari. �Yong, aku lari pelan-pelan saja... toh aku akan tetap menang.�
�Hei, kancil! Aku di depanmu!�
Kancil terkejut. Keong sudah mendahuluinya. Kancil pun mempercepat larinya.

Beberapa saat kemudian....
�Yong?�
�Aku di sini!� terdengar suara kecil di depan kancil.
Kancil sekarang lari secepat-cepatnya, tapi....
�Yong?�
�Hei, kancil! Kalau tidak cepat, kau akan kalah!�

Tiap kali kancil memanggil, �Yong?�, keong selalu ada di depannya.
Kancil sudah hampir sampai di pohon durian. Dengan gugup ia memanggil, �Yong?�
Keong sudah ada di bawah pohon durian. �Aku di sini, cil. Aku menang!�
Penonton bersorak sorai. Kancil yang sombong sangat malu. Ia pergi dengan kepala tertunduk.
Benarkah keong berlari lebih cepat dari kancil? Tentu saja tidak! Tapi keong cerdik. Ia mengumpulkan teman-temannya. Semua keong tampak serupa. Keong yang banyak sekali itu berjalan pelan-pelan di sepanjang jalur balapan. Tiap ada panggilan, �Yong?� keong yang berada di depan kancil menjawab. Satu keong bersembunyi di bawah pohon durian, ketika kancil hampir sampai, ia menampakkan diri.

Siapa lemah harus cerdik!

***

Jika Anda menyukai Cerita Anak Keong dan Kancil Balapan Lari, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Nasrudin Hoja dan Jubah yang Jatuh

Pada suatu malam, Hoja bertemu teman-temanya dan pulang larut malam. Mereka berjalan bersama sampai ke rumah Hoja, lalu teman-temannya melanjutkan perjalanan pulang.

Nasrudin Hoja dan Jubah yang Jatuh
Begitu masuk rumah, Hoja disambut isterinya yang marah. "Susah payah aku memasak makan malam untukmu!" katanya sambil menjewer telinga Hoja. Begitu kuatnya, sehingga Hoja terjatuh, dan menabrak sebuah peti.

Teman-teman Hoja yang masih belum jauh mendengar suara gaduh dan cepat-cepat kembali ke rumah Hoja.

"Ada apa?" tanya seorang teman.
"Suara apa tadi?" tanya yang lain.
"Tidak ada apa-apa," jawab Hoja.
"Tadi kami mendengar suara gaduh, seperti ada barang berat jatuh."
"Oooh... itu ya. Hanya jubahku yang jatuh," jawab Hoja.
Teman-teman Hoja sambil berpandangan.
"Tidak mungkin cuma jubah yang jatuh suaranya segaduh itu..." kata seorang dari mereka
"Mungkin saja...." kata Hoja. "Karena kebetulan aku sedang ada di dalamnya."

***

ika Anda menyukai Cerita Anak Nasrudin Hoja dan Jubah yang Jatuh, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Kucing Kurus Kucing Gemuk

Dahulu kala, hidup seorang wanita tua yang miskin. Tubuhnya kurus karena ia hanya makan seadanya. Wanita itu memelihara seekor kucing yang sama kurusnya.

Pada suatu hari, si kucing kurus bertemu dengan seekor kucing yang gemuk, dengan bulu yang tebal dan indah. �Hai, teman�, kata si kurus. �Kau gemuk dan sehat. Pasti kau ini kucing yang paling bahagia di seluruh dunia. Jangan-jangan kau berpesta tiap hari.��

Kucing Kurus Kucing Gemuk
Kucing gemuk memperhatikan kucing kurus yang baru ditemuinya itu. �Benar,� katanya.�Aku makan dari meja makan raja. Kau tahu, makanan apa saja ada di sana.�

�Kau peliharaan raja?� tanya si kurus kagum.

�Oh, bukan,� kata si gemuk. �Tapi tiap kali makanan dihidangkan di meja makan raja, aku mengambil sedikit makanan yang kusukai.

�Kadang-kadang aku mendapat ayam goreng, daging sapi asap atau ikan bakar. Malah aku pernah minum kaldu dari mangkuk raja.�

Kucing kurus membayangkan meja makan yang penuh hidangan lezat yang belum pernah dilihatnya. Ia ingin dapat merasakan makanan itu. �Besok aku ajak kau ke sana,� kata si gemuk.

Kucing kurus bercerita kepada majikannya dengan penuh semangat. Tapi wanita tua itu malah menjadi sedih. �Jangan pergi ke istana dan mencuri makanan raja. Kalau tertangkap, pasti kau celaka,� kata wanita itu.


Kucing Kurus Kucing Gemuk
Kucing kurus tidak menghiraukan nasihat wanita tua. �Si gemuk makan di sana tiap hari, dan ia tidak pernah tertangkap,� begitu pikirnya. �Kalau dia bisa, aku juga pasti bisa.� Esok harinya kucing kurus pergi dengan kucing gemuk ke istana.

Pada hari sebelumnya, beberapa kucing yang mencuri makanan telah membuat meja makan berantakan sehingga raja marah besar. �Sudah saatnya kita membersihkan istana dari kucing. Tangkap semua kucing di istana dan hukum mati!� perintah raja.

Kucing gemuk memperingatkan kucing kurus tentang perintah raja itu. Mereka berdua menyelinap ke istana dengan hati-hati. Ketika sampai di meja makan, mereka menunggu di bawah meja sampai tidak ada orang lalu lalang di sekitar meja.

Sudah tidak terlihat orang di sekitar meja makan sekarang. Si gemuk melompat ke atas meja. Si kurus mengikuti. Si gemuk mengambil paha ayam goreng yang besar lalu segera lari ke luar istana. Si kurus mengambil ikan bakar.

Ia akan melompat dari meja, tapi ia melihat mangkuk sup penuh kaldu yang baunya luar biasa sedap. Ia menghampiri mangkuk sup dan mencicipi sedikit. Ternyata supnya enak sekali. Si kurus minum sedikit lagi, lalu sedikit lagi.

Saking enaknya kuah sup itu, si kurus lupa bahwa ia menghadapi bahaya. Tiba-tiba, �Dapat!� Sebuah tangan menangkap lehernya dan si kurus dibawa ke luar ruang makan.


Wanita tua menunggu di rumah dengan cemas. Ketika malam tiba dan si kurus tidak pulang, ia tahu bahwa kucingmya tidak akan pernah kembali. �Seandainya kau puas dengan makanan yang kau dapat dengan jujur, kau masih hidup sekarang,� keluhnya sedih.

***

ika Anda menyukai Cerita Rakyat Kucing Kurus Kucing Gemuk, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya