Sabtu, 17 September 2011

Inilah Maharaja Palace- Witness The Historical Glory

Historical figures

Rajasthan, the largest state in the Republic of India, is rich with natures splendour, from its incredible sand dunes to its colourful birds roaming in the wetlands. This state re-known as one of the most beautiful states in India has the countrys oldest mountain range, Aravalli range as its backdrop. Rajasthan also contains popular tourist attractions such as vast Desert of Thar and forts, palaces and temples influenced by the Rajput heritage. Another significant landmark if Rajasthan situated in city is the Jaisalmer fort, where the spectacular Maharaja palace which is officially known as the Jaisalmer Fort Palace Museum & Heritage Centre, can be found.

Maharaja palace, located in the main chowk of the Jaisalmer fort, is an elegant seven story building created with fastidiously carved stone window arches and balconies to which you can enter after walking through a quite intriguing series of large gates leading to a big courtyard. Public is allowed to a part of the building which serves as a museum.

This palace is relatively small and narrow with the decoration of carved golden stone and walls within which emblems are carved. Its original builders use of skilled artist is evident through its lattice topped handrails, window screened balconies, domes and the way the sunlight creeps right through the intricate carvings without heating up the interior.

At the entry desk, an audio tour is offered, providing convenience to the guests in learning about the palaces content. Collateral such as deposits, credit card and ID is required for this tour. A tri-fold map of the palace is provided with the ticket to help guests in keeping track of their movement

The must-visit spot of the Maharaja palace is its rooftop where an all rounded magnificent view of Jaisalmer and adjoining Thar Desert can be seen. The clean and neat floors, walls and displays emphasize the artists attention to detail.

For the travellers tothis part of India, there is an array of Jaisalmer Hotels to choose from. You can have a comfortable and memorable stay while getting a bit of Jaisalmer Sightseeing done as well, if you turn to The Gateway Hotel Rawalkot Jaisalmer for all your accommodation and hospitality needs.
Baca selengkapnya

Sabtu, 10 September 2011

Inilah Asal Usul Burung Ruai

Konon pada zaman dahulu di daerah Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat), tepatnya di pedalaman benua Bantahan sebelah Timur Kota Sekura Ibukota Kecamatan Teluk Keramat yang dihuni oleh Suku Dayak, telah terjadi peristiwa yang sangat menakjubkan untuk diketahui dan menarik untuk dikaji, sehingga peristiwa itu diangkat ke permukaan.

Menurut informasi orang bahwa di daerah tersebut terdapat sebuah kerajaan yang kecil, letaknya tidak jauh dari Gunung Bawang yang berdampingan dengan Gunung Ruai. Tidak jauh dari kedua gunung dimaksud terdapatlah sebuah gua yang bernama �Gua Batu�, di dalamnya terdapat banyak aliran sungai kecil yang di dalamnya terdapat banyak ikan dan gua tersebut dihuni oleh seorang kakek tua renta yang boleh dikatakan sakti.

Cerita dimulai dengan seorang raja yang memerintah pada kerajaan di atas dan mempunyai tujuh orang putri, raja itu tidak mempunyai istri lagi sejak meninggalnya permaisuri atau ibu dari ketujuh orang putrinya. Di antara ketujuh orang putri tersebut ada satu orang putri raja yang bungsu atau Si Bungsu. Si Bungsu mempunyai budi pekerti yang baik, rajin, suka menolong dan taat pada orang tua, oleh karena itu tidak heran sang ayah sangat menyayanginya. Lain pula halnya dengan keenam kakak-kakaknya, perilakunya sangat berbeda jauh dengan Si Bungsu, keenam kakaknya mempunyai hati yang jahat, iri hati, dengki, suka membantah orang tua, dan malas bekerja. Setiap hari yang dikerjakannya hanya bermain-main saja.


Dengan kedua latar belakang inilah, maka sang ayah (raja) menjadi pilih kasih terhadap putri-putrinya. Hampir setiap hari keenam kakak Si Bungsu dimarah oleh ayahnya, sedangkan Si Bungsu sangat dimanjakannya. Melihat perlakuan inilah maka keenam kakak Si Bungsu menjadi dendam, bahkan benci terhadap adik kandungnya sendiri, maka bila ayahnya tidak ada di tempat, sasaran sang kakak adalah melampiaskan dendam kepada Si Bungsu dengan memukul habis-habisan tanpa ada rasa kasihan sehingga tubuh Si Bungsu menjadi kebiru-biruan dan karena takut dipukuli lagi Si Bungsu menjadi takut dengan kakaknya.

Untuk itu segala hal yang diperintahkan kakaknya mau tidak mau Si Bungsu harus menurut seperti: mencuci pakaian kakaknya, membersihkan rumah dan halaman, memasak, mencuci piring, bahkan yang paling mengerikan lagi, Si Bungsu biasa disuruh untuk mendatangkan beberapa orang taruna muda untuk teman/menemani kakaknya yang enam orang tadi. Semua pekerjaan hanya dikerjakan Si Bungsu sendirian sementara ke enam orang kakaknya hanya bersenda gurau saja.

Sekali waktu pernah akibat perlakuan keenam kakaknya itu terhadap Si Bungsu diketahui oleh sang raja (ayah) dengan melihat badan (tubuh) Si Bungsu yang biru karena habis dipukul tetapi takut untuk mengatakan yang sebenarnya pada sang ayah, dan bila sang ayah menanyakan peristiwa yang menimpa Si Bungsu kepada keenam kakaknya maka keenam orang kakaknya tersebut membuat alasan-alasan yang menjadikan sang ayah percaya seratus persen bahwa tidak terjadi apa-apa. Salah satu yang dibuat alasan sang kakak adalah sebab badan Si Bungsu biru karena Si Bungsu mencuri pepaya tetangga, kemudian ketahuan dan dipukul oleh tetangga tersebut. Karena terlalu percayanya sang ayah terhadap cerita dari sang kakak maka sang ayah tidak memperpanjang permasalahan dimaksud.

Begitulah kehidupan Si Bungsu yang dialami bersama keenam kakaknya, meskipun demikian Si Bungsu masih bersikap tidak menghadapi perlakuan keenam kakaknya, kadang-kadang Si Bungsu menangis tersedu-sedu menyesali dirinya mengapa ibunya begitu cepat meninggalkannya. sehingga ia tidak dapat memperoleh perlindungan. Untuk perlindungan dari sang ayah boleh dikatakan masih sangat kurang. Karena ayahnya sibuk dengan urusan kerajaan dan urusan pemerintahan.

Setelah mengalami hari-hari yang penuh kesengsaraan, maka pada suatu hari berkumpullah seluruh penghuni istana untuk mendengarkan berita bahwa sang raja akan berangkat ke kerajaan lain untuk lebih mempererat hubungan kekerabatan diantara mereka selama satu bulan. Ketujuh anak (putrinya) tidak ketinggalan untuk mendengarkan berita tentang kepergian ayahnya tersebut. Pada pertemuan itu pulalah diumumkan bahwa kekuasaan sang raja selama satu bulan itu dilimpahkan kepada Si Bungsu, yang penting bila sang raja tidak ada di tempat, maka masalah-masalah yang berhubungan dengan kerajaan (pemerintahan) harus mohon (minta) petunjuk terlebih dahulu dari Si Bungsu. Mendengar berita itu, keenam kakaknya terkejut dan timbul niat masing-masing di dalam hati kakaknya untuk melampiaskan rasa dengkinya, bila sang ayah sudah berangkat nanti. Serta timbul dalam hati masing-masing kakaknya mengapa kepercayaan ayahnya dilimpahkan kepada Si Bungsu bukan kepada mereka.

Para prajurit berdamping dalam keberangkatan sang raja sangat sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Maka pada keesokan harinya berangkatlah pasukan sang raja dengan bendera dan kuda yang disaksikan oleh seluruh rakyat kerajaan dan dilepas oleh ketujuh orang putrinya.

Keberangkatan sang ayah sudah berlangsung satu minggu yang lewat. Maka tibalah saatnya yaitu saat-saat yang dinantikan oleh keenam kakaknya Si Bungsu untuk melampiaskan nafsu jahatnya yaitu ingin memusnahkan Si Bungsu supaya jangan tinggal bersama lagi dan bila perlu Si Bungsu harus dibunuh. Tanda-tanda ini diketahui oleh Si Bungsu lewat mimpinya yang ingin dibunuh oleh kakanya pada waktu tidur di malam hari.

Setelah mengadakan perundingan di antara keenam kakaknya dan rencanapun sudah matang, maka pada suatu siang keenam kakak di bungsu tersebut memanggil Si Bungsu, apakah yang dilakukannya?. Ternyata keenam kakanya mengajak Si Bungsu untuk mencari ikan (menangguk) yang di dalam bahasa Melayu Sambas mencari ikan dengan alat yang dinamakan tangguk yang dibuat dari rotan dan bentuknya seperti bujur telur (oval). Karena sangat gembira bahwa kakaknya mau berteman lagi dengannya, lalu Si Bungsu menerima ajakan tersebut. Padahal dalam ajakan tersebut terselip sebuah balas dendam kakaknya terhadap Si Bungsu, tetapi Si Bungsu tidak menduga hal itu sama sekali.

Tanpa berpikir panjang lagi maka berangkatlah ketujuh orang putri raja tersebut pada siang itu, dengan masing-masing membawa tangguk dan sampailah mereka bertujuh di tempat yang akan mereka tuju (lokasi menangguk), yaitu gua batu, Si Bungsu disuruh masuk terlebih dahulu ke dalam gua, baru diikuti oleh keenam kakaknya. Setelah mereka masuk, Si Bungsu disuruh berpisah dalam menangguk ikan supaya mendapat lebih banyak dan ia tidak tahu bahwa ia tertinggal jauh dengan kakak-kakanya.

Si Bungsu sudah berada lebih jauh ke dalam gua, sedangkan keenam kakaknya masih saja berada di muka gua dan mendoakan supaya Si Bungsu tidak dapat menemukan jejak untuk pulang nantinya. Keenam kakaknya tertawa terbahak-bahak sebab Si Bungsu telah hilang dari penglihatan. Suasana gua yang gelap gulita membuat Si Bungsu menjadi betul-betul kehabisan akal untuk mencari jalan keluar dari gua itu. Tidak lama kemudian keenam kakaknya pulang dari gua batu menuju rumahnya tanpa membawa Si Bungsu dan pada akhirnya Si Bungsu pun tersesat.

Merasa bahwa Si Bungsu telah dipermainkan oleh kakaknya tadi, maka tinggallah ia seorang diri di dalam gua batu tersebut dan duduk bersimpuh di atas batu pada aliran sungai dalam gua untuk meratapi nasibnya yang telah diperdayakan oleh keenam kakaknya, Si Bungsu hanya dapat menangis siang dan malam sebab tidak ada satupun makhluk yang dapat menolong dalam gua itu kecuali keadaan yang gelap gulita serta ikan yang berenang kesana kemari.

Bagaimana nasib Si Bungsu? tanpa terasa Si Bungsu berada dalam gua itu sudah tujuh hari tujuh malam lamanya, namun ia masih belum bisa untuk pulang, tepatnya pada hari ketujuh Si Bungsu berada di dalam gua itu, tanpa disangka-sangka terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan di dalam gua batu itu, suara gemuruh menggelegar-gelegar sepertinya ingin merobohkan gua batu tersebut, Si Bungsu pun hanya bisa menangis dan menjerit-jerit untuk menahan rasa ketakutannya, maka pada saat itu dengan disertai bunyi yang menggelegar muncullah seorang kakek tua renta yang sakti dan berada tepat di hadapan Si Bungsu, lalu Si Bungsu pun terkejut melihatnya, tak lama kemudian kakek itu berkata,� Sedang apa kamu disini cucuku?�, lalu Si Bungsu pun menjawab,� Hamba ditinggalkan oleh kakak-kakak hamba, kek!�, maka Si Bungsu pun menangis ketakutan sehingga air matanya tidak berhenti keluar, tanpa diduga-duga pada saat itu dengan kesaktian kakek tersebut titik-titik air mata Si Bungsu secara perlahan-lahan berubah menjadi telur-telur putih yang besar dan banyak jumlahnya, kemudian Si Bungsu pun telah diubah bentuknya oleh si kakek sakti menjadi seekor burung yang indah bulu-bulunya. Si Bungsu masih bisa berbicara seperti manusia pada saat itu, lalu kakek itu berkata lagi, �Cucuku aku akan menolong kamu dari kesengsaraan yang menimpa hidupmu tapi dengan cara engkau telah kuubah bentukmu menjadi seekor burung dan kamu akan aku beri nama Burung Ruai, apabila aku telah hilang dari pandanganmu maka eramlah telur-telur itu supaya jadi burung-burung sebagai temanmu!�. Kemudian secara spontanitas Si Bungsu telah berubah menjadi seekor burung dengan menjawab pembicaraan kakek sakti itu dengan jawaban kwek � kwek � kwek � kwek �. kwek, Bersamaan dengan itu kakek sakti itu menghilang bersama asap dan burung ruai yang sangat banyak jumlahnya dan pada saat itu pula burung-burung itu pergi meninggalkan gua dan hidup di pohon depan tempat tinggal Si Bungsu dahulu, dengan bersuara kwek � kwek �. kwek � kwek �. kwek, Mereka menyaksikan kakak-kakak Si Bungsu yang dihukum oleh ayahnya karena telah membunuh Si Bungsu.
Baca selengkapnya

Inilah Cerita Legenda Pesut Mahakam

Di Kalimanatan Timur terdapat sebuah sungai yang terkenal yaitu Sungai Mahakam. Di sungai tersebut terdapat ikan yang sangat khas bentuknya yaitu Pesut Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah lumba-lumba air tawar Indonesia. Tubuh tegap, sirip punggung kecil & segitiga serta kepala bulat/tumpul dgn mata yg kecil. Tergolong lumba-lumba kecil, dgn panjang dewasa 2,0 � 2,75 m, bayi pesut 1,0 m. Pesut tdk terlalu aktif, terkadang melompat rendah). Sebenarnya pesut bukanlah ikan tetapi mamalia air sebagaimana Lumba-lumba dan Paus. Menurut penduduk sekitar sungai tersebut Pesut bukanlah sembarang ikan tetapi adalah jelmaan manusia.

Ceritanya pada jaman dahulu kala di rantau Mahakam, terdapat sebuah dusun yang didiami oleh beberapa keluarga. Mata pencaharian mereka kebanyakan adalah sebagai petani maupun nelayan. Setiap tahun setelah musim panen, penduduk dusun tersebut biasanya mengadakan pesta adat yang diisi dengan beraneka macam pertunjukan ketangkasan dan kesenian.

Ditengah masyarakat yang tinggal di dusun tersebut, terdapat suatu keluarga yang hidup rukun dan damai dalam sebuah pondok yang sederhana. Mereka terdiri dari sepasang suami-istri dan dua orang putra dan putri. Kebutuhan hidup mereka tidak terlalu sukar untuk dipenuhi karena mereka memiliki kebun yang ditanami berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Begitu pula segala macam kesulitan dapat diatasi dengan cara yang bijaksana, sehingga mereka hidup dengan bahagia selama bertahun-tahun.

Pada suatu ketika, sang ibu terserang oleh suatu penyakit. Walau telah diobati oleh beberapa orang tabib, namun sakit sang ibu tak kunjung sembuh pula hingga akhirnya ia meninggal dunia. Sepeninggal sang ibu, kehidupan keluarga ini mulai tak terurus lagi. Mereka larut dalam kesedihan yang mendalam karena kehilangan orang yang sangat mereka cintai. Sang ayah menjadi pendiam dan pemurung, sementara kedua anaknya selalu diliputi rasa bingung, tak tahu apa yang mesti dilakukan. Keadaan rumah dan kebun mereka kini sudah tak terawat lagi. Beberapa sesepuh desa telah mencoba menasehati sang ayah agar tidak larut dalam kesedihan, namun nasehat-nasehat mereka tak dapat memberikan perubahan padanya. Keadaan ini berlangsung cukup lama.


Suatu hari di dusun tersebut kembali diadakan pesta adat panen. Berbagai pertunjukan dan hiburan kembali digelar. Dalam suatu pertunjukan ketangkasan, terdapatlah seorang gadis yang cantik dan mempesona sehingga selalu mendapat sambutan pemuda-pemuda dusun tersebut bila ia beraksi. Mendengar berita yang demikian itu, tergugah juga hati sang ayah untuk turut menyaksikan bagaimana kehebatan pertunjukan yang begitu dipuji-puji penduduk dusun hingga banyak pemuda yang tergila-gila dibuatnya.

Malam itu adalah malam ketujuh dari acara keramaian yang dilangsungkan. Perlahan-lahan sang ayah berjalan mendekati tempat pertunjukan dimana gadis itu akan bermain. Sengaja ia berdiri di depan agar dapat dengan jelas menyaksikan permainan serta wajah sang gadis. Akhirnya pertunjukan pun dimulai. Berbeda dengan penonton lainnya, sang ayah tidak banyak tertawa geli atau memuji-muji penampilan sang gadis. Walau demikian sekali-sekali ada juga sang ayah tersenyum kecil. Sang gadis melemparkan senyum manisnya kepada para penonton yang memujinya maupun yang menggodanya. Suatu saat, akhirnya bertemu jua pandangan antara si gadis dan sang ayah tadi. Kejadian ini berulang beberapa kali, dan tidak lah diperkirakan sama sekali kiranya bahwa terjalin rasa cinta antara sang gadis dengan sang ayah dari dua orang anak tersebut.

Demikianlah keadaannya, atas persetujuan kedua belah pihak dan restu dari para sesepuh maka dilangsungkanlah pernikahan antara mereka setelah pesta adat di dusun tersebut usai. Dan berakhir pula lah kemuraman keluarga tersebut, kini mulailah mereka menyusun hidup baru. Mereka mulai mengerjakan kegiatan-kegiatan yang dahulunya tidak mereka usahakan lagi. Sang ayah kembali rajin berladang dengan dibantu kedua anaknya, sementara sang ibu tiri tinggal di rumah menyiapkan makanan bagi mereka sekeluarga. Begitulah seterusnya sampai berbulan-bulan lamanya hingga kehidupan mereka cerah kembali.

Dalam keadaan yang demikian, tidak lah diduga sama sekali ternyata sang ibu baru tersebut lama kelamaan memiliki sifat yang kurang baik terhadap kedua anak tirinya. Kedua anak itu baru diberi makan setelah ada sisa makanan dari ayahnya. Sang ayah hanya dapat memaklumi perbuatan istrinya itu, tak dapat berbuat apa-apa karena dia sangat mencintainya. Akhirnya, seluruh rumah tangga diatur dan berada ditangan sang istri muda yang serakah tersebut. Kedua orang anak tirinya disuruh bekerja keras setiap hari tanpa mengenal lelah dan bahkan disuruh mengerjakan hal-hal yang diluar kemampuan mereka.

Pada suatu ketika, sang ibu tiri telah membuat suatu rencana jahat. Ia menyuruh kedua anak tirinya untuk mencari kayu bakar di hutan.
�Kalian berdua hari ini harus mencari kayu bakar lagi!� perintah sang ibu, �Jumlahnya harus tiga kali lebih banyak dari yang kalian peroleh kemarin. Dan ingat! Jangan pulang sebelum kayunya banyak dikumpulkan. Mengerti?!�

�Tapi, Bu�� jawab anak lelakinya, �Untuk apa kayu sebanyak itu�? Kayu yang ada saja masih cukup banyak. Nanti kalau sudah hampir habis, barulah kami mencarinya lagi��

�Apa?! Kalian sudah berani membantah ya?! Nanti kulaporkan ke ayahmu bahwa kalian pemalas! Ayo, berangkat sekarang juga!!� kata si ibu tiri dengan marahnya.

Anak tirinya yang perempuan kemudian menarik tangan kakaknya untuk segera pergi. Ia tahu bahwa ayahnya telah dipengaruhi sang ibu tiri, jadi sia-sia saja untuk membantah karena tetap akan dipersalahkan jua. Setelah membawa beberapa perlengkapan, berangkatlah mereka menuju hutan. Hingga senja menjelang, kayu yang dikumpulkan belum mencukupi seperti yang diminta ibu tiri mereka. Terpaksa lah mereka harus bermalam di hutan dalam sebuah bekas pondok seseorang agar dapat meneruskan pekerjaan mereka esok harinya. Hampir tengah malam barulah mereka dapat terlelap walau rasa lapar masih membelit perut mereka.

Esok paginya, mereka pun mulai mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya. Menjelang tengah hari, rasa lapar pun tak tertahankan lagi, akhirnya mereka tergeletak di tanah selama beberapa saat. Dan tanpa mereka ketahui, seorang kakek tua datang menghampiri mereka.
�Apa yang kalian lakukan disini, anak-anak?!� tanya kakek itu kepada mereka. Kedua anak yang malang tersebut lalu menceritakan semuanya, termasuk tingkah ibu tiri mereka dan keadaan mereka yang belum makan nasi sejak kemarin hingga rasanya tak sanggup lagi untuk meneruskan pekerjaan.

�Kalau begitu�, pergilah kalian ke arah sana.� kata si kakek sambil menunjuk ke arah rimbunan belukar, �Disitu banyak terdapat pohon buah-buahan. Makanlah sepuas-puasnya sampai kenyang. Tapi ingat, janganlah dicari lagi esok harinya karena akan sia-sia saja. Pergilah sekarang juga!�

Sambil mengucapkan terima kasih, kedua kakak beradik tersebut bergegas menuju ke tempat yang dimaksud. Ternyata benar apa yang diucapkan kakek tadi, disana banyak terdapat beraneka macam pohon buah-buahan. Buah durian, nangka, cempedak, wanyi, mangga dan pepaya yang telah masak tampak berserakan di tanah. Buah-buahan lain seperti pisang, rambutan dan kelapa gading nampak bergantungan di pohonnya. Mereka kemudian memakan buah-buahan tersebut hingga kenyang dan badan terasa segar kembali. Setelah beristirahat beberapa saat, mereka dapat kembali melanjutkan pekerjaan mengumpulkan kayu hingga sesuai dengan yang diminta sang ibu tiri.

Menjelang sore, sedikit demi sedikit kayu yang jumlahnya banyak itu berhasil diangsur semuanya ke rumah. Mereka kemudian menyusun kayu-kayu tersebut tanpa memperhatikan keadaan rumah. Setelah tuntas, barulah mereka naik ke rumah untuk melapor kepada sang ibu tiri, namun alangkah terkejutnya mereka ketika melihat isi rumah yang telah kosong melompong.

Ternyata ayah dan ibu tiri mereka telah pergi meninggalkan rumah itu. Seluruh harta benda didalam rumah tersebut telah habis dibawa serta, ini berarti mereka pergi dan tak akan kembali lagi ke rumah itu. Kedua kakak beradik yang malang itu kemudian menangis sejadi-jadinya. Mendengar tangisan keduanya, berdatanganlah tetangga sekitarnya untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi. Mereka terkejut setelah mengetahui bahwa kedua ayah dan ibu tiri anak-anak tersebut telah pindah secara diam-diam.

Esok harinya, kedua anak tersebut bersikeras untuk mencari orangtuanya. Mereka memberitahukan rencana tersebut kepada tetangga terdekat. Beberapa tetangga yang iba kemudian menukar kayu bakar dengan bekal bahan makanan bagi perjalanan kedua anak itu. Menjelang tengah hari, berangkatlah keduanya mencari ayah dan ibu tiri mereka.

Telah dua hari mereka berjalan namun orangtua mereka belum juga dijumpai, sementara perbekalan makanan sudah habis. Pada hari yang ketiga, sampailah mereka di suatu daerah yang berbukit dan tampaklah oleh mereka asap api mengepul di kejauhan. Mereka segera menuju ke arah tempat itu sekedar bertanya kepada penghuninya barangkali mengetahui atau melihat kedua orangtua mereka.

Mereka akhirnya menjumpai sebuah pondok yang sudah reot. Tampak seorang kakek tua sedang duduk-duduk didepan pondok tersebut. Kedua kakak beradik itu lalu memberi hormat kepada sang kakek tua dan memberi salam.

�Dari mana kalian ini? Apa maksud kalian hingga datang ke tempat saya yang jauh terpencil ini?� tanya sang kakek sambil sesekali terbatuk-batuk kecil.

�Maaf, Tok.� kata si anak lelaki, �Kami ini sedang mencari kedua urangtua kami. Apakah Datok pernah melihat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang masih muda lewat disini?�

Sang kakek terdiam sebentar sambil mengernyitkan keningnya, tampaknya ia sedang berusaha keras untuk mengingat-ingat sesuatu.
�Hmmm�, beberapa hari yang lalu memang ada sepasang suami-istri yang datang kesini.� kata si kakek kemudian, �Mereka banyak sekali membawa barang. Apakah mereka itu yang kalian cari?�

�Tak salah lagi, Tok.� kata anak lelaki itu dengan gembira, �Mereka pasti urangtuha kami! Ke arah mana mereka pergi, Tok?�

�Waktu itu mereka meminjam perahuku untuk menyeberangi sungai. Mereka bilang, mereka ingin menetap diseberang sana dan hendak membuat sebuah pondok dan perkebunan baru. Cobalah kalian cari di seberang sana.�

�Terima kasih, Tok�� kata si anak sulung tersebut, �Tapi�, bisakah Datok mengantarkan kami ke seberang sungai?�

�Datok ni dah tuha� mana kuat lagi untuk mendayung perahu!� kata si kakek sambil terkekeh, �Kalau kalian ingin menyusul mereka, pakai sajalah perahuku yang ada ditepi sungai itu.�

Kakak beradik itu pun memberanikan diri untuk membawa perahu si kakek. Mereka berjanji akan mengembalikan perahu tersebut jika telah berhasil menemukan kedua orangtua mereka. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka lalu menaiki perahu dan mendayungnya menuju ke seberang. Keduanya lupa akan rasa lapar yang membelit perut mereka karena rasa gembira setelah mengetahui keberadaan orangtua mereka. Akhirnya mereka sampai di seberang dan menambatkan perahu tersebut dalam sebuah anak sungai. Setelah dua hari lamanya berjalan dengan perut kosong, barulah mereka menemui ujung sebuah dusun yang jarang sekali penduduknya.

Tampaklah oleh mereka sebuah pondok yang kelihatannya baru dibangun. Perlahan-lahan mereka mendekati pondok itu. Dengan perasaan cemas dan ragu si kakak menaiki tangga dan memanggil-manggil penghuninya, sementara si adik berjalan mengitari pondok hingga ia menemukan jemuran pakaian yang ada di belakang pondok. Ia pun teringat pada baju ayahnya yang pernah dijahitnya karena sobek terkait duri, setelah didekatinya maka yakinlah ia bahwa itu memang baju ayahnya. Segera ia berlari menghampiri kakaknya sambil menunjukkan baju sang ayah yang ditemukannya di belakang. Tanpa pikir panjang lagi mereka pun memasuki pondok dan ternyata pondok tersebut memang berisi barang-barang milik ayah mereka.

Rupanya orangtua mereka terburu-buru pergi, sehingga di dapur masih ada periuk yang diletakkan diatas api yang masih menyala. Di dalam periuk tersebut ada nasi yang telah menjadi bubur. Karena lapar, si kakak akhirnya melahap nasi bubur yang masih panas tersebut sepuas-puasnya. Adiknya yang baru menyusul ke dapur menjadi terkejut melihat apa yang sedang dikerjakan kakaknya, segera ia menyambar periuk yang isinya tinggal sedikit itu. Karena takut tidak kebagian, ia langsung melahap nasi bubur tersebut sekaligus dengan periuknya.

Karena bubur yang dimakan tersebut masih panas maka suhu badan mereka pun menjadi naik tak terhingga. Dalam keadaan tak karuan demikian, keduanya berlari kesana kemari hendak mencari sungai. Setiap pohon pisang yang mereka temui di kiri-kanan jalan menuju sungai, secara bergantian mereka peluk sehingga pohon pisang tersebut menjadi layu. Begitu mereka tiba di tepi sungai, segeralah mereka terjun ke dalamnya. Hampir bersamaan dengan itu, penghuni pondok yang memang benar adalah orangtua kedua anak yang malang itu terheran-heran ketika melihat banyak pohon pisang di sekitar pondok mereka menjadi layu dan hangus.

Namun mereka sangat terkejut ketika masuk kedalam pondok dan mejumpai sebuah bungkusan dan dua buah mandau kepunyaan kedua anaknya. Sang istri terus memeriksa isi pondok hingga ke dapur, dan dia tak menemukan lagi periuk yang tadi ditinggalkannya. Ia kemudian melaporkan hal itu kepada suaminya. Mereka kemudian bergegas turun dari pondok dan mengikuti jalan menuju sungai yang di kiri-kanannya banyak terdapat pohon pisang yang telah layu dan hangus.

Sesampainya di tepi sungai, terlihatlah oleh mereka dua makhluk yang bergerak kesana kemari didalam air sambil menyemburkan air dari kepalanya. Pikiran sang suami teringat pada rentetan kejadian yang mungkin sekali ada hubungannya dengan keluarga. Ia terperanjat karena tiba-tiba istrinya sudah tidak ada disampingnya. Rupanya ia menghilang secara gaib. Kini sadarlah sang suami bahwa istrinya bukanlah keturunan manusia biasa. Semenjak perkawinan mereka, sang istri memang tidak pernah mau menceritakan asal usulnya.

Tak lama berselang, penduduk desa datang berbondong-bondong ke tepi sungai untuk menyaksikan keanehan yang baru saja terjadi. Dua ekor ikan yang kepalanya mirip dengan kepala manusia sedang bergerak kesana kemari ditengah sungai sambil sekali-sekali muncul di permukaan dan menyemburkan air dari kepalanya. Masyarakat yang berada di tempat itu memperkirakan bahwa air semburan kedua makhluk tersebut panas sehingga dapat menyebabkan ikan-ikan kecil mati jika terkena semburannya.

Oleh masyarakat Kutai, ikan yang menyembur-nyemburkan air itu dinamakan ikan Pasut atau Pesut. Sementara masyarakat di pedalaman Mahakam menamakannya ikan Bawoi.
Baca selengkapnya

Selasa, 06 September 2011

Inilah Racing Go Karts

Inilah Racing Go Karts

Kart racing or karting is a variant of open-wheel motorsport with small, open, four-wheeled vehicles called karts, go-karts, or gearbox/shifter karts depending on the design. They are usually raced on scaled-down circuits. Karting is commonly perceived as the stepping stone to the higher and more expensive ranks of motorsports.

Go Karts vary widely in speed and some (known as Superkarts) can reach speeds exceeding 160 miles per hour (260 km/h), while go-karts intended for the general public in amusement parks may be limited to speeds of no more than 15 miles per hour (24 km/h). A KF1 kart, with a 125 cc 2-stroke engine and an overall weight including the driver of 150 kilograms has a top speed of 85 miles per hour (137 km/h). It takes a little more than 3 seconds to go from 0 to 60 mph with a 125 cc shifter kart (6 gears), with a top speed of 115 miles per hour (185 km/h) on long circuit

When browsing go karts for sale, it is very important to know what type of go kart you�re looking for. For example, there�s no point in getting a great bargain on a racing go kart if you just want a small electric go kart for your child to play with.

There�s also no point in buying a brand new go kart if second hand go karts will meet your needs. Here at Go Karts For Sale.biz, our go kart enthusiasts will help you:
Price Go Karts

Go Kart 02S-110 $787.50
Go Kart 04 $4,750.25
Go Kart 12A $6,160.28
Go Kart 19 $1,907.00
Go Kart GK-37K $682.50
Go Kart GK-45 $6,096.55
Go Kart GK-49 $4,218.15
Go Kart GK-58 $3,799.00

All Prices Go Karts For Sale angatlah The Cheap
Popular Go Karts offering namebrands and a wide selection of quality Go Karts for sale. The best prices guaranteed!

Baca selengkapnya

Selasa, 16 Agustus 2011

Inilah How to find college textbooks cheaper

Inilah How to find college textbooks cheaper

You might call it a student's first lesson in exploitation: paying $ 100 for textbooks, and then only get $ 12 when sold back to the campus bookstore at the end of the semester.

College textbook prices rose about 6 percent, on average, every year - twice the rate of inflation - from 1986 to 2004. And nothing more annoying then pay the sticker price on a textbook (well, with the exception of the school itself), when many other books available at a discount. The cost of buying textbooks can easily add up to $ 1,000 per year or more.

Thankfully, the federal rules that went into effect in July may help reduce pain. Publishers can no longer bundle their textbooks with materials such as workbooks over, and they have to disclose their prices to professors when making a sales pitch. Colleges, meanwhile, is now required to provide students with a list of books assigned at the time of registration only, which allows more time for shopping before class begins.

That's very important now because there are more ways to save on books if you buy or rent online. Times article from last year, provides a wealth of information that can help. But we also spoke with Nicole Allen, the book advocates the Student Public Interest Research Group, for a few tips:

Free Books Google Books has scanned a lot of text into its database, although you can not find everything you need - or, you can only have access to every page 10, Ms. Allen said. Meanwhile, Project Gutenberg has taken the book out-of-copyright in the public domain and scanned them into the library. "If you learn to Jane Austen, you will not have an easy time following along with page numbers, but you certainly can get access to the text without paying for it," he added.

The use of open source text book called, offered by companies such as FlatWorld Knowledge, also increased. "Students are assigned a textbook open-source can usually download a free copy, or they can purchase a printed and bound version for $ 20 to $ 40," Ms. Allen said. (Suggest to your future professors.)

ETextbooks Are you the kind of student who really relaxing read on your computer or IPAD and will not be tempted to print anything? Then consider using eTextbooks, which is a digital version of textbooks which usually sell for about half the full retail price.

fatwallet.com, for example, is a consortium of publishers of text books that provide eTextbooks which allows students to highlight and record electronically. Printing, however, is limited to 10 pages at once. "We found that 75 percent of students still prefer print to digital," added Ms. Allen.

Renting ...

On Campus Some universities have started programs that allow students to rent their textbooks. Rent-A-Text, for example, has been working with 800 college bookstore. Said to be hired for the semester books cost about half the purchase price, while online purchases can be picked up at your college bookstore. (Note to highlight fanatics: you will not be penalized, as long as you sign is not "excessive.")

Online But you'll also want to know how the prices compare with renting online. Chegg.com has a reputation as a rental company Netflix books - books that are used are known to arrive at the bright orange boxes, and more importantly, in good condition. Shipping starts at $ 3.99, and free return shipping.

Cutting Out ??the Middle Man ...

Some students have listed the books they have on Facebook, Ms. Allen said, or even Craigslist. The Student PIRGs also has its own book swapping Web site, which allows students to seek university and post books they have, or find that they need.

Sell ??Your Books ...

You usually will not get the best deal from your campus bookstore. But if the store knew it would require the same book next semester, could pay as much as 40 or 50 percent off the retail price, Ms. Allen said.

Most of the booksellers who used large will also buy it back. Campusbooks.com not buy used books, but it has a neat search engine that lists are bought and how much they pay.

And if you're feeling charitable, you can donate or sell your book to BetterWorldBooks.com, which raises money for literacy initiatives.

Where do you find the best deals on college textbooks? Do you think it is better to buy or rent?
Baca selengkapnya

Sabtu, 06 Agustus 2011

Inilah Tokoh Dunia Yang Punya Sejarah Dengan Indonesia

Anthony Fokker 

Anton Herman Gerard Fokker (6 April 1890 - 23 Desember 1939) adalah Seorang pelopor penerbangan dan produsen pesawat terbang Belanda - Amerika.

Anthony (Tony) Fokker dilahirkan di Kediri, Jawa Timur. anak dari Herman Fokker seorang pemilik perkebunan kopi Belanda.


Barrack Obama

Barrack Obama lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961. Dia dan Keluarganya pindah ke Jakarta, Indonesia tahun 1967. Obama kemudian bersekolah di SD Santo Fransiskus Asisi di Tebet, lalu pindah ke SDN Menteng 1 (sekarang SD Besuki) di Menteng hingga ia berusia 10 tahun. Saat ini Obama masih dapat berbicara bahasa Indonesia dengan tingkat dasar.

Giovanni van Bronckhorst

Giovanni van Bronckhorst lahir pada 5 Mei 1975 di Rotterdam. Kalau yang ini pasti sudah banyak yang tahu. Pemain timnas belanda ini pernah membela banyak klub besar seperti RKC Waalwijk, Feyenoord Rotterdam, Rangers, Arsenal, FC Barcelona, Feyenoord Rotterdam. Ayahnya orang asli Indonesia, ibunya adalah orang maluku.

Maya Soetoro

Maya Soetoro lahir 15 Agustus 1970 Jakarta, Indonesia. Dia adik tiri dari presiden amerika Barack Obama. Sering diwawancara oleh stasiun televisi Amerika karena dia adalah salah satu tim kampanye Barack Obama. Ayah nya adalah seorang Indonesia, Lolo Soetoro. Dia satu ibu dengan Obama, tapi beda Ayah.

Michelle Branch

Michelle Jacquet DeSevren Branch (lahir di Phoenix, Arizona, 2 Juli 1983) Penyanyi blasteran Irlandia, Indonesia, Perancis, dan Belanda ini memiliki dua saudara.

Nenek Michelle Branch dari ibunya lahir di Jawa Timur sehingga kemungkinan besar Michelle adalah keturunan Jawa. Ada kemungkin pula ia keturunan Madura.
Baca selengkapnya

Inilah Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses di Dunia

1. Agatha Christie, Belajarnya Cuma di Rumah

Agatha Christie adalah penulis asal Inggris yang dikenal sebagai Master of The Mystery Novel atau Queen of Crime. Novel bergenre misterinya begitu terkenal ke seluruh dunia. Ia menulis 80-an novel. Sebanyak 30-an novelnya sudah diadaptasi ke dalam film.


Di manakah ia belajar hingga menjadi penulis yang begitu produktif? Ternyata Agatha hanya belajar di rumah. Sebenarnya di keluarganya, ia punya dua kakak yang kebetulan mendapat kesempatan sekolah formal.

Sedangkan untuk Agatha, ibunya memilih untuk mengajari sendiri di rumah. Saat usia putrinya menginjak 8 tahun, sang ibu baru mendatangkan tutor ke rumah. Ketika Perang Dunia I bergolak, Agatha bekerja menjadi perawat. Saat itu usianya baru belasan.

Kemudian ia bekerja di apotek rumah sakit yang banyak mengilhami cerita soal racun dalam novel-novelnya di kemudian hari. Novel pertamanya lahir setelah kakaknya, Madge, memberinya tantangan, apakah ia bisa menulis novel.

Tantangan itu ia jawab dengan novel pertamanya berjudul �The Mysterious Affair at Styles�. Dari sanalah ia meniti karier sebagai novelis.

2. Frederick Douglass, Budak yang Belajar Autodidak

Frederick adalah seorang budak asal Amerika Serikat, yang dilarang sekolah. Meski begitu ia pantang menyerah untuk belajar. Ia mulai dengan belajar membaca dari seorang aktivis gerakan pembebasan perbudakan. Ia belajar dari apa pun yang bisa ia baca.


Untuk memperkaya ilmunya, Frederick selalu mencari kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang yang pengetahuannya lebih tinggi darinya. Terbukti belajarnya efektif, karena setelah bebas sebagai budak ia menjadi penulis hebat, orator ulung, dan pemimpin gerakan pembebasan perbudakan.

3. Lawrence Ellison, Membangun Oracle karena Terinspirasi sebuah Paper

Lawrence (Larry) Ellison adalah pendiri Oracle, perusahaan pembuat software terbesar kedua dunia saat ini. Seperti pengusaha di bidang teknologi informasi lainnya yang kebanyakan drop-out perguruan tinggi, Larry pun demikian.


Ia keluar dari University of Illinois pada tahun keduanya kuliah. Setelah itu ia membangun kariernya sebagai ahli data system. Ia tertarik mendirikan Oracle pada tahun 1977 setelah terinspirasi dari paper karya Edgar F. Codd mengenai database system berjudul �Relational Model of Data for Large Shared Data Banks.�

4. Peter Jennings, Presenter Terkenal yang Tak Lulus SMA

Presenter terkenal ABC News ini sebenarnya tak lulus SMA. Jennings memulai kariernya sejak usia 9 tahun. Saat itu ia menjadi penyiar radio anak-anak di Kanada. Ayahnya yang juga penyiar radio CBC dan sedang bertugas di luar negeri berang ketika tahu anaknya jadi penyiar radio di tempatnya bekerja.


Ayahnya memang tak menyukai nepotisme. Kegiatan jadi penyiaran ciliknya tak lama. Peter lebih konsentrasi sekolah. Namun sekolahnya tak mulus. Malah ia sempat tak naik ke kelas 10. Menurut pengakuannya ia bosan belajar saat itu. SMA-nya pun tak tamat.

Ia sebenarnya ingin sekali menjadi penyiar seperti ayahnya. Namun kesempatan itu tak mudah ia dapat. Ia lebih dulu bekerja di bank dan sempat aktif di teater setempat. Baru pada usia 21 tahun ia bisa meraih impiannya menjadi penyiar radio.

Setelah itu kariernya terus menanjak dengan semangat autodidaknya yang tinggi hingga kemudian menjadi wartawan dan penyiar televisi kenamaan AS.

5. Anthony Robbins, Bekerja Sambil Belajar dari Pembicara Ternama

Ia hanya tamat SMA dan memulai kariernya dengan cara mempromosikan seminar yang diadakan Jim Rohn. Saat itu usianya baru 18 tahun. Ia memanfaatkan kedekatan dengan Jim Rohn untuk belajar �happiness and success life�.


Tak heran jika ia tak segan menyebut Jim Rohn sebagai mentor pertamanya. Pada usia 22 tahun, Anthony Robbins mulai belajar Neuro-Linguistic Programming (NLP) secara informal dari penciptanya, John Grinder.

Setelah belajar dari tokoh lain yang juga secara informal, Robbins akhirnya bisa mengembangkan ilmu NLP menjadi ilmu baru yang disebutnya Neuro-Associative Conditioning (NAC).

Dengan belajar yang bisa disebut autodidak (bukan di bangku sekolah atau perguruan tinggi), Robbins akhirnya menjadi penulis buku laris dan motivator terkenal di dunia. Ia sudah berbicara di hadapan lebih dari 50 juta orang di lebih dari 50 negara.

Jangan heran, dari sisi finansial, dari semula pemuda miskin, Robbins menjadi pembicara dengan tarif tinggi. Dalam kariernya ia pernah menjadi salah satu penasihat (mantan) Presiden AS Bill Clinton.
Baca selengkapnya

Sabtu, 16 Juli 2011

Inilah Alfa Thomas Edisen Biografi

Inilah Alfa Thomas Edisen Biografi

Versatile inventor Thomas Alva Edison was born in 1847 in Milan, Ohio, USA. Just three years he received formal education, after it kicked out of school because the teacher thought the child was incredible stupid.
His first creation, electronic voice recorder dibikinnya when he was twenty one years. Her work did not sell. After that he earned fabrication equipment that can diharapnya sold in the market, shortly after he managed to make an electronic voice recorder, he discovered and perfected engine telegraph which automatically prints the letter, which sold for 40,000 dollars, a huge amount at that time. After that, as he queued to find new work and in a short time Edison was not only famous but also the rich. Perhaps, the most original inventions are patented machine that records in 1877. However, more famous in the world than it is the development of a practical incandescent light bulb in 1879.
Edison was not the first to create a system of electric lighting. Several years before the electric current bersinarkan lights have been used for lighting street lamps in Paris. However, following Edison's incandescent bulb electric power distribution system which enables the development of practical electric lighting for the home. 1882, the company began producing electricity for homes in New York, and in a short time had spread throughout the world.
With the establishment of the first electric lighting for homes, Edison is already laying the groundwork for the development of big industry. The use of electric power is not just for lighting but for all aspects of household needs, ranging from televisions to washing machines. Furthermore, the use of electricity through the distribution networks that Edison established itself encourages the use of electricity for industrial sectors.
Edison also contributed for the development of the extraordinary film cameras and projectors. He made important improvements pertilponan (carbon transmiternya improve the clarity of hearing), improvements in the telegraph, and typewriter. Among other findings, among others, dictation machines, coffee machines and the storage battery-driven. Arguably, designing more than 1000 Edison invention, an amount that is really absurd.
One very surprising because their productivity is due at the beginning of his career he built a laboratory investigation in Menlo Park, New Jersey. That's where he gathered a group which enabled makers to help him. This is the embryo of a laboratory investigation that later imitated by so many industries. Edison beginner modern laboratories, a fully equipped central inquiry where so many people working together is a team, is also the result of his work is important, though of course something that he could not patented.
Edison was not only an inventor, he also was involved in organizing various construction and industrial companies. The most important of which eventually transformed into the General Electric Company.
Although the traits he's not a pure scientist, Edison make a scientific discovery. In 1882 he discovered that in a state of near vacuum, electrical current can flow between the two wires are not touching each other. This phenomenon - called Edison's invention - not just have important theoretical intention, but also mean a significant practical use. This leads to the development of vacuum tubes and the foundation of the electronics industry.
Almost all his lifetime, Edison suffered from weak hearing. But, even so, he is more than able to overcome it with hard work is amazing. Edison married twice (his first wife died young), has three children from each wife. He died in 1931 in West Orange, New Jersey.
There was no disagreement about the talent Edison. Everyone agreed that he was the great genius inventor who ever lived. Rows of his findings are very useful and make considered shocking knee chills, although it may be partially developed by other people within thirty years. However, if we consider his personal discoveries, would seem to us that none of it has a decisive significance. For example incandescent bulb, although widely used, is not an irreplaceable items in the modern world. The fact is, illumination from scattered radiation and outgoing in the form of light, which works on the basis of scientific principles are entirely different, is also widely used by people, and in our daily lives does not make any difference if we do not use incandescent light bulbs altogether. Indeed, prior to use electric lighting, candles, oil lamps, and gas lamps are generally regarded as satisfactory levels of illumination.
LPs tool is a clever invention, but nobody thought the tool was able to transform our everyday lives as well as the role presented a radio, television or telephone. Furthermore, in recent years, has created a tool can be a voice recorder with an entirely different method, such as magnetic tape cassette. And if there is no machine record, it does nothing. Many of Edison's patents relating to the improvement of tools, have actually been discovered by others first, even in a form that can be utilized. Improvements in this - although a lot of help - can not be regarded as an important meaning in the sequence of history in general.
But, although none of the inventions Edison-shattering importance, is also useful to remember that he did not just create a single tool, but more than a thousand. On the basis of these considerations I put Edison higher than such famous inventor Guglielmo Marconi and Alexander Graham Bell.
Baca selengkapnya
Inilah Story Plato Figure Thinkers Western People

Inilah Story Plato Figure Thinkers Western People

Ancient Greek philosopher Plato is no doubt the forerunner of Western political philosophers and ideas as well as ethics and metaphysics dedengkot them. Its opinions in this field has been read more widely than 2300 years. Inevitably, as the father of Plato resident fathers of Western thinkers,

Plato was born of the famous family of Athens circa 427 BC. In his teens he became acquainted with the famous philosopher Socrates is a teacher as well as his friend. The year 399 BC, when Socrates was seventy years old, he was dragged into court with baseless accusations do shit and deprave the young Athenian. Socrates was condemned, sentenced to death. Execution of Socrates - Plato called "the wisest, terjujur, best of all human beings I have ever known" - make Plato hated democratic government.

Shortly after the death of Socrates, Plato left Athens and during the ten-twelve years of wandering to where the foot carries.

Around the year 387 BC he returned to Athens, founded the university there, an academy which runs more than 900 years. Plato spent the rest of the age of forty years in Athens, taught philosophy and wrote the particulars. Famous disciple, Aristotle, who finished college student at the age of seventeen years, while Plato it was already stepping on the age of sixty years. Plato blindfold at the age of seventy.

Plato wrote no less than thirty-six books, mostly about politics and ethics than metaphysics and theology. Of course impossible to summarize the contents of all the books in just a few sentences. However, with the risk of simplifying his thoughts, I would also try to summarize the main points politiknya.yang ideas presented in the famous book, Republican, representing his thoughts about the ideal form of society that thinks.

The best form of a government, Plato suggested, is a government that is held by the aristocrats. What is meant here rather than aristocratic aristocrats who measured the quality of the dose, the government is driven by the son of the best and wisest in the country. These people should be elected not by the voting population, but through the decision process along. People who have become members of the ruling or the so-called "guardian" should be added those who are equal solely on the basis of quality considerations.

Plato believed that for everyone, whether male or female, must be provided the opportunity to show his skill as a member of the "guardian". Plato is the first major philosopher, and in the long term in actual fact is only he, who proposed the equality of opportunity regardless of gender. To prove the equality of chances, Plato suggested that the growth and education of children is managed by the state. Children must first obtain a thorough physical workout, but in terms of music, mathematics and other academic disciplines should not be overlooked. At some stage, extensive tests must be conducted. Those who are less advanced must diaalurkan to participate and engage in economic activities, while those who must continue to advance and receive gemblengan exercise. The addition of this education should include not only the usual academic subjects, but also explore the philosophy of Plato referred to examine the doctrine of the ideal form of metaphysical ideology.

At the age of thirty-five years, these people who are already fully convinced able to show his mastery in the field of basic theories, must undergo additional training again for fifteen years, which must include work for a practice experience. Only people who are able to show that they can realize the real work in the form of books he had studied can be classified into the "guardian class." Moreover, only people who clearly could. shows that the main interest is to serve the interests of society that can be accepted into. "Guardian class."

Membership guardian is not in itself attract public attention. For, so the guardian is not a lot to get money. They have allowed only a limited amount of personal property and must not have any land for private homes. They receive a certain salary and fixed (it was in a modest amount), and not allowed to have gold or silver. Members are not allowed to have a family guardian separate place, they must eat together, have a couple together. Rewards-frontman frontman for philosophers rather than wealth but satisfaction in serving the public interest. That a sum according to Plato's ideal republic.

Republican widely read for centuries. But it must be noted, a political system that is recommended in it have never actually practiced as a model of any government. During the period between the time of Plato until now, most European countries adopt the system of the kingdom. In recent centuries some countries adopt democratic forms of government. There is also a system of military rule, or under the tyrannical demagogues such as Hitler and Mussolini. None of these governments have in common with Plato's ideal republic. Plato's theory was never a fad any political party, or so bases of political movements such as happening on the teachings of Karl Marx, if thus we may conclude that the work of Plato, although discussed with great respect, is actually completely excluded people in practice? I think not.

True, none of the civilian government in Europe rests on Plato's model directly. However, there are remarkable similarities between the positions of the Catholic church in the middle of the century Europe with the "guardian class" Plato. Medieval Catholic church made up of elites who defend themselves in order not to wilt and marginalized, whose members receive formal philosophical exercises. In principle, all men, no matter where its origin can be selected into the priesthood (though not for women). Also in principle, the priests had no family and was directed solely so that they focus on their own group, rather than lust majesty praised.

The role of the Communist Party in the Soviet Union there are also comparing it with "guardian class" in Plato's ideal republic he had. Here too we find that all of the elite group trained by the official philosophy.

Plato also affect the governance structure of the United States. Many members of the American constitutional convention knew and was familiar with Plato's political ideas. He meant, of course, that the Constitution of the United States opened the possibility to explore and influence the will of the people. And also desirable as a means of selecting people who are the wisest and best to govern the country.

The difficulty of determining the significance of Plato's influence throughout the period - despite extensive and spread - are complicated and indirect presented. In addition to his political theory, the discussion in ethics and metaphysics has influenced many philosophers who came later. If Plato was placed on the order of Aristotle's slightly lower than the list right now, this is mainly because Aristotle was not only a philosopher but also an important scientist. Conversely, the higher the placement of the order of Plato rather than thinkers like John Locke, Thomas Jefferson and Voltaire, why because the writings of political influence world affairs in the long period of just two or three centuries, while Plato had a coverage of more than twenty-three centuries.
Baca selengkapnya