Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2015

Full Cerita Gadis Landak

Dahulu kala, hidup sepasang suami isteri di sebuah rumah kecil. Adik lelaki sang suami juga tinggal bersama mereka.

Pada suatu hari sang isteri berkata, �Adikmu sudah dewasa. Sudah waktunya menikah. Berikan saja setengah harta kita dan suruh dia mencari tempat tinggal sendiri.� Suaminya tidak tega menyuruh adiknya pergi, tapi isterinya mendesaknya terus. Akhirnya ia setuju.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Landak
Esok harinya , ia menyuruh adiknya memakai pakaian baru lalu mengajaknya berjalan-jalan.
Mereka berjalan mendaki bukit dan ketika tiba di hutan, sang kakak memberikan sejumlah uang dan mengatakan bahwa sudah waktunya sang adik memulai hidup sendiri. Walaupun sedih, sang kakak menyuruh adiknya pergi dan ia sendiri pulang ke rumahnya.

Sang adik terus berjalan walaupun ia tidak punya tujuan. Malam tiba. Ia melihat sebuah gubuk. Ia meminta ijin kepada pemburu pemilik gubuk itu untuk tinggal semalam.

Malam itu, pemuda itu melihat seekor landak terikat pada tiang. Landak itu terus memandanginya.

�Tuan,� katanya kepada pemburu, �Mengapa kau mengikat landak itu di tiang?�

�Aku akan mengambil kulitnya dan memakan dagingnya.�

�Tapi tuan, lihatlah, landak itu sedih sekali. Tolong lepaskan dia.�

�Aku lelah sekali berburu hari ini, dan hanya landak itu yang kudapat. Tidak, aku tak mau melepaskannya.�

�Kalau begitu, biarlah aku membelinya!� kata pemuda itu sambil menunjukkan uang pemberian kakaknya.

Pemburu menjual landak itu kepada pemuda itu. Pemuda itu membawa landak pergi. Setelah cukup jauh dari gubuk pemburu, ia melepaskan tali pengikat landak dan berkata. �Pergilah jauh-jauh. Kalau kau tertangkap lagi, belum tentu ada yang menolongmu.�

Landak itu memandangi sang pemuda lama sekali. Lalu ia pergi ke semak-semak dan menghilang.

Tiba-tiba terdengar suara gemerisik dan ilalang di dekatnya bergerak-gerak. Alangkah terkejutnya pemuda itu, seorang gadis muda muncul. Gadis itu cantik sekali. Ia membawa sehelai selimut tebal.

�Tuan,� kata gadis itu, �Kau tentu kedinginan.� Ia memberikan selimut yang dibawanya kepada pemuda itu.

�Terima kasih, Nona. Kau baik sekali,� kata pemuda.

�Apakah kau tidak punya rumah?� tanya gadis itu.

�Tentu saja aku punya rumah.�

�Lalu mengapa kau ada di sini?�

Pemuda itu menceritakan perpisahannya dengan kakaknya.

�Apakah kau tidak rindu kepada rumahmu?� tanya gadis itu.

"Aku rindu kepada kakakku, tapi aku tidak berani kembali ke rumah."

�Jangan kuatir, aku akan membawamu ke rumahmu sendiri. Tapi kau harus menikahiku dulu.�

Walaupun agak bingung, pemuda itu setuju. Malam itu mereka mengucapkan sumpah pernikahan dan menjadi pasangan suami isteri.

Esoknya, pagi-pagi sekali, wanita muda itu berkata, �Tutuplah punggungku dengan selimut itu. Lalu naiklah ke punggungku. Berpeganganlah erat-erat dan tutup matamu sampai aku menyuruhmu membukanya.�

Suaminya mengikuti semua perkataan sang isteri. Dan pemuda itu merasa ia sedang terbang. Angin bertiup kencang di telinganya. Tapi dengan patuh ia tetap menutup kedua matanya.

Akhirnya, ia mendengar isterinya berkata, �Sekarang kau boleh membuka matamu.� Pemuda itu membuka matanya dan melihat mereka berada di tepi desanya sendiri.

�Suamiku,� kata sang isteri, �Jangan kembali ke rumah kakakmu dulu, ayo kita mencari tempat tinggal kita sendiri.�

Pemuda itu mengajak isterinya ke sebuah kedai. Ia mengenal pemilik kedai itu. Ia mengenalkan isterinya kepada pemilik kedai dan mereka bercakap-cakap.

�Paman,� kata wanita muda itu, �Kami ingin menetap di desa ini. Dapatkah paman mencarikan sebidang tanah yang akan dijual?�

�Baiklah, aku akan mencarikan tanah yang baik untukmu,� kata paman.

Esok harinya, paman menunjukkan sebidang tanah yang akan dijual, tapi pemiliknya memasang harga yang sangat tinggi. �Kalau kalian sabar, aku akan mencarikan tanah yang lain,� kata paman.

Tapi wanita muda itu berkata, �Tidak usah, paman. Kami punya cukup uang untuk membeli tanah itu.� Wanita itu mengeluarkan uang dan meminta suaminya membeli tanah itu.

Malam itu suami isteri itu melihat tanah yang baru mereka beli. Sang isteri mencabut jepit rambutnya dan membuat gambar rumah di tanah. Ketika ia menarik kembali jepit rambutnya, terdengar suara gemuruh dan bumi bergetar. Sekarang di depan mereka berdiri sebuah rumah besar yang indah dan megah.

�Ini rumah kita,� kata sang isteri, � Ayo kita masuk.�

Rumah itu sudah lengkap dengan perabotan yang indah. Di belakang rumah ada gudang besar yang penuh bahan makanan . Di sampingnya berdiri sebuah kandang berisi belasan kuda. Mereka tinggal di sana dengan tenang dan bahagia.

Tiga tahun berlalu. Pada suatu hari, sang isteri berkata kepada suaminya. �Kita sudah lama menikah, tapi kita tidak dikaruniai anak. Kurasa kau harus mengambil seorang isteri lagi.�

Suaminya tidak setuju. �Aku bahagia hidup denganmu, walaupun kita tidak punya anak.�

�Kau tidak mengerti,� kata isterinya. �Aku tak akan lama hidup bersamamu.�

Wanita itu kemudian menjelaskan bahwa ia adalah landak yang dulu diselamatkan pemuda itu dari pemburu. Ia mengubah dirinya menjadi manusia untuk membalas budi. Ia mendesak suaminya untuk mencari calon isteri.

Pemuda itu pergi mencari calon isteri yang baik. Ia telah bertemu banyak sekali gadis namun tak ada yang menurutnya sebaik gadis landak, isterinya.

Pada suatu hari ia melihat seorang gadis yang menarik hatinya. Pemuda itu menemui ayah sang gadis untuk melamar. Ayah gadis itu seorang pedagang kaya. Ia setuju anak gadisnya dipersunting sang pemuda, dengan satu syarat. Ia minta pemuda membawa tujuh kereta penuh uang perak.

Pemuda itu kembali ke rumahnya dan menceritakan perjalanannya hingga menemukan seorang gadis. Ia menjelaskan syarat yang diminta ayah gadis itu. �Hanya itu syaratnya?� tanya gadis landak.

Esok harinya gadis landak meminta suaminya pergi ke rumah calon isteri barunya. Di halaman rumah sudah menunggu tujuh kereta lengkap dengan kuda dan kusir.

Setelah menikah dengan puteri pedagang, pemuda itu membawa isteri barunya pulang. Mereka disambut hangat oleh gadis landak.

Esok harinya, gadis landak sudah tidak ada. Pemuda itu tidak pernah lagi melihat isteri pertamanya.

Setahun kemudian, isteri keduanya melahirkan sepasang anak kembar seperti yang diinginkan gadis landak.

***

Jika Anda menyukai Cerita Gadis Landak, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Tiga Pangeran dan Peri Air

Dahulu kala hiduplah seorang raja dengan tiga putera. Yang tertua bernama Pangeran Bintang, adiknya bernama Pangeran Bulan dan yang bungsu Pangeran Matahari. Sang raja begitu gembira dengan kelahiran pengeran ketiga sehingga ia berjanji kepada sang ratu akan memenuhi apapun yang dimintanya. Sang ratu mengingat janji raja kepadanya, namun ia menunggu hingga putera ketiganya dewasa.

Pada ulang tahun Pangeran Matahari yang ke duapuluh satu, sang ratu berkata kepada raja,�Yang mulia, ketika anak ketiga kita lahir dulu, kau berjanji akan memberiku hadiah. Sekarang aku minta Yang Mulia menyerahkan kerajaan ini kepada Pangeran Matahari.�

Sang raja menolak, dan mengatakan bahwa kerajaan harus diserahkan putera tertua, karena itu sudah menjadi haknya. Kemudian bila putera pertama tidak dapat menjadi raja, kerajaan menjadi hak putera kedua. Hanya bila kedua kakaknya meninggal, putera ketiga berhak memerintah kerajaan.

Ratu pergi, namun raja dapat melihat bahwa ratu tidak puas dengan jawabannya. Raja khawatir ratu akan melakukan sesnatu untuk menyingkirkan putera pertama dan kedua.

Maka ia memanggil pangeran pertama dan kedua. Ia menyuruh mereka pergi dan tinggal di hutan hingga ia wafat. �Kemudian kembalilah dan memerintah di kerajaan ini sesuai dengan hakmu.�

Ketika mereka berjalan ke luar istana, Pangeran Matahari melihat mereka dan bertanya, �Kak, ke mana kalian pergi?�

Ketika mendengar kemana dan mengapa mereka pergi, Pangeran Matahari berkata, �Aku ikut bersama kalian, Kak.�

Mereka terus berjalan hingga masuk ke hutan. Di sana mereka menemukan sebuah kolam dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. �Pergilah ke kolam, Dik,� kata pangeran tertua kepada Pangeran Matahari. �Mandi dan minumlah. Kemudian bawakan sedikit air, kami menunggu di sini.�

Raja peri telah memberikan kolam itu kepada seorang peri air. �Kau berkuasa di kolam ini,� kata raja peri. �dan kau boleh melakukan apa saja kepada siapa pun yang datang ke kolam ini, kecuali bila ia dapat menjawab pertanyaanku.� Peri air mendengarkan dengan seksama. Pertanyaan itu adalah,�Seperti apa peri yang baik itu?�

Ketika Pangeran Matahari masuk ke dalam kolam, peri air betanya kepadanya,�Seperti apa peri yang baik itu?�

�Peri yang baik,� kata Pangeran Matahari setelah berpikir sejenak, �seperti matahari dan bulan.�

�Kau tidak tahu seperti apa peri yang baik,� dan peri air membawa pemuda malang itu ke guanya di dasar kolam.

Setelah menunggu cukup lama dan adik mereka tidak muncul, Pangeran Bintang menyuruh Pangeran Bulan menyusulnya.

Di kolam ia tidak melihat adiknnya. Air kolam yang jernih membuatnya ingin mandi. Ia masuk ke dalam kolam. Tiba-tiba muncul peri air yang langsung bertanya, �Katakan, seperti apa peri yang baik?�

�Seperti langit di atas kita,� jawab Pangeran Bulan.

�Ternyata kau juga tidak tahu," kata peri air sambil menyeret Pangeran Bulan ke guanya.

�Pasti terjadi sesuatu pada adik-adikku,� kata Pangeran Bintang dalam hati. Ia pun pergi ke kolam. Di tepi kolam ia melihat jejak kaki adik-adiknya masuk ke dalam kolam. Tahulah ia bahwa ada seorang peri air tinggal di dalam kolam itu. Ia menarik pedangnya dan menyiapkan busurnya. Ia menunggu dengan sabar.

Peri muncul, menyamar sebagai seorang pencari kayu.�Kau tampak lelah, teman,� katanya kepada Pangeran. �Mengapa kau tidak mandi di kolam lalu berbaring di tepi sana?�

Namun Pangeran itu tahu pencari kayu itu adalah peri air. Ia berkata,�Kau telah mengambil kedua adikku.�

"Ya," kata peri air.

"Mengapa kau mengambil mereka?"

"Karena mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku," kata peri air, �dan raja peri memberiku kuasa untuk melakukan apa saja kepada semua orang yang masuk ke dalam air kecuali mereka yang dapat menjawab pertanyaanku dengan benar."

"Aku akan menjawabnya," kata Pangeran, �Peri yang baik seperti pemilik hati yang murni, yang takut akan dosa dan berbuat baik dalam kata-kata dan perbuatan."

"Oh Pangeran yang bijaksana,� kata peri air. �aku akan mengembalikan satu adikmu. Yang mana yang harus kukembalikan kepadamu?"

"Kembalikan si bungsu," kata Pangeran,�Karena ialah ayah kami menyuruh kami pergi, Aku tak dapat pergi bersama Pangeran Bulan dan meninggalkan Pangeran Matahari yang malang di sini.�.

�Pangeran, kau sungguh bijaksana,� kata peri air, �Kau tahu apa yang harus kau lakukan dan baik hati. Aku akan mengembalikan kedua adikmu."

Ketiga pangeran itu tinggal di hutan bersama-sama hingga ayah mereka wafat. Kemudian mereka kembali ke istana. Pangeran Bintang menjadi raja dan ia mengajak kedua adiknya memerintah bersamanya, Ia juga membangun sebuah rumah untuk peri air di taman istana.

***

Jika Anda menyukai Cerita Rakyat Tiga Pangeran dan Peri Air, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Monyet dan Kacang Polong

Dahulu kala, seorang raja memerintah sebuah kerajaan yang besar. Sang raja suka sekali bepergian. Ia tidak suka mengunjungi negaranya sendiri, tapi lebih suka pergi ke negara lain. 

Pada suatu hari sang raja membawa pasukan tentara berlibur di sebuah negara yang jauh.
Raja berjalan-jalan di hutan sepanjang pagi. Kemudian ia dan tentaranya beristirahat di kemah. Kuda-kuda mereka juga perlu melepas lelah. Mereka diberi makan kacang polong. 

Monyet dan Kacang Polong
Seekor monyet yang tinggal di hutan itu mengawasi rombongan itu dari kejauhan. Ketika ia melihat kacang polong yang diberikan kepada kuda, segera ia turun dari pohon dan mengisi mulut dan tangannya dengan kacang polong banyak-banyak. Lalu ia naik lagi ke pohon dan makan.

Tiba-tiba, sebutir kacang terlepas dari tangan monyet dan jatuh ke tanah. Monyet yang serakah itu langsung melemparkan semua kacang dalam genggamannya dan turun dari pohon untuk mencari kacang yang jatuh itu. 

Monyet dan Kacang Polong
Kacang itu tidak ditemukannya. Monyet memanjat pohon lagi dan baru menyadari ia kehilangan semua kacangnya. Dengan sedih, ia berkata pada dirinya sendiri, �Demi sebutir kacang, aku membuang semua kacangku.�

Raja diam-diam memperhatikan tingkah laku monyet itu. �Aku tidak mau seperti monyet itu. Ia kehilangan banyak sekali demi keuntungan kecil. Aku akan kembali ke negeriku dan menikmati apa yang sudah kumiliki.�
Raja kemudian mengajak tentaranya pulang ke negaranya sendiri.

Moral: Hargai apa yang kamu miliki

***

Jika Anda menyukai Cerita Monyet dan Kacang Polong, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Kucing Kurus Kucing Gemuk

Dahulu kala, hidup seorang wanita tua yang miskin. Tubuhnya kurus karena ia hanya makan seadanya. Wanita itu memelihara seekor kucing yang sama kurusnya.

Pada suatu hari, si kucing kurus bertemu dengan seekor kucing yang gemuk, dengan bulu yang tebal dan indah. �Hai, teman�, kata si kurus. �Kau gemuk dan sehat. Pasti kau ini kucing yang paling bahagia di seluruh dunia. Jangan-jangan kau berpesta tiap hari.��

Kucing Kurus Kucing Gemuk
Kucing gemuk memperhatikan kucing kurus yang baru ditemuinya itu. �Benar,� katanya.�Aku makan dari meja makan raja. Kau tahu, makanan apa saja ada di sana.�

�Kau peliharaan raja?� tanya si kurus kagum.

�Oh, bukan,� kata si gemuk. �Tapi tiap kali makanan dihidangkan di meja makan raja, aku mengambil sedikit makanan yang kusukai.

�Kadang-kadang aku mendapat ayam goreng, daging sapi asap atau ikan bakar. Malah aku pernah minum kaldu dari mangkuk raja.�

Kucing kurus membayangkan meja makan yang penuh hidangan lezat yang belum pernah dilihatnya. Ia ingin dapat merasakan makanan itu. �Besok aku ajak kau ke sana,� kata si gemuk.

Kucing kurus bercerita kepada majikannya dengan penuh semangat. Tapi wanita tua itu malah menjadi sedih. �Jangan pergi ke istana dan mencuri makanan raja. Kalau tertangkap, pasti kau celaka,� kata wanita itu.


Kucing Kurus Kucing Gemuk
Kucing kurus tidak menghiraukan nasihat wanita tua. �Si gemuk makan di sana tiap hari, dan ia tidak pernah tertangkap,� begitu pikirnya. �Kalau dia bisa, aku juga pasti bisa.� Esok harinya kucing kurus pergi dengan kucing gemuk ke istana.

Pada hari sebelumnya, beberapa kucing yang mencuri makanan telah membuat meja makan berantakan sehingga raja marah besar. �Sudah saatnya kita membersihkan istana dari kucing. Tangkap semua kucing di istana dan hukum mati!� perintah raja.

Kucing gemuk memperingatkan kucing kurus tentang perintah raja itu. Mereka berdua menyelinap ke istana dengan hati-hati. Ketika sampai di meja makan, mereka menunggu di bawah meja sampai tidak ada orang lalu lalang di sekitar meja.

Sudah tidak terlihat orang di sekitar meja makan sekarang. Si gemuk melompat ke atas meja. Si kurus mengikuti. Si gemuk mengambil paha ayam goreng yang besar lalu segera lari ke luar istana. Si kurus mengambil ikan bakar.

Ia akan melompat dari meja, tapi ia melihat mangkuk sup penuh kaldu yang baunya luar biasa sedap. Ia menghampiri mangkuk sup dan mencicipi sedikit. Ternyata supnya enak sekali. Si kurus minum sedikit lagi, lalu sedikit lagi.

Saking enaknya kuah sup itu, si kurus lupa bahwa ia menghadapi bahaya. Tiba-tiba, �Dapat!� Sebuah tangan menangkap lehernya dan si kurus dibawa ke luar ruang makan.


Wanita tua menunggu di rumah dengan cemas. Ketika malam tiba dan si kurus tidak pulang, ia tahu bahwa kucingmya tidak akan pernah kembali. �Seandainya kau puas dengan makanan yang kau dapat dengan jujur, kau masih hidup sekarang,� keluhnya sedih.

***

ika Anda menyukai Cerita Rakyat Kucing Kurus Kucing Gemuk, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya