Tampilkan postingan dengan label Cerita Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dongeng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2016

Raja Bijaksana dan Tiga Rakyatnya Lengkap

Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Raja Bijaksana dan Tiga Rakyatnya, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.

Dahulu kala, Ada sebuah kerajaan dipimpin seorang raja yang bijaksana dan adil. Dia enggan menggunakan kekayaan kerajaan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Seluruh harta kekayaan kerajaan digunakan untuk memakmurkan rakyatnya. Sehingga tidak heran, seluruh rakyat senantiasa menaruh hormat dan kagum kepada sang raja dan keluarganya. Dan tidak heran seluruh titah raja senantiasa dipatuhi dan dilaksanakan dengan ikhlas oleh rakyatnya.

Suatu hari, baginda raja ingin menguji kesetiaan rakyatnya. Maka diutuslah seorang hulubalang untuk memanggil 3 orang rakyat yang telah dipilih secara acak oleh sang raja. Tidak lama kemudian, datanglah 3 orang rakyat yang dimaksud. Ketiga rakyat yang dipanggil sang raja beranggapan bahwa tentu sang raja akan memberi hadiah yang istimewa kepada mereka, karena sang raja begitu dermawan kepada rakyatnya.

Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya :
"Assalamu'alaikum, rakyatku," sapa sang raja kepada ketiga rakyatnya yang telah berada di hadapannya.

"Walaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, paduka. Kami bertiga menghaturkan salam hormat," jawab ketiganya serentak.

"Hemmm...terima kasih kalian telah memenuhi undanganku. Aku memanggil kalian karena ingin memberi tugas untuk mengambilkan buah-buahan yang ada di wilayah kerajaan ini. Apa kalian mau mengerjakannya?"

"Waaah... dengan senang hati hamba akan mengerjakannya, paduka," jawab ketiganya.

Baginda raja senang mendengar jawaban yang tulus dan kesanggupan rakyatnya.

Lalu sang raja memerintahkan seorang prajurit mengambilkan 3 buah keranjang besar.

"Nah, masing-masing dari kalian harus memenuhi keranjang tersebut dengan aneka macam buah-buahan yang ada di wilayah kerajaan ini. Bila tugas kalian telah selesai maka bawalah buah-buahan tersebut ke hadapanku. Kalian mengerti?"

Ketiga rakyatnya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. Lalu mereka pergi dengan membawa keranjangnya masing-masing.

Ternyata, ketiga rakyatnya memiliki pemikiran yang berbeda terhadap tugas yang diembannya. Ada yang menganggap bahwa tugas sang raja adalah suatu kehormatan baginya, sehingga dia harus melaksanakan dengan senang hati dan penuh keikhlasan serta berusaha mempersembahkan aneka macam buah berkualitas kepada raja mereka. Rakyat kedua menganggap perintah itu biasa saja, sang raja tentu tidak akan memperhatikan dan tidak mungkin akan menghitung buah yang dia kumpulkan. Bukankah sang raja telah makmur dan kaya-raya, tentu tugas ini hanya sekedar menguji kesetiaan saja. Oleh karena itu, ia sembarangan memetik buah-buahan untuk sang raja. Buah-buahan mentah maupun yang sudah hampir busuk dia masukkan ke keranjang. Bahkan dia menata buah ke dalam keranjang juga sembarangan, tidak tertata. Selain itu. agar keranjangnya nampak menarik di hadapan sang raja maka dia sengaja menaruh buah-buahan yang segar dan masak di lapisan atas keranjangnya. Dan rakyat yang ketiga beranggapan bahwa tugas dari sang raja adalah sebuah penghinaan baginya. Dia sudah merasa hidupnya enak, kaya. semua serba ada tetapi sekarang disuruh mengambilkan buah buat si raja. Bukankah kalau sang raja ingin makan buah-buahan tinggal beli di pasar semua tentu ada. "Harta kerajaan khan banyak," pikir rakyat ketiga ini. Oleh karena itu, dia sengaja melaksanakan perintah raja dengan penuh kemalasan dan sembarangan. Dia ingin secepatnya memenuhi keranjangnya agar segera bisa mengakhiri pekerjaannya. Oleh karrena itu, dia mengisi keranjangnya dengan buah-buahan yang asal petik saja. Tidak peduli buah masak ataupun buah masih muda ia masukkan ke keranjangnya. Dia senantiasa bekerja dengan ngedumel. Menggerutu. Tidak ikhlas dalam mengerjakan tugas. Apapun jenis buah yang ada di hadapannya dia masukkan ke dalam keranjang. Bahkan buah-buahan yang beracunpun dia masukkan keranjangnya juga. Dia sengaja melakukan hal itu karena ingin membalas kesewenang-wenangan sang raja kepadanya.

Dan sore hari, ketiga rakyatnya telah mengisi seluruh keranjangnya dengan bermacam-macam buah-buahan sesuai dengan yang dipesan sang raja. Mereka bersama-sama menghadap sang raja.

"Wah...kalian memang benar-benar rakyatku yang setia dan taat terhadap perintah raja. Aku kagum dengan ketaatan kalian. Nah..karena bekal kalian sudah banyak maka aku perintahkan kepada para prajurit untuk membawa kalian menempati pulau-pulau terpencil yang telah disiapkan kerajaan. Pulau itu dihadiahkan kepada kalian bertiga. Disana tidak ada makanan secuilpun. Oleh karena itu, selama di pulau tersebut kalian hanya dibekali dengan sekeranjang buah-buahan yang telah kalian kumpulkan," demikian perintah sang raja. Lalu para prajurit membawa mereka menyeberangi pulau untuk ketiga rakyatnya.

Betapa terkejutnya ketiga rakyatnya mendengar titah sang raja. Sang raja memang telah menguji keikhlasan rakyatnya dalam mengabdi kepada rajanya. Perintah raja harus dilaksanakan.

"Jadi semua buah ini untuk hamba paduka?!" kata mereka. Dan ketiga rakyatnya menyambut keputusan raja dengan raut wajah yang berbeda.

Rakyat yang benar-benar ikhlas bekerja dan berusaha mempersembahkan kualitas terbaik dalam pengabdiannya maka akan merasakan kenikmatan dengan jerih payahnya untuk dirinya sendiri. Sementara rakyat yang menganggap biasa saja perintah sang raja maka akan menyesal karena tidak serius dan asal-asalan melaksanakan perintah sang raja. Sedangkan rakyatnya yang merasa perintah sang raja adalah sebuah penghinaan baginya dan melakukan tugas sembarangan maka akhirnya akan merasakan betapa sengsaranya hidup dengan bekal yang tidak berkualitas dan bekal yang terkesan asal-asalan.

"Sebenarnya Aku tidak butuh dengan hasil pekerjaan kalian karena aku sudah kaya dan tidak membutuhkan semua itu. Aku memerintahkan kalian mengerjakan tugas karena aku ingin melihat sampai sejauh mana kualitas dan ketulusan pengabdian kalian kepadaku," kata sang raja sambil menatap ketiga rakyatnya yang berjalan pergi bersama para prajurit menuju pulau terpencil bagi ketiganya.

Pesan moral cerita :
Tuhan itu maha kaya dan Maha bijaksana. Dia memerintahkan makhluknya untuk beribadah sebenarnya untuk melihat sejauh mana kualitas pengabdian kita kepada-Nya. Semua nilai ibadah yg kita kerjakan sebenarnya hasilnya untuk peningkatan kadar kualitas kita sendiri di hadapan-Nya.
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.


Baca selengkapnya

Kisah Si Burung Bayan dan Si Penggetah Lengkap

cerita burung bayan cerita dongeng indonesiaCerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Kisah Si Burung Bayan dan Si Penggetah, Dongeng berasal dari Kepulauan Riau, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.

Pada zaman dahulu, Tersebutlah seorang lelaki yang dikenal dengan nama si Penggetah. Si penggetah ini diambil dari keseharian lelaki itu sebagai penangkap burung dengan menggunakan getah. Si Penggetah sangat mahir dalam pekerjaannya. Burung-burung hasil tangkapannya kemudian dijual, dan uang hasil penjualan digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Si penggetah sudah sangat lama menjalani pekerjaanya tersebut, namun masih ada yang mengganjal dalam hatinya. Ratusan burung telah berhasil dia tangkap, namun dia belum berhasil menangkap burung bayan yang terkenal dapat berbicara seperti manusia. Oleh karena itu pada hari yang telah dia tentukan, dia berangkat ke hutan yang terkenal tempat bersarangnya burung bayan. � Jika nanti aku berhasil menangkap burung Bayan, aku akan mengurungnya dengan sangkar emas. Aku juga akan merawatnya dengan baik.� Janji si Penggetah dalam hati. Sambil menaburkan getah pada batang pohon yang diduga tempat persinggahan Burung bayan.

Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya :
Pada saat kesokan harinya si Penggetah memeriksa hasil pekerjaannya kemarin. Dia sangat bergembira setelah mendapati seekor burung Bayan terjebak dalam getah buatannya. Si Penggetah lantas membersihkan bulu-bulu burung Bayan yang masih ditempeli getah. Seraya memasukan baurung bayan hasil tangkapannya, si Penggetah berujar pelan.� Sesungguhnya aku telah berjanji jika berhasil menangkapmu, maka aku akan memasukan kedalam sangkar emas dan memeliharamu dengan baik. Namun saat ini aku sangat sulit melaksanakan janjiku karena kondisiku sangat miskin.�

Secara tidak terduga, burung Bayan itu menukas ucapan si Penggetah.� Jika engkau memang menghendaki emas, tampunglah kotoranku. Percayalah, kotoranku itu kelak akan berubah menjadi emas.�

Meski awalnya ragu, namun si Penggetah melaksanakan nasihat si burung Bayan. Dia menampung kotoran si burung bayan dan menyimpannya. Kejaiban terjadi, pada saat esok hari nya kotoran si Burung bayan berubah menjadi butiran-butiran emas. Si Penggetah lantas mengumpukan butiran-butiran emas tersebut. Sampai dirasanya cukup, dia menjual butiran-butiran emas itu dan membeli sebuah sangkat emas besar untuk si burung Bayan. Si penggetah tidak melupakan janjinya pada si burung Bayan, dia juga membeli makanan dan buah-buahan yang sangat disukai si burung bayan.

Berita mengenai Burung Bayan ajaib yang dimiliki si Penggetah dalam waktu singkat langsung menyebar. Kabar keberadaan burung Bayang yang kotorannya dapat berubah menjadi emaspun sampai ke telinga Raja Helat yang merupakan raja yang berkuasa di wilayah si Penggetah tinggal. Raja Helat sangat rakus dan kejam orangnya. Jika dia menginginkan sesuatu, maka apa yang diingikan tersebut harus menjadi miliknya. Dia tidak akan segan-segan merampas dan menggunakan kekerasan untuk mewujudkan setiap keinginannya. Tidak berapa lama setelah mendengar kabar tersebut, Raja Helat langsung memerintahkan hulubalangnya yaitu Bujang Selamat untuk merampas Burung Bayan ajaib itu dari tangan si Penggetah. � Minta burung bayan itu agar dapat kumiliki, namun jika pemiliknya menolak, rampas saja dengan kekerasan.�

Bujang Selamat lantas berangkat menuju gubug tempat dimana Si Penggetah tinggal. Sesuai perintah raja Helat, Bujang Selamat meminta si Penggetah menyerahkan Burung Bayan miliknya kepada Raja Helat.

Sesungguhnya Si Penggerah sangat enggan menyerahkan Burung Bayan tersebut kepada Bujang Selamat, namun untuk menolakpun dia tidak memiliki keberanian. Dia tahu hukuman berat yang sedang menunggunya jika dia menolak keinginan Raja Helat. Dai pun memberikan usul.� Bagaimana jika kamu tanya sendiri saja perihal keinginan Sri Baginda kepada Burung Bayan peliharaanku.�

Bujang Selamat setuju dengan usula dari Si Penggetah.

�Wahai Burung Bayan.� Kata si Penggetah.� Tentu engkau sudah mendengar pembicaran aku dengan Hulubalang istana ini. Sekarang jawablah, apakah engkau bersedia menjadi peliharaan Raja Helat atau tidak. �

Burung Bayan menatap bujang Selamat lekat-lekat sebelum menjawab.� Bujang Selamat, jika Raja Helat mampu memenuhi syarat-syarat yang kuajukan, aku bersedia dengan suka rela menjadi peliharaan Raja Helat.�

�Syarat apa yang engkau kehendaki?� Tanya Bujang Selamat.

�Syarat yang kuajukan sangat mudah.� Ucap burung Bayan.� Aku akan bercerita tentang berbagai kisah. Aku ingin Raja Helat dan keluarganya mendengarkan ceritaku sampai selesai. Sebelum ceritaku berakhir, aku tidak boleh berpindah kepemilikan. Sampaikan kepada Raja Helat mengenai permintaanku ini. Jika Raja Helat bersedia, maka aku juga akan bersedia pula menjadi peliharaanya.�

Bujang Selamat segera melaporkan persyaratan yang diajukan Burung Bayan kepada Raja Helat. Mendengar cerita hulubalangnya, Raja Helat tanpa berpikir panjang segera menyetujui persyaratan itu. Raja helat berpendapat syarat yang diajukan Burung Bayan sangat mudah. Burung Bayan pun lantas dibawa ke Istana kerajaan.

Dihadapan Raja Helat dan keluarganya burung Bayan mulai bercerita. Sangat menarik ternyata cerita yang disampaikan si Burung Bayan. Raja Helat dan keluarganya yang mendengar seperti disihir untuk terus mendengarkan kisah-kisah yang diceritakan si Burung Bayan. Mereka ingin terus mendengarkan cerita itu sampai selesai. Melihat antusiasme Raja Helat dan keluarganya, Si Burung Bayan kembali mengajukan syarat.� Hendaknya Paduka membayar cerita hamba ini dengan segantang emas murni, makanan dan minuman untuk ku.�

�Segantang emas murni?� bola mata Raja Helat membesar, sifat aslinya yang kikir terlihat jelas diwajahnya.� Aku harus membayar ceritamu dengan segantang emas murni, makanan dan juga minuman untukmu?�

�Benar.� Jawab Si burung Bayan. � Sesuai perjanjian kita sebelumnya, jika hamba belum selesai bercerita, maka hamba tidak boleh berpindah pemilik. Untuk cerita hamba ini paduka harus membayar kepada pemilik hamba yaitu si Penggetah.�

Raja Helat terpaksa memenuhi permintaan si burung Bayan. Segantang emas memang jumlahnya sangat banyak bagi rakyat, namun bagi Raja Helat jumlah itu sedikit jika dibandingkan dengan hartanya yang disimpan di gudang istana. Gudang kerajaan sangat banyak menyimpan emas, makanan dan minuman. Itu didapatkan dari pajak kepada rakyat yang sangat tinggi. Semua harta dan makanan itu ditimbun hanya untuk kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Sama sekali tidak terpikir olehnya mengenai kesejahteraan Rakyat yang dipimpinnya. Karena dia berpikir bahwa hartanya tidak akan habis untuk membayar seluruh cerita si burung Bayan, Raja Helatpun memberikan permintaan si Burung Bayan kepada Si penggetah.

Si Penggetah yang merasa harta yang diberikan kepadanya bukalah haknya, melainkan hak seluruh rakyat miskin yang selama ini mebayar pajak tinggi untuk kerajaan. Oleh karena itu si Penggetah justru membagikan kembali harta dan makanan yang diterimanya kepada rakyat yang ada dikerajaan tersebut. ]

Diluar dugaan Raja Helat, Si Burung Bayan benar-benar cerdik. Ceritanya tidak hanya menarik, namun juga panjang dan terus bersambung. Raja Helat dan keluarganya seperti terkena candu untuk terus mendengarkan cerita dari si Burung Bayan. Setiap kali menyelesaikan satu bagian dari cerita panjuangnya, si Burung Bayan meminta bayaran segantang emas murni, makanan dan minuman. Raja Helat terus memenuhi permintaan tersebut. Karena cerita itu terus berkembang, hingga berbulan-bulan kemudian cerita itu belum juga selesai. Telah berpuluh-puluh gantang emas diberikan Raja Helat kepada si Penggetah, disamping berkarung karung makanan, buah-buahan dan minuman. Raja Helat tidak menyadari bahwa gudang penyimpanan hartanya semekin lama semakin kosong. Sampai akhirnya tibalah saat dimana seluruh harta Raja Helat yang disimpan digudangnya habis. Raja Helat yang kikir saat ini tidak memiliki harta. Rakyat yang selama ini dibantu oelh si Penggetah jadi tahu perilaku buruk Raja mereka yang suka menimbun harta untuk dirinya sendiri. Mereka melihat Raja Helat tidak pernah memikirkan kesejahteraan mereka. Rakyat yang marah akhirnya bersatu padu dengan perajurit dan hulubalang kerajaan untuk menggulingkan kekuasaan Raja Helat dan keluarganya.

Rakyat, hulubalang dan para perajurit sepakat untuk mengangkat si Penggetah menjadi raja mereka menggantikan Raja Helat yang kikir dan kejam.

Bertahtalah si penggetah selaku Raja. Dia mengangkat Si Burung Bayan menjadi penasehat kerajaan. Karena saran dan nasihat si Burung Bayan yang cerdas dan bijak, si Penggetah dapat menjalankan kerajaan itu dengan baik. Kesejahteraan Rakyat senantiasa menjadi prioritas utama, dia tidak pernah menumpuk kekayaan seperti yang dilakukan oleh Raja Helat.

Segenap Rakyat kerajaan dapat hidup dengan tenang, damai dan sejahtera dalam pemerintahan si penggetah. Sementara si Penggetah pun hidup berbahagia bersama si burung Bayan yang tetap ditunjuknya selaku penasihat kerajaan.

Pesan Moral dari Cerita Anak Indonesia Kisah Si Burung Bayan dan Si Penggetah adalah :

Kekejaman dan keserakahan penguasa akan ditumbangkan oleh kekuatan rakyat yang dipimpin oleh penguasa. Hanya penguasa yang senantiasa memikirkan dan mengusahakan kesejahteraan rakyatnya saja yang akan dicintai oleh rakyatnya. Pesan moral lainnya adalah jangalan berlaku kikir dan kejam, karena kebahagiaan sejati akan didapatkan dari kedermawanan dan kasih sayang.
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.


Baca selengkapnya

Minggu, 24 Januari 2016

Cerita Dongeng Fabel Putri Tikus Lengkap

Cerita Dongeng Anak Legenda Putri Tikus
Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Cerita Dongeng Fabel Putri Tikus, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan hiduplah seorang Raja dengan ketiga Putranya. Ketiga Putranya kini sudah tumbuh menjadi dewasa. Karena ketiga Pangeran sudah dewasa, Raja sangat berharap mereka segera menikah.

Suatu hari, Raja menyuruh ketiga Pangeran untuk pergi mengembara. Dengan begitu mereka dapat mencari seorang istri. Akhirnya, Pangeran sulung, meminta restu sang Raja. Namun, di tengah perjalanan. Pangeran Sulung melihat seekor Tikus. Tikus berlari kesana kemari, Tikus itu terlihat berbeda dari Tikus lainnya. akhirnya, Tikus berlari menghampiri kaki Kuda yang di naiki Pangeran Sulung, Pangeran Sulung berusaha supaya Kudanya tidak menginjak si Tikus, namun, Tikus tidak mau pergi.

Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya :

�� Hei, Tikus. Pergilah! Jangan sampai kau, di injak oleh Kudaku!�� teriak Pangeran Sulung.

�� Jangan injak aku Pangeran tampan. Ajaklah aku ke Istana, dan jadikan aku tunanganmu.�� Kata si Tikus.
Cerita Dongeng Anak Dunia Legenda Putri Tikus

�� Hahaa. Apa yang kau katakana? Aku harus membawamu dan menjadikanmu sebagai tunanganku? Itu tidak mungkin.!�� Jawab Pangeran Sulung, ia langsung pergi dan mempercepat kudanya.

Tidak lama kemudian, Pangeran Sulung memberikan kabar ke pada Raja, ia sudah bertemu dengan Putri cantik dari kerajaan tetangga. Setelah mendapat kabar baik, Pangeran Kedua langsung pergi mengembara. Sama persis seperti Pangeran Sulung, ia bertemu seekor Tikus. Tikus memohon untuk di jadikan tunangannya. Pangeran Kedua tidak meghiraukan dan langsung pergi dengan cepat. Pangeran Kedua pun berhasil bertemu dengan Putri dari kerajaan lain.

Akhirnya, Pangeran Bungsu meminta restu Raja untuk segera pergi mengembara dan membawa Putri cantik. Namun, di tengah perjalanan ia pun bertemu dengan seekor Tikus sama seperti kedua kakaknya. Si Tikus pun memohon dengan sangat sedih. Agar Pangeran Bungsu membawanya ke istana dan menjadikannya sebagai tunangan. Pangeran Bungsu merasa sangat kasihan melihat si Tikus memohon. Ia bersedia menerima si Tikus.

Tikus, langsung mengajak Pangeran untuk melihat tempat tinggal yang di huninya. Tikus berlari mendahului Pangeran Bungsu untuk menunjukkan jalan. Hatinya sangat gembira. Pangeran Bungsu menaiki Kuda dan mengikuti dari belakang dan sampailah di sebuah batu yang sangat besar.

�� Pangeran, disilah tempat tinggalku. Tunggulah sebentar�� kata Tikus masuk kedalam liang kecil.

Pangeran Bungsu sangat penasaran. Ia langsung turun dari Kudanya dan menghampiri liang Tikus terebut. Tiba-tiba terpancarlah sinar kearah Pangeran Bungsu. Setelah ia menunggu cukup lama. Akhirnya, keluarlah si Tikus dan menyerahkan cincinnya kepada Pangeran Bungsu. Cincin itu sangat indah, Pangeran pun sangat terkejut melihat cincin yang indah dan belum pernah di lihatnya.

Pangeran Bungsu segera kembali ke Istananya. Ia pun menunjukan cincin dari Tikus. Namun, ia sama sekali tidak mau menceritakan dari mana asal Putri yang menjadi pilihannya. Semua orang dalam istana terkejut melihat keindahan cincin yang ia kenakan. Cincin kedua kakaknya tidak seindah cincin yang di miliki Pangeran Bungsu. Setelah beberapa saat. Raja memanggil ketiga Putranya.

�� Anak-anakku, aku ingin ingin sekali memakan roti buatan calon-calon menantuku. Pergilah dan Tolong sampaikan pesanku ini kepada calon istri kalian!�� kata Raja.

Pangeran Bungsu sangat kebingungan. Ia berpikir bagaimana cara Tikus tunangannya membuatkan roti untuk Raja. Akhirnya, ia memutuskan untuk menceritakan apa permintaan ayah. Pangeran Bungsu langsung pergi menemui si Tikus dan memanggilnya. Ia menanyakan apakah Tikus sanggup membuatkan roti.

�� Pangeran, apakah hanya itu permintaan Raja? Tidak usah khawatir Pangeran, besok pagi roti yang di inginkan Raja akan aku siapkan.��

Pangeran segera kembali ke istana dan sangat berharap Tikus tunangannya benar-benar dapat membuatkan roti. Keesokan harinya, Pangeran Bungsu segera kembali ke rumah Tikus. Ia melihat Tikus sudah menunggunya dan roti pesanan Raja. Pangeran Bungsu segera membawa roti tersebut ke istana.

Raja pun langsung mencicipi roti buatan calon-calon menantunya. Kedua kakaknya membawa roti yang rasanya biasa. Namun, Roti yang paling lezat, adalah roti buatan Tikus calon istri dari Pangeran Bungsu.

�� Aku sudah memcicipi roti buatan calon istri kalian. Sekarang, aku ingin tahu, apakan mereka dapat membuatkan minuman yang enak untukku.�� Kata Raja.

Ketiga Pangeran langsung pergi menemui calon istrinya masing-masing untuk memberitahukan permintaan Raja yang kedua. Si tikus pun menyuruh Pangeran Bungsu untuk kembali keesokan harinya. Keesokan harinya Pangeran Bungsu kembali, dan ia melihat sebuat pot emas dan di hiasi batu-batu mulia, sudah siap. Ketika tutup pot di buka, terciumlah bau yang sangat wangi dan segar.

Raja pun langsung mencicipi minuman itu. Namun, Raja tidak pernah minum minuman sesegar dan seenak buatan si Tikus. Raja sangat bahagia. �� Kalian bertiga, sudah berhasil mendapatkan calon istri yang baik. Namun, Putra Bungsu tunanganmu lah yang terbaik. Roti dan minuman buatannya sangat enak.�� Kata sang Raja.

Akhirnya, Raja meminta ketiga Putranya untuk membawa calon istrinya ke istana. Raja ingin sekali melihat wajah calon menantunya.

Pangeran Bungsu pun mulai kebingungan. �� sekarang, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana mungkin aku membawa Tikus ke istana.�� Pangeran Bungsu langsung pergi menemui Tikus dan mengabarkan untuk membawanya ke istana.

�� Tikus, sejujurnya aku sangat khawatir, bagaimana caranya aku membawamu ke istana.�� Kata Pangera Bungsu.

�� Jangan khawatir Pangeran. Semuanya akan berakhir dengan baik. Namun, Pangeran harus menuruti semua yang aku katakana. Siapkan satu kulit telur, enam ekor kumbang, dan dua ekor lalat.�� Jawab si Tikus.

�� Ikatka keenam ekor kumbang pada kulit telur tersebut, kemudia pasangkan ke dua ekor lalat dalam kulit telur, satu di depan dan di belakangku. Aku akan berada paling belakang, dan saat aku tiba di istana nanti, tirukan apa yang kedua kakak Pangeran lakukan kepada calon istrinya. Semuanya akan berakhir dengan baik.�� Sambungnya.

Pangeran Bungsu menuruti apa yang dikatakan si Tikus. Hatinya pun sedikit ragu dan khawatir apa yang akan terjadi. Tidak lama kemudian, Tikus duduk di dalam kulit telur dan berangkatlah mereka keistana. Pengeran Bungsu melihat kedua kakaknya menggendong dan mencium calon istrinya. Pangeran Bungsu pun melakukan peris seperti kakaknya.

Tanpa di duga, tiba-tiba, seorang Putri cantik berada dalam gendongan Pangeran Bungsu dan kendaraan yang di naiki Tikus berubah menjadi sebuah kereta indah. lengkap dengan pengawalnya. Mereka pun masuk ke dalam istana. Semua orang yang berada dalam istana sangat terpesona melihat kecantikan Putri Tikus. Setelah mengenalkan calon istri dari ketiga Pangeran. Putri-putri tersebut kembali ke istana masing-masing.

Pangeran Bungsu mengantarkan Putri Tikus kembali rumahnya. Batu tempat tinggalnya berubah menjadi istana yang indah dan megah. Ternyata Putri terkena kutukan penyihir jahat, sehingga istananya berubah menjadi batu dan ia berubah menjadi Tikus.

Akhirnya, Putri dan Pangeran Bungsu menikah, dan hidup sangat bahagia.

Pesan moral dari Cerita Dongeng Anak Dunia : Legenda Putri Tikus adalah jangan melihat orang lain ndari penampilan luarnya saja. Setiap orang memilki kelebihan yang mungkin kita tidak tahu.

Bagaimana adik-adik, apakah kalian suka dengan kisah dongeng anak kali ini? Jika kalian suka jangan lupa baca kisah menarik lainnya
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Untuk belajar memahami itu semua, coba adik-adik tebak dari cerita diatas temanya apa, tokohnya siapa dan settingnya dimana, ayo siapa yang tahu?.


Baca selengkapnya

Jumat, 23 Oktober 2015

Full Cerita Pak Kasim dan Ular

Pak Kasim dan isterinya tinggal di tepi hutan. Mereka berdua saja karena tidak mempunyai anak. Tiap hari pak Kasim mencari kayu bakar di hutan untuk dijual atau ditukar dengan barang kebutuhan lainnya.

Suatu siang, pak Kasim yang sudah mengumpulkan kayu sejak pagi, beristirahat di bawah pohon yang rindang. Tiba-tiba terdengar suara, �Tolong! Tolong keluarkan aku.�

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Pak Kasim mencari asal suara itu dan melihat sebatang pohon yang tumbang menutupi sebuah lubang besar. Pak Kasim mengintip ke dalam lubang dan melihat seekor ular besar berusaha mendorong pohon tumbang itu.

Pak Kasim takut dan bermaksud pergi saja dari situ. Tapi ular itu memanggilnya, �Jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu.�

Pak Kasim ragu-ragu. Tapi ular itu berbicara lagi. �Tolong pindahkan pohon ini agar aku bisa ke luar. Aku akan mamberikan apa saja yang kauminta.�

Pak Kasim mendorong batang pohon sehingga ular itu bisa ke luar dari lubang.

�Sekarang katakan apa yang kau inginkan.� kata ular.

�Aku orang miskin,� kata pak Kasim. �Aku ingin menjadi kaya.�

�Baiklah,� jawab ular. �Pulanglah.�

Pak Kasim pulang dan rumahnya yang reyot sudah menjadi gedung yang megah. Bahkan isterinya mengenakan pakaian dan perhiasan yang indah. Di meja makan sudah tersedia makanan yang lezat. Sekarang Pak dan Bu Kasim menikmati hidup sebagai orang kaya, bahkan tanpa harus bekerja.

Tak lama kemudian, para tetangga mulai membicarakan pasangan yang mendadak menjadi kaya raya itu.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Bu Kasim merasa tidak enak. �Pak,� katanya kepada suaminya. �Para tetangga membicarakan kita. Katanya kira merampok sehingga menjadi kaya.�

�Biarkan saja, bu.� Kata Pak Kasim. �Mereka hanya iri.�

Beberapa hari kemudian, Bu Kasim berkata, �Kita memang kaya dan hidup enak, tapi aku tidak suka karena orang-orang justeru mengejek kita.�

�Pergilah menemui ular itu lagi, pak. Mintalah agar mereka menghormati kita.�

Pak Kasim pergi ke lubang ular itu dan menceritakan apa yang terjadi.

�Baiklah,� kata ular. �Pulanglah. Kau sudah menjadi raja sekarang. Tapi ingat, kau harus menjadi raja yang adil dan bijaksana.�

Pak Kasim pulang. Baru saja ia masuk ke rumah, ada orang mengetuk pintunya. Ternyata beberapa pengawal berdiri di depan rumahnya. Mereka menceritakan bahwa raja telah turun tahta dan menjadi pertapa. Sekarang mereka ingin pak Kasim menjadi raja.

Pak Kasim dibawa ke istana dan dinobatkan menjadi raja. Bu Kasim menjadi permaisuri. Semua orang menghormati mereka dan melakukan semua perintah mereka.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Pada suatu hari, permaisuri ingin memakai gaun kesayangannya. Tapi baju itu belum kering setelah dicuci. Permaisuri kesal.

Esok harinya, matahari bersinar terik sekali. Permaisuri kepanasan. Ia pergi ke kolam di istana bersama beberapa pelayan. Tapi sinar matahari membuat kulitnya terbakar.

Permaisuri menemui raja. �Pak, biar pun kita raja dan ratu, tapi kita hanya dihormati oleh manusia. Pergilah ke ular itu dan mintalah agar matahari mematuhi kita.�

Raja pergi ke hutan menemui ular dan mengutarakan keinginannya. Ular menjadi marah.
�Pulanglah, pak Kasim,� kata ular. �Aku tak dapat menuruti keinginanmu. Kau terlalu serakah dan mementingkan diri sendiri.�
Pak Kasim pun pulanglah ke istana. Ia merasa lega. Setidaknya ia masih menjadi raja.

Tapi esok harinya, raja yang asli kembali dari pertapaan. Pak Kasim dan isterinya dipersilakan kembali ke rumah mereka. Bu Kasim tidak puas, tapi tidak dapat berbuat apa-apa.
Ketika mereka tiba di depan rumah, gedung megah mereka sudah tidak ada lagi. Di sana hanya ada rumah tua mereka yang sudah reyot.

***

Jika Anda menyukai Cerita Pak Kasim dan Ular, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Kisah Bangau dan Kepiting

Seekor bangau hidup di dekat sebuah danau. Ia sudah mulai tua sehingga tidak kuat lagi mencari ikan. Ia memutuskan untuk menggunakan akalnya untuk mendapatkan makanan.

Ia pun berjalan-jalan di tepi danau dan sengaja menghela napas keras-keras. Seekor kepiting sedang melintas. Melihat bangau yang tampak sedih itu, ia menyapa, �Hai bangau, mengapa kau begitu sedih?�

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
�Tak lama lagi aku akan mati kelaparan,� kata bangau.

�Kemarin aku kebetulan mendengar dua nelayan menjala di danau ini. Salah satu mengatakan bahwa di danau ini banyak ikan dan mengajak temannya menjala di sini. Tetapi temannya berkata danau di sebelah sana lebih banyak ikannya. Jadi mereka akan pergi ke danau itu baru kemudian kembali kemari bila ikan di danau sana sudah habis.�

�Kau tahu, aku akan mati bila tak ada ikan lagi di sini,� lanjut bangau dengan suara sedih.

Kepiting mendengarkan dengan seksama. Kemudian ia menyelam dan memberitahukan berita buruk itu kepada semua ikan.

Dalam sekejab semua ikan berkumpul di dekat bangau. Seekor ikan berkata, �Bangau, kepiting sudah memberitahu kami. Sama seperti dirimu, kami juga dalam bahaya besar. Kau memang musuh kami, tetapi kami percaya kau dapat menolong kami.�

Bangau berpura-pura berpikir, lalu berkata, �Aku sudah tua, apa yang bisa kulakukan untuk kalian. Aku tidak dapat menghalangi kedua nelayan itu.�

Ikan-ikan bercakap-cakap dengan suara berisik. Mereka juga terus membujuk bangau agar mau menolong mereka.

�Bangau,� kata seekor ikan. �Kau memang tidak dapat melawan nelayan, tetapi kau kan bisa memindahkan kami.�

Bangau masih memasang paras muka sedih. Ia pura-pura berpikir. Lalu ia berkata, �Aku pernah melihat sebuah danau di atas bukit. Airnya sangat jernih. Tampaknya banyak makanan untu kalian di sana. Nelayan tak mungkin dapat menemukan danau itu karena letaknya tersembunyi.�

Ikan-ikan sangat gembira. Tetapi mereka bingung melihat bangau sedih lagi.

�Kau seharusnya senang karena dapat menyelamatkan kami. Dengan begitu kau juga tidak akan kehabisan makanan.�

�Kalian kan tahu aku sudah tua. Bagaimana aku dapat membawa kalian semua?�

Ikan-ikan berunding. Akhirnya mereka mengambil keputusan.

�Kau dapat memindahkan kami sedikit-sedikit setiap hari,� kata seekor ikan tua. �Nelayan itu baru akan kembali beberapa minggu lagi. Kau dapat menyelamatkan kami.�

Bangau terlihat gembira seolah karena berhasil menemukan cara menolong ikan-ikan di danau.

�Baiklah, kita berangkat sekarang juga. Siapa siap pergi?�

Ikan-ikan berunding lagi. Akhirnya mereka sepakat bangau akan membawa tiga atau empat ikan setiap hari.

Bangau membuka paruhnya di atas permukaan air dan tiga ikan besar melompat masuk ke dalamnya. Bangau segera terbang membawa mereka. Setelah agak jauh, bangau turun ke darat dan memakan ikan-ikan itu.

Demikianlah, setiap hari bangau mendapatkan banyak makanan tanpa harus susah payah mencari ikan.

Beberapa hari berlalu, tibalah giliran kepiting untuk dipindahkan. Bangau yang menganggap kepiting sebagai musuhnya sangat gembira karena akhirnya kepiting masuk dalam perangkapnya.

�Aku tak dapat membawamu dalam paruhku. Jepitlah leherku dengan capitmu.�
Kepiting menjepit leher bangau. Berangkatlah mereka.

Ketika mereka mendekati tempat bangau biasanya makan, mata kepiting silau. Ada sesuatu di tanah yang memantulkan cahaya matahari. Kepiting penasaran, apa yang begitu menyilaukan? Setelah lebih dekat ia melihat bahwa benda putih yang memantulkan cahaya itu adalah setumpuk tulang ikan.

Sadarlah kepiting bahwa bangau telah memperdaya mereka.

Kepiting langsung memperketat jepitan capitnya di leher bangau. Bangau tidak dapat bernapas. Ia pun jatuh ke tanah dan mati.

***

Jika Anda menyukai Cerita Kisah Bangau dan Kepiting, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Kancil yang Cerdik dan Buaya Bodoh

Pada suatu hari, kancil sedang minum di tepi sungai, ketika seekor buaya menggigit kakinya. Beberapa buaya lain juga berenang mendekat. Kancil tahu ia harus segera menemukan akal untuk menyelamatkan diri.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
�Halo bapak buaya,� kata kancil sambil menyembunyikan suaranya yang gemetar. �Kebetulan kita bertemu di sini, jadi aku tidak perlu memanggil kalian.�

Para buaya bingung, mengapa kancil ingin bertemu dengan mereka? Buaya yang menggigit kaki kancil bahkan sudah melepaskan gigitannya. Kancil bisa saja melarikan diri, namun ia tahu buaya dapat bergerak dengan sangat cepat. Ia pasti tertangkap lagi.

�Begini, bapak ibu,� lanjut kancil. �Aku diperintah oleh Baginda Raja untuk menghitung jumlah penduduk hutan ini. Berapa jumlah semua buaya di sungai ini?�

Para buaya saling berpandang-pandangan. Mereka tidak tahu berapa jumlah buaya yang ada di sana.

Kancil menunggu sejenak.

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
�Kalian tidak tahu?�

Para buaya menggeleng.

�Baiklah.� kata kancil. �Panggil semua buaya kemari.�

Semua buaya dipanggil. Kancil pun mulai menghitung buaya sambil menunjuk-nunjuk. Ia tampak kesulitan menghitung.

�Lebih baik kalian berjajar dari sini ke seberang sana. Aku akan lebih mudah menghitung kalian.�

Para buaya sibuk berjajar. Kancil kemudian menghitung mereka dengan melompat-lompat dari punggung buaya yang satu ke yang lain.

�Satu... dua... tiga... sembilan belas... tiga puluh satu... enam puluh... enam puluh satu, dan terakhir, enam puluh dua!� kata kancil sambil melompat ke seberang sungai.

Namun kancil kelihatan bingung. Ia bergumam keras-keras, �Berapa ya tadi? Enam puluh dua atau enam puluh tiga?�

http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/
Para buaya mulai beranjak dari barisannya.

�Eh,� kata kancil. �Jangan bubar dulu. Lebih baik kuhitung sekali lagi.�
Kancil pun kembali melompat-lompat menghitung buaya kembali ke tepi sungai tempat tadi ia minum.

�Lima puluh sembilan... enam puluh... enam puluh satu... enam puluh dua!�

�Ternyata benar jumlahnya enam puluh dua. Sekarang aku harus melapor kepada Baginda. Terima kasih ya!�

Ia pun lari ke dalam hutan. Karena akalnya yang cerdik, kancil sekali lagi lolos dari bahaya.

***

Jika Anda menyukai Cerita Kancil yang Cerdik dan Buaya Bodoh, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Rabu, 21 Oktober 2015

Full Monyet dan Kacang Polong

Dahulu kala, seorang raja memerintah sebuah kerajaan yang besar. Sang raja suka sekali bepergian. Ia tidak suka mengunjungi negaranya sendiri, tapi lebih suka pergi ke negara lain. 

Pada suatu hari sang raja membawa pasukan tentara berlibur di sebuah negara yang jauh.
Raja berjalan-jalan di hutan sepanjang pagi. Kemudian ia dan tentaranya beristirahat di kemah. Kuda-kuda mereka juga perlu melepas lelah. Mereka diberi makan kacang polong. 

Monyet dan Kacang Polong
Seekor monyet yang tinggal di hutan itu mengawasi rombongan itu dari kejauhan. Ketika ia melihat kacang polong yang diberikan kepada kuda, segera ia turun dari pohon dan mengisi mulut dan tangannya dengan kacang polong banyak-banyak. Lalu ia naik lagi ke pohon dan makan.

Tiba-tiba, sebutir kacang terlepas dari tangan monyet dan jatuh ke tanah. Monyet yang serakah itu langsung melemparkan semua kacang dalam genggamannya dan turun dari pohon untuk mencari kacang yang jatuh itu. 

Monyet dan Kacang Polong
Kacang itu tidak ditemukannya. Monyet memanjat pohon lagi dan baru menyadari ia kehilangan semua kacangnya. Dengan sedih, ia berkata pada dirinya sendiri, �Demi sebutir kacang, aku membuang semua kacangku.�

Raja diam-diam memperhatikan tingkah laku monyet itu. �Aku tidak mau seperti monyet itu. Ia kehilangan banyak sekali demi keuntungan kecil. Aku akan kembali ke negeriku dan menikmati apa yang sudah kumiliki.�
Raja kemudian mengajak tentaranya pulang ke negaranya sendiri.

Moral: Hargai apa yang kamu miliki

***

Jika Anda menyukai Cerita Monyet dan Kacang Polong, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Senin, 19 Oktober 2015

Full Cerita Rakyat Putri Tidur yang Cantik Jelita

Pada zaman dahulu ada seorang Raja dan Ratu yang tidak memiliki seorang anak, sehingga hari-harinya penuh dengan kesedihan. Namun sutau ketika sang Ratu berjalan di tepi Sungai dan seekor ikan berkata kepadanya.

�Apa yang anda inginkan akan segera terpenuhi, dan akan segera memiliki seorang Putri�. Ucap sang ikan.

Putri Tidur yang Cantik Jelita
Ternyata yang dikatakan oleh ikan kecil itu memang benar, hingga akhirnya sang Ratupun memiliki seorang Putri yang sangat cantik dan membuat sang Raja dan ratupun begitu gembira dengan kehadirannya hingga mengadakan jamuan besar-besaran dengan mengundang semua penduduk, teman, keluarga hingga semua peri kerajaan yang dapat memberikan berkah kepada putrinya itu.

Di kerajaan terdapat 13 orang peri namun sang Raja hanya memiliki 12 piring emas jadi sang Raja hanya mengundang 12 peri saja. Para tamu dan semua yang hadir memberikan hadiah kepada putri kecil itu. Satu orang peri memberikan kebaikan, peri yang lain memberikan kekayaan, peri yang lainnya lagi memberikan kecantikan dan begitupun dengan peri-peri yang lainnya hingga sang Putri hampir mendapatkan semua hal terbaik. Namun ketika peri yang kesebelas usai memberikan berkahnya, peri yang ketiga belas datang dengan marah dan membalas dendan dengan mengucapkan.

�Putri Raja ketika menginjak usia ke lima belas ia akan tertusuk oleh jarum jahit dan dia akan mati�.Ucap peri ke tiga belas.

Lalu peri yang kedua belas maju memberikan berkatnya dengan berkata.

�Sang Putri tidak akan mati, akan tetapi ia hanya akan tertidur selama serratus tahun�. Ucap Peri kedua belas.

Sang Rajapun berharap semoga kutukan itu tidak pernah terjadi dan ia dapat menyelamatkan putri kesayangannya dengan memerintahkan semua jarum jahit harus dimusnahkan dan di bawa keluar istana.

Sementara semua berkah yang diberikan peri-peri itu terwujud, sang Putri menjadi wanita yang begitu cantik, ramah-tamah, baik hati dan bijaksana sehingga semua orang menyukainya. Namun tepat di usianya yang ke lima belas sang Raja juga Ratu kebetuan pergi meninggalkan istana dan putrinya sendirian di istana. Sang Putripun berkeliling-keliling melihat kamar-kamar yang ada di istana hingga ia masuk ke satu menara tua yang disana itu ada tangga kecil juga sempit yang menuju keatas hingga ia menemukan pintu kecil. Dipintu kecil itu ada kunci emas yang tergantung, dan iapun membuka pintunya dan seketika ia melihat wanita tua yang sedang sibuk menjahit dengan jarum jahit. Sang Putripun berkata.

�Wahai ibu yang baik, apa yang anda lakukan disini?�. Ucap sang Putri

�Menjahit dan Menyulam�. Ucap wanita tua itu.

�Hasil sulamanmu itu sangat cantik�. Ucap sang putri sambil mengambil jarum dan mulai mengikutinya menyulam. Namun secara tidak sengaja sang putripun tertusuk oleh jarum dan ia jatuh ke tanah hingga ia benar-benar seperti orang yang mati.

Kejadian itu sama seperti yang diramalkan oleh peri ketiga belas itu namun memang tidak mati melainkan hanya tertidur. Sang Raja dan ratu yang baru sampai ke istanapun ikut tertidur, kuda, anjing, lalat dan burung merpatipun semuanya tertidur. Bahkan api yang menyalapun terhenti, daging panggangpun kaku tukang masak yang sedang menarik rmabut anak kecil yang melakukan hal yang kurang baik juga tertidur, semuanya tertidur dan diam.

Tanaman-tanaman liar berduripun dengan cepat memagari sekitar istana dan bertambah tebal setiap tahunnya hingga istanapun tidak terlihat lagi. Namun berita tentang Putri tertidur menyebar hingga ke seluruh daratan sehingga bnayak anak-anak Raja juga pangeran yang ingin masuk ke istana itu. Namun tak pernah berhasil karena ada tanaman duri yang terhampar dan menjerat mereka seolah-olah mereka dipegang oleh tangan hingga mereka tidak dapat maju lagi.

Setelah bertahun-tahun lamanya, orang-orang yang sudah tua menceritakan tentang putri cantik itu, menceritakan juga mengenai duri-duri yang tebal itu, indahnya istana itu, dan semua yang didengarnya tentang banyak pangeran yang mencoba masuk ke istana namun mereka tidak bisa masuk menembus semak belukar itu.

Lalu ada seorang pangeran yang mendengar cerita itu hingga akhirnya ia berkata.

�Cerita ini tidak akan pernah membuatku takut, aku akan pergi dan melihat putri tidur itu�. Ucap pangeran tersebut. Meskipun ia sudah di cegah oleh orang tua itu namun ia tetap pergi.

Ketika pangeran itu datang, serratus tahun sudah berlalu dan ketika ia datang ke istana, ia hanya melihat tanaman indah yang mudah sekali di lewatinya. Tanaman itu menutup kembali dengan rapat ketika pangeran sudah melaluinya. Pangeranpun melihat anjing yang sesnag tertidur pulas begitu pula dengan kuda, lalat, burung dan merpati juga tukang masak yang sedang memegang rambut anak kecil.

Ketika ia masuk kedalam, keadaan begitu sunyi hingga ia bisa mendengar suara nafasnya sendiri. Lalu iapun pergi ke menara tua itu dan membukakan pintunya, dengan segera iapun menemukan sang Putri Tidur itu yang terlihat begitu cantik hingga sang Pangeranpun tidak dapat memalingkan matanya. sang Pangeranpun langsung berlutut dan mencium sang Putri dan seketika sang Putripun terbangun tersenyum kepada pangeran yang sudah mematahkan kutukannya.

Mereka berduapun langsung keluar dari menara dan ketika itu juga sang Raja dan Ratu juga para menteri sudah terbangun dan saling memandang karena takjub. Kuda meringkik, anjing melompat dan menggonggong, burung-burung merpati terbang ke langit, lalat terbang, api menyala lagi, tukang masak memutar telinga anak tersebut hingga menangis.

Dengan begitu Raja dan Ratupun akhirnya menikahkan pangeran itu dengan Putrinya dengan pesta yang sangat meriah. Merekapun akhirnya hidup bahagia sepanjang hidupnya.

***

Jika Anda menyukai Cerita Putri Tidur yang Cantik Jelita, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Cerita Rakyat Tentang Putri Tujuh

"Asal Mula Kota Dumai Riau"

Pada zaman dulu, di daerah Dumai ada sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang dipimpin oleh Ratu Cik Sima yang memiliki tujuh Putri yang sangat cantik. Putri yang paling cantik yaitu putri paling bungsu bernama Mayang Sari, kulitnya yang halus bagai sutra, tubuhnya mempesona, wajahnya berseri bagaikan bulan purnama, alisnya bagaikan semut beringin, bibirnya merah bagai delima dan rambutnya yang begitu panjang juga ikal. Karena rambutnya itu ia dipanggil dengan sebutan Mayang Mengurai.

Legenda Putri Tujuh
Suatu ketika, ketujuh putri itu mandi di lubuk Sarang Umai, karena mereka sedang asyik mandi mereka tak sadar kalau ada yang sedang memperhatikan yaitu Pangeran Empang Kuala dan pengawalnya yang kebetulan mereka lewat. Sang Pangeran bersembunyi di balik semak-semak dan dia terpesona oleh salah satu putri yaitu Putri Mayang Sari.

Sang Pangeran ternyata jatuh cinta kepada sang putri dan ia berniat untuk meminangnya. Dan tak lama setelah itu, mengirim utusan ke keluarga Kerajaan Seri Bunga Tanjung untuk meminang putri itu yang ternyata bernama Mayang Mengurai. Lalu sang Pangeran pun mengantarkan tepak sirih sebagai pinangan adat kebesaran raja. Pinangannya itupun disambut dengan adat yang ada di kerajaan itu, yaitu mengisi pinang dn gambir pada combol plaing besar yang ada diantara ketujuh combol itu yang terdapat di tepuk. Sedangkan enam buah combol lainnya dibiarkan kosong. Lambang dari adat ini yaitu, putri tertualah yang berhak menerima pinangan terlebih dahulu. Dengan begitu pinangan sang Pangeran di tolak. Utusannya pun kembali kepada sang Pangeran.

�Ampun Pangeran, tidak bermaksud hamba mengecewakan Tuan. Keluarga Kerajaan Seri Bunga tanjung belum bersedia untuk menerima pinangan Tuan�. Ucap utusannya.

Sang Pangeranpun begitu murka dan dia tidak peduli lagi dengan adat karena hatinya dipenuhi dengan rasa malu hingga akhirnya ia memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang Kerajaan Seri Bunga Tanjung.

Peperanganpun tak dapat lagi dielakan, sehingga ratu Cik Sima melarikan ketujuh Putrinya ke hutan dan disembunyikan di lubang yang terlindung dari pepohonan juga beratapkan tanah. Sang Ratu memberikan makanan untuk selama 3 bulan kepada putri-putrinya itu dan ia kembali untuk melawan pasukan Pangeran Empang Kuala.

Tiga bulan pun berlalu, namun peperangan itu belum usai, nmaun ketika memasuki bulan keempat pasukan Ratu Cik Sima semakin tak berdaya hingga akhirnya Negeri Seri Bunga Tanjung pun dihancurkan rakyatnya pun tak sedikit yang tewas. Melihat negerinya hancur Ratu Cik Sima pun pergi meminta bantuan kepada jin yang ada di bukit Hulu Sungai Umai.

Ketika senja, pasukan Pangeran Empang Kuala beristirahat di bawah pohon bakau di hilir Umai. Namun ketika malam tiba, secara tiba-tiba buah bakau menimpa mereka dan menusuk pada badan mereka hingga pasukan pun dapat dilumpuhkan. Ketika itu juga utusan Ratu Cik Sima datang menghampiri Pangeran Empang Kuala yang sedang lemas. Sang pangeranpun bertanya.

�Apa maksud kedatanganmu wahai orang Seri Bunga Tanjung?�. Ucap Pangeran

Para utusan Ratu Cik Sima langsung menjawab.

�hamba hanya ingin menyampaikan pesan dari Ratu Cik Sima supaya pangeran tidak lagi meneruskan peperangan ini. Karena perbuatan ini merusak bumi sakti rantau bertuah dan juga menodai pesisir Seri Bunga Tanjung. Jika ada yang datang dengan niat yang buruk, maka dia akan ditimpa malapetaka, namun jika ia datang dengan niat baik maka kesejahteraanlah yang akan dia dapatkan.� Ujar Utusan itu.

Mendengar pesannya itu, Pangeran pun menyadari bahwa peperangan ini ia yang memulai dan memerintahkan semua prajuritnya untuk kembali ke negeri Empang kuala.

Lalu keesokan harinya, sang Ratu pergi ke hutan dimana putri-putrinya itu disembunyikan, namun sang Ratu terkejut ketika melihat semua putrinya itu sudah tidak tak bernyawa lagi. Mereka mati karena kelaparan juga kehausan. Karena sang Ratu sedih melihat ketujuh putrinya itu ia pun sakit-sakitan hingga akhirnya ia meninggal dunia. Sampai saat ini pengorbanan ketujuh putri itu selalu di kenang dengan sebuah lirik lagu yang berjudul �Putri Tujuh�.

Sejak saat itu, masyarakat meyakini bahwa kota Dumai diambil dari kata �d�umai� yang selalu di ucapkan oleh Pangeran Empang Kuala ketika sang Pangeran melihat kecantikan Putri Mayang Sari.

***

Jika Anda menyukai Cerita Legenda Putri Tujuh, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Full Aryo Menak dan Tujuh Bidadari

Aryo Menak adalah seorang pemuda yang hidupnya selalu mengembara ke hutan. Suatu malam tepatnya bulan purnama, ia beristirahat di sebuah pohon yang berada di dekat danau, seketika ia melihat cahaya dipingir danau itu dan secara perlahan ia mendekati dan melihat cahaya itu. Ketika ia melihat, ia sangat terkejut karena ada tujuh Bidadari yang sedang mandi dan bersenda gurau.

Cerita Aryo Menak dan Tujuh Bidadari
Ia pun begitu terpesona oleh kecantikan ketujuh bidadari itu, hingga terbesit dalam benaknya kalau ia ingin memiliki satu dari ketujuh bidadari itu dengan mengendap dan mengambil salah satu selendangnya.

Tak lama setelah itu, para Bidadari pun bergegas mengambil pakaiannya dan segera terbang ke istana, namun bidadari termuda tak bis terbang karena selendangnya tidak ada, ia pun merasa sedih dan menangis.

Ketika sang Bidadari menangis, Aryo Menak pun mendekatinya dan berpura-pura tidak tahu dan bertanya apa yang terjadi. Iapun mengatakan.

�Mungkin ini sudah menjadi kehendak para Dewa supaya Bidadari sementara waktu diam di bumi. Saya berjanji akan menghiburmu, janganlah beredih�. Ucap Aryo Menak.

Sang Bidadaripun percaya padanya hingga ia membawa sang Bidadari itu ke rumah. Setelah beberapa lama Aryo Menak melamarnya dan sang Bidadaripun tidak menolaknya.

Meskipun selendangnya sudah tidak ada, namun bidadari masih memiliki ilmu gaib, salah satunya ia bisa memasak sepanci nasi dari satu butir beras namun dengan syarat Aryo Menak tidak boleh menyaksikannya.

Cerita Aryo Menak dan Tujuh Bidadari
Suatu ketika, Aryo Menak penasaran karena beras yang ada di lumbungnya tidak pernah habis padahal istrinya itu selalu memasak setiap hari. Ketika istrinya pergi, Aryo penasaran dan pergi ke dapur untuk membuka panci yang suka dijadikan alat untuk memasak nasi. Perbuatan Aryo itu membuat kekuatan istrinya hilang.

Sang Bidadaripun sangat terkejut ketika ia tahu apa yang terjadi, hingga saat itu ia harus mmemasak beras dari lumbungnya Aryo Menak. Lama kelamaan beras itupun semakin berkurang hingga akhirnya terlihat dasar lumbungnya itu. Ketika hendak mengambil beras, sang Bidadari itu sangat terkejut karena ia melihat selendangnya yang hilang waktu itu. Hingga ketika ia melihat selendang itu, ia memiliki niat untuk pulang ke istana. Dan ketika malam tiba sang Bidadari pun mengenakan selendang itu, tubuhnya lebih ringan dan ia akhirnya bisa terbang ke istana.

Ketika Aryo Menak mengetahui hal itu, diapun sedih karena sang Bidadari telah meninggalkannya. Mulai saat itu ia dan anaknyapun berpantang untuk memakan nasi.

***

Jika Anda menyukai Cerita Aryo Menak dan Tujuh Bidadari, Anda bisa membagikannya ke Twitter, Facebook, Google+, Pinterest atau ke situs lainnya (tentunya menyertakan link balik ke http://cerita-hikayat-lengkap.blogspot.co.id/).
Baca selengkapnya

Sabtu, 17 Oktober 2015

Full Cerita Rakyat Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Pada pertengahan musim dingin, ketika salju berjatuhan dari langit seperti bulu, seorang ratu duduk menjahit di dekat jendela. Rangka kayu yang digunakan untuk membordir terbuat dari kayu ebony yang hitam pekat. Sambil membordir, sang Ratu menatap salju yang turun dan tanpa sengaja jarinya tertusuk oleh jarum sehingga tiga tetes darahnya jatuh membasahi salju. Saat ia melihat betapa terang warna merahnya, ia berkata kepada dirinya sendiri, "Saya berharap mempunyai anak yang putih seperti salju, merah seperti darah, dan hitam seperti kayu ebony!".

Tidak lama setelah itu, sang Ratu melahirkan seorang putri yang kulitnya putih seputih salju, bibirnya merah semerah darah, dan rambutnya hitam sehitam kayu ebony , dan diberinya nama Putri Salju. Saat sang Putri lahir, sang Ratu pun meninggal dunia.

Setelah setahun berlalu, sang Raja menikah kembali dengan seorang wanita yang sangat cantik, tetapi angkuh dan tidak senang apabila ada yang melebihi kecantikannya. Sang Ratu yang baru memiliki sebuah cermin ajaib, di mana sang Ratu sering berdiri memandang ke dalam cermin dan berkata:

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Dan sang Cermin selalu menjawab, "Anda adalah yang tercantik dari semuanya".

Dan sang Ratu pun merasa puas, karena tahu bahwa Cermin ajaibnya tidak pernah berkata bohong.

Putri Salju sekarang tumbuh makin lama makin cantik, dan saat ia dewasa, kecantikannya jauh melebihi kecantikan sang Ratu sendiri. Sehingga suatu hari ketika sang Ratu bertanya kepada cerminnya:

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Sang Cermin menjawab, "Ratu, anda cantik, tetapi Putri Salju lebih cantik dari anda."

1-putri-salju-berlari-diatas-batu-tajam-dan-melewati-duri
Sang Ratu menjadi terkejut dan warna mukanya menjadi kuning lalu hijau oleh rasa cemburu, dan semenjak saat itu, ia berbalik membenci Putri Salju. Semakin lama, rasa cemburunya bertambah besar, hingga dia tidak memiliki kedamaian lagi. Ia lalu memerintahkan seorang pemburu untuk membinasakan Putri Salju.

"Bawalah Putri Salju ke suatu hutan, sehingga saya tidak akan pernah melihatnya lagi. Kamu harus membinasakannya dan membawa hatinya sebagai bukti kepadaku.

Sang pemburu setuju, membawa Putri Salju ke suatu hutan; akan tetapi saat ia menarik pedangnya, Putri Salju menangis, dan berkata:

"Wahai, pemburu, janganlah membunuhku, saya akan pergi dan masuk ke dalam hutan liar, dan tidak akan kembali lagi."

Pemburu yang menaruh rasa kasihan, berkata:

"Pergilah kalau begitu, putri yang malang;" karena sang Pemburu berpikir bahwa binatang liar di hutan akan memangsa Putri Salju, dan saat ia melepaskan Putri Salju, hatinya menjadi lebih ringan seolah-olah terbebas dari gencetan batu yang berat. Saat itu juga dilihatnya seekor babi hutan berlalu, dan sang Pemburu menangkap babi hutan tersebut lalu mengeluarkan hatinya untuk dibawa ke sang Ratu sebagai bukti.

Putri Salju yang sekarang berada dalam hutan liar, merasa ketakutan yang luar biasa dan tidak tahu harus mengambil tindakan apa saat ketakutan melanda. Kemudian dia mulai berlari, berlari di atas batu-batuan yang tajam dan berlari menembus semak-semak yang berduri, dan binatang liar pun mengerjarnya, tetapi tidak untuk menyakiti Putri Salju. Ia berlari selama kakinya mampu membawa ia pergi, dan saat malam hampir tiba, ia tiba di sebuah rumah kecil. Putri Salju pun masuk ke dalam untuk beristirahat. Segala sesuatu yang berada di dalam rumah, berukuran sangat kecil, tetapi indah dan bersih. Di rumah tersebut terdapat bangku dan meja yang di alas dengan taplak putih, dan di atasnya terdapat tujuh buah piring, pisau makan, garpu dan cangkir minum. Di dekat dinding, terlihat tujuh ranjang tidur kecil, saling bersebelahan, dan dilapisi dengan seprei putih juga. Putri Salju menjadi sangat lapar dan haus, makan dari tiap-tiap piring sedikit bubur dan roti, dan minum sedikit dari tiap-tiap cangkir, agar ia tidak menghabiskan satu piring saja. Akhirnya Putri Salju merasa lelah dan membaringkan dirinya di satu ranjang, tetapi ranjang tersebut ada yang terlalu pendek, ada yang terlalu panjang, untungnya, ranjang yang ke-tujuh sangat sesuai dengan tinggi badannya; dan ia pun tertidur di tempat tidur tersebut.

Saat malam tiba, pemilik rumah pulang ke rumah dan mereka adalah tujuh orang kurcaci yang pekerjaannya menggali terowongan bawah tanah di pegunungan. Saat mereka menyalakan tujuh lilin yang menerangi seluruh rumah, mereka sadar bahwa ada orang yang telah masuk ke dalam rumah tersebut karena beberapa hal telah berpindah tempat, tidak seperti saat mereka meninggalkan rumah.

Yang pertama berkata, "Siapa yang telah duduk di kursi kecilku?"
Yang kedua berkata, "Siapa yang telah makan dari piring kecilku?"
Yang ketiga berkata, "Siapa yang mengambil roti kecilku?"
Yang keempat berkata, "Siapa yang telah memakan buburku?"
Yang kelima berkata, "Siapa yang telah menggunakan garpuku?"
Yang keenam berkata, "Siapa yang telah memotong dengan pisauku?"
Yang ketujuh berkata, "Siapa yang telah minum dari cangkirku?"

Kemudian yang pertama, melihat ke sekeliling rumah dan melihat tanda-tanda bahwa kasurnya telah ditiduri, berteriak, "Siapa yang telah tidur di ranjangku?"

Dan saat yang lainnya juga datang, mereka berkata, "Seseorang juga telah tidur di tempat tidurku!"

2-tujuh-kurcaci-kagum-akan-kecantikan-putri-salju
Ketika kurcaci yang ketujuh melihat ranjangnya, dia melihat Putri Salju yang tertidur di sana, kemudian dia menyampaikan ke kurcaci lain, yang datang tergesa-gesa untuk melihat Putri Salju, dan dalam keterkejutan mereka, mereka masing-masing mengangkat lilinnya untuk melihat Putri Salju dengan lebih jelas.

"Ya Tuhan! kata mereka, "siapakah putri yang cantik ini?" dan karena mereka gembira melihat Putri Salju, mereka tidak tega untuk membangunkannya. Kurcaci yang ketujuh terpaksa tidur bergantian dengan teman-temannya, setiap satu jam, di tiap-tiap ranjang temannya sampai malam berlalu.

Menjelang pagi, ketika Putri Salju terbangun dan melihat ketujuh kurcaci, Putri Salju menjadi ketakutan, tetapi mereka terlihat bersahabat dan bahkan menanyakan namanya dan bagaimana dia bisa tiba di rumah mereka. Putri Salju pun bercerita bagaimana ibunya berharap agar dia meninggal, bagaimana sang Pemburu membiarkannya hidup, bagaimana ia lari sepanjang hari, hingga tiba ke rumah mereka.

Para kurcaci kemudian berkata, "Jika kamu mau membersihkan rumah, memasak, mencuci, merapihkan tempat tidur, menjahit, dan mengatur semuanya agar tetap rapih dan bersih, kamu bisa tinggal di sini, dan kamu tidak akan kekurangan apapun."

"Saya sangat setuju," katan Putri Salu, dan ia pun tinggal di rumah tersebut sambil mengatur rumah. Pada pagi hari para kurcaci ke gunung untuk menggali emas, pada malam hari saat mereka pulang, mereka telah disiapkan makan malam. Setiap Putri Salju ditinggal sendiri, para kurcaci sering memberi nasehat:

"Berhati-hatilah pada ibu tiri mu, dia akan tahu bahwa kamu ada di sini. Jangan biarkan seorangpun masuk ke dalam rumah."

Ratu yang telah melihat bukti kematian Putri Salju yang berupa hati, yang dibawa oleh pemburu, menjadi tenang, berdiri di depan cermin dan berkata:

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Dan sang Cermin menjawab, "Ratu, walaupun kecantikanmu hampir tidak ada bandingannya, Putri Salju yang hidup di sebuah rumah kecil beserta tujuh orang kurcaci, seribu kali lebih cantik."

3-ratu-yang-menyamar-menjual-pita-ke-putri-salju
Ratu menjadi terkejut saat mendengarkannya, dan ia akhirnya tahu bahwa sang Pemburu telah menipunya, dan Putri Salju masih hidup. Ia pun berpikir keras untuk menghabisi Putri Salu, karena selama ia bukanlah wanita tercantik diantara semua, rasa cemburunya tidak akan bisa membuat ia bisa beristirahat dengan tenang. Akhirnya ia pun mendapatkan rencana, ia menyamarkan wajahnya dan memakai pakaian yang biasa dipakai oleh wanita tua agar tidak ada yang bisa mengenalinya. Dalam penyamarannya, ia melalui tujuh gunung hingga akhirnya tiba di rumah milik tujuh kurcaci. Ia pun mengetuk pintu dan berkata:

"Barang bagus untuk dijual! barang bagus untuk dijual!"

Putri Salju mengintip dari jendela dan menjawab:

"Selamat siang, apa yang anda jual?"

"Barang bagus," katanya, "Pita berbagai macam warna" dan dia kemudian menyerahkan sebuah pita yang terbuat dari sutera.

"Saya tidak perlu takut untuk membiarkan wanita tua ini masuk," pikir Putri Salju, lalu ia pun membuka pintu dan membeli pita yang indah.

"Betapa cantiknya kamu, anakku!" kata wanita tua, "kemarilah dan biarkan saya membantu kamu untuk memakaikan pita ini."

Putri Salju yang tidak curiga, berdiri di depannya dan membiarkan wanita tua itu memasangkan pita untuknya, tetapi wanita tua itu dengan cepat mencekik Putri Salju dengan pita hingga Putri Salju jatuh dan seolah-olah meninggal dunia.

"Sekarang saatnya kamu berhenti sebagai wanita tercantik," kata wanita tua sambil berlalu pergi.

Tidak lama setelah itu, menjelang malam, para kurcaci pulang ke rumah, dan mereka semua terkejut melihat Putri Salu terbaring di tanah, tidak bergerak; mereka mengangkatnya dan saat mereka melihat pita yang melilit leher Putri Salju, mereka memotongnya dan saat itu Putri Salju bernapas kembali. Saat kurcaci mendengar cerita dari Putri Salju, mereka berkata,

"Wanita tua yang menjadi penjual keliling, pastilah tidak lain dari ratu yang jahat, kamu harus berhati-hati saat kami tidak berada di sini!"

Ketika ratu yang jahat tiba di rumah dan bertanya kepada sang Cermin:

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Jawabannya sama dengan sebelumnya, "Ratu, walaupun kecantikanmu hampir tidak ada bandingannya, Putri Salju yang hidup di sebuah rumah kecil beserta tujuh orang kurcaci, seribu kali lebih cantik."

Saat mendengar jawaban tersebut, ia menjadi terkejut karena tahu bahwa Putri Salju masih hidup.

"Sekarang, saya harus memikirkan cara lain untuk membinasakan Putri Salju." Dan dengan sihirnya, ia membuat sisir yang mengandung racun. Kemudian dia menyamar menjadi seorang perempuan tua yang lain. Lalu pergi menyeberangi tujuh gunung dan datang ke rumah tujuh kurcaci. Ia mengetuk pintu dan berkata,

"Barang bagus untuk dijual! barang bagus untuk dijual!"

Putri Salju melihat keluar dan berkata,

"Pergilah, Saya tidak akan membiarkan siapapun masuk."

"Tapi kamu tidak dilarang untuk melihat-lihat," kata si wanita tua sambil mengeluarkan sisir beracun dan memegangnya. Sisir tersebut sangat menggoda Putri Salju sehingga ia akhirnya membuka pintu dan membeli sisir itu, dan kemudian wanita tua itu berkata:

"Sekarang, rambutmu harus disisir dengan benar."

Putri Salju yang malang tidak berpikir akan adanya mara-bahaya, membiarkan wanita itu menyisir rambutnya, dan tidak lama kemudian, sisir pada racun mulai bekerja dan Putri Salju pun terjatuh tanpa daya.

"Ini adalah akhir bagimu," kata si wanita tua sambil berlalu. Untungnya hari sudah hampir malam dan para kurcaci pulang tidak lama setelah kejadian itu. Saat mereka melihat Putri Salju terbaring di tanah seperti telah meninggal, mereka langsung berpikir bahwa ini adalah perbuatan ibu tiri yang jahat. Secepatnya mereka menarik sisir yang masih melekat di rambut Putri Salju dan saat itupun Putri Salju terbangun, lalu menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Para kurcaci memperingatkan ia untuk lebih berhati-hati lagi dan jangan pernah membiarkan orang masuk.

Saat ratu tiba di rumah, ia berdiri di depan cermin dan berkata,

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Jawabannya sama dengan sebelumnya, "Ratu, walaupun kecantikanmu hampir tidak ada bandingannya, Putri Salju yang hidup di sebuah rumah kecil beserta tujuh orang kurcaci, seribu kali lebih cantik."

4-putri-salju-jatuh-setelah-memakan-apel
Ketika ratu mendengar ini, ia menjadi gemetar karena marah, "Putri Salju harus mati, walaupun saya juga harus mati!" Lalu ia masuk ke kamar rahasianya dan di sana ia membuat sebuah apel racun. Apel yang cantik dan menggiurkan, berwarna putih dan merah. Siapapun yang melihatnya pasti tergiur dan siapapun yang memakannya walaupun sedikit, akan mati keracunan. Saat apel itu telah siap, ia pun menyamar kembali dan berpakaian seperti wanita petani, lalu ia menyeberangi tujuh gunung di mana tujuh kurcaci tinggal. Dan ketika ia mengetuk pintu, Putri Salju melongokkan kepala melalui jendela dan berkata,

"Saya tidak berani membiarkan siapapun masuk, tujuh kurcaci sudah melarang saya."

"Baiklah," kata si wanita, "Saya hanya ingin memberikan sebuah apel ini kepadamu."

"Tidak," kata Putri Salju, "Saya tidak berani mengambil apapun."

"Apakah kamu takut akan racun?" tanya si wanita, "lihatlah, saya akan membelah apel ini menjadi dua bagian, kamu akan mendapatkan bagian yang berwarna merah, dan saya bagian yang putih."

Apel tersebut dibuat dengan cerdiknya, sehingga bagian yang beracun adalah bagian yang berwarna merah. Putri Salju menjadi tergiur akan kecantikan apel itu, dan ketika ia melihat si wanita petani memakan apel bagiannya, Putri Salju menjadi tidak tahan lagi, ia mengulurkan tangannya keluar dan mengambil bagian apel yang beracun. Tidak lama setelah ia memakan apel tersebut, ia pun terjatuh dan sepertinya meninggal. Sang Ratu jahat, tertawa keras dan berkata,

"Putih seperti salju, merah seperti darah, hitam seperti ebony! kali ini, kurcaci takkan dapat menghidupkan kamu kembali."

Lalu ia pun pulang dan bertanya kepada cerminnya,

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Cermin menjawab, "Anda adalah yang tercantik dari semuanya".

Hati ratu yang tadinya penuh dengan kecemburuan, akhirnya menjadi tenang dan bahagia.

Para kurcaci, saat pulang di malam hari, menemukan Putri Salju terbaring di tanah, dan tak ada nafas lagi yang keluar dari hidungnya. Mereka mengangkatnya, mencari-cari racun yang membunuh Putri Salju, memotong pitanya, menyisir rambutnya, mencucinya dengan air dan anggur, tetapi semua sia-sia, putri malang itu telah meninggal. Mereka akhirnya menaruh Putri Salju dalam sebuah peti, dan mereka semua duduk mengelilinginya, menangisi kematiannya selama tiga hari penuh. Walaupun meninggal, Putri salju terlihat seolah-olah masih hidup dengan pipinya yang merona. Para kurcaci kemudian berkata,

"Kita tidak akan menguburnya di tanah yang gelap." Lalu merekapun membuat peti yang terbuat dari gelas yang bening sehingga mereka dapat melihat Putri Salju dari segala sisi. Putri Salju dibaringkan di peti tersebut, dan di peti itu ditulislah nama Putri Salju dengan tulisan emas, beserta kisah bahwa ia adalah putri seorang raja. Kemudian mereka meletakkan peti itu di atas gunung, dan salah satu dari mereka selalu tinggal untuk mengawasinya. Burung-burung pun datang berkunjung dan turut berduka, yang datang pertama adalah burung hantu, lalu burung gagak, lalu seekor burung merpati.

Untuk beberapa lama, Putri Salju terbaring di peti gelas itu dan tidak pernah berubah, terlihat seolah-olah tidur. Ia masih tetap seputih salju, semerah darah dan rambutnya sehitam ebony. Suatu ketika seorang pangeran lewat di hutan yang menuju ke rumah kurcaci. Saat ia melihat peti di puncak gunung beserta Putri Salju yang cantik di dalamnya, ia menjadi jatuh cinta, dan setelah ia membaca tulisan yang ada pada peti itu. Ia berkata kepada para kurcaci,

"Biarkan saya memiliki peti beserta Putri Salju ini, saya akan memberikan apapun yang kalian minta."

Tetapi kurcaci menolak dan mengatakan bahwa mereka tidak mau berpisah dengan Putri Salju walaupun dibayar dengan emas yang ada di seluruh dunia. Tetapi sang Pangeran berkata,

"Saya memintanya dengan amat sangat, karena saya tidak akan bisa hidup tanpa melihat Putri Salju; Jika kalian setuju, saya akan serta merta membawa kalian semua dan menganggap kalian seperti saudaraku sendiri."

5-putri-salju-terbangun-saat-apel-beracun-keluar-dari-mulutnya
Saat sang Pangeran berbicara dengan sungguh hati, para kurcaci menjadi iba dan memberikan sang Pangeran peti yang berisikan Putri Salju, dan sang Pangeran pun memanggil pelayan-pelayannya untuk mengangkat peti tersebut ke istana. Di perjalanan, seorang pelayan terantuk pada semak-semak sehingga peti yang diangkatnya menjadi terguncang dan sedikit miring. Saat itulah apel beracun yang ada pada kerongkongan Putri Salju, keluar dari mulutnya. Putri Salju membuka matanya dan membuka penutup peti, turun dan berdiri dalam keadaan sehat-walafiat.

"Oh, dimanakah saya berada?" tanyanya. Sang Pangeran secepatnya menjawab dengan hati riang, "Kamu aman di dekatku," dan menceritakan semua yang terjadi. Sang Pangeran lalu berkata lagi,

"Saya lebih memilih kamu dibandingkan dengan apapun yang ditawarkan oleh dunia; ikutlah bersama saya menuju istana ayahku dan jadilah pengantinku."

Putri Salju yang baik hati, ikut bersama pangeran dan direncanakanlah pesta perkawinan yang meriah untuk mereka berdua.

Ibu tiri Putri Salju juga ikut diundang menghadiri pesta dan saat berhias di cermin, ia pun bertanya pada cermin ajaibnya:

"Cermin di dinding, Siapa yang tercantik diantara semua?"

Cermin menjawab, "Ratu, walaupun kecantikanmu hampir tidak ada bandingannya, Pengantin yang baru ini seribu kali lebih cantik."

Sang Ratu menjadi marah dan mengutuk karena kecewa, ia hampir saja membatalkan kehadirannya di pesta pernikahan Putri Salju, tetapi rasa penasarannya membuat ia tetap pergi. Saat ia melihat pengantin wanita, ia menjadi terkejut karena pengantin wanita tersebut tidak lain adalah Putri Salju. Kemarahan serta ketakutan bercampur aduk menjadi satu dan saat itu juga, sang Ratu yang jahat tersedak karena marahnya, terjatuh dan meninggal, sedangkan Putri Salju dan pangeran, hidup bahagia selama-lamanya.

sumber: ceritakecil.com
Baca selengkapnya

Rabu, 09 September 2015

Manfaat Dongeng Bagi Anak Lengkap

Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Manfaat Dongeng Bagi Pertubuhan dan Perkembangan Anak, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.
Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Manfaat Dongeng Bagi Pertubuhan dan Perkembangan Anak, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.

Penting untuk diketahui oleh setiap orang tua yang mencintai anaknya adalah betapa aktivitas membacakan dongeng kepada anak banyak sekali manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Diantaranya adalah memberikan teladan, motivasi positif kepada anak, mengajarkan anak untuk berkomunikasi, dan meningkatkan kecerdasan anak. Dengan membacakan dongeng sebelum tidur orang tua dapat memberikan contoh sikap-sikap perbuatan terpuji dan menghindari sikap atau perbuatan yang buruk dari cerita yang dibacakan.

Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya :
Mendongeng adalah cara paling efektif untuk menanamkan gagasan atau pemikiran, nilai moral, budi pekerti serta konsep sebab akibat terutama pada anak. Pada saat orang tua membacakan atau menceritakan sebuah dongeng, biasanya sang anak berimajinasi sebagai tokoh dalam dongeng yang dituturkan atau diceritakan oleh orang tuanya tersebut. Nah, inilah kesempatan bagi orang tua untuk memberikan motivasi kepada sang anak tercinta melalui sebuah dongeng. Sedangkan untuk anak yang belum dapat berkomunikasi, orang tua dapat merangsang kemampuan berkomunikasi verbal sang anak dengan cara membacakan dongeng atau cerita yang mudah dimengerti oleh sang anak. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan anak ialah dengan mendongeng. Anak yang cerdas adalah anak yang mendapat stimulasi tepat sesuai dengan usianya, terutama pada usia keemasan atau golden age (usia 0-5 tahun). Usia keemasan anak ialah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pada masa ini anak membutuhkan pendampingan dari sosok yang dapat terus memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Serta membutuhkan orang tua yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang. Dan salah satu bentuk stimulasi untuk mencerdaskan anak ialah dengan cara mendongeng.

Banyak penelitian yang sudah dibuktikan bahwa aktivitas mendongeng pada anak memang banyak sekali manfaatnya. Jangankan sejak kecil atau bayi, bahkan pada saat sang anak masih dalam kandungan pun mendongeng sudah bisa dilakukan. Jadi kalau ada pertanyaam mulai kapan anak atau bayi bisa didongengi? Jawabannya adalah sejak indra pendengaran bayi mulai berfungsi di dalam kandungan.

Ibarat sebuah gelombang radio, dengan bercerita kepada anak berarti orang tua mengirim sinyal pada buah hatinya. Yang harus ditekankan di sini adalah bahwa dongeng bisa mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan mental pada anak. Berikut ini diuraikan tentang manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas mendongeng untuk mengaktifkan simpul-simpul syaraf pada anak, diantaranya :
  • Mengaktifkan simpul-simpul syaraf : Banyak penelitian membuktikan, cerita-cerita yang didengar anak sejak bayi dapat mengaktifkan simpul-simpul syaraf di otaknya (myelin). Cara kerjanya sederhana. Seperti halnya senam otak, banyaknya informasi yang didapat anak dapat membuat otak si anak menjadi lebih aktif. Ini pun berimbas pada perkembangan Intelegen Quetion (IQ) pada sang anak.
  • Merangsang indra : Dongeng yang disampaikan dapat memberikan rangsangan pada indra sang bayi/anak, terutama indra pendengaran dan penglihatan. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa 5 tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan masa emas atau masa sedang giat-giatnya anak menyerap berbagai yang didengar dan dilihat. Jadi, walaupun belum dapat memberikan respon yang berarti, semua cerita yang diceritakan oleh orang tua akan ditangkap oleh indra pendengaran dan penglihatannya untuk kemudian direkam dalam memorinya. Kedua indra tersebut juga terlatih menangkap sedemikian banyak informasi.
  • Perkembangan lebih cepat : Banyaknya informasi yang didapat oleh bayi atay anak bisa mengoptimalkan pertumbuhannya. Berangkat dari sini, jangan heran apabil bayi yang lebih sering didongengi menjadi lebih cepat tengkurap, merangkan dan sebagainya. Itu semua akibat perkembangan otaknya lebih optimal karena banyaknya rangsangan yang diterimanya. Perkembangan kemampuan ini tidak berhenti sampai di usia bayi saja. Setelah anak tumbuh lebih besar pun banyak manfaat yang masih terasa apabila dongeng sering diperdengarkan pada bayi. Paling tidak, karena perkembangan otaknya optimal, stimulus apa pun yang diajarkan padanya akan ditangkap lebih cepat.
  • Lebih peka : Selain perkembangan kemampuan fisik dan intelektual, bayi-bayi yang sering mendengarkan orang tuannya bercerita diyakini akan tumbuh menjadi anak yang lebih peka. Seiring dengan pertambahan usianya, kepekaan ini akan mendukung sederet sikap positif lainnya, seperti rasa ingin tahu, percaya diri, sikap kritis, kamauan eksploratif, dan sebagainya. Dengan kata lain kecerdasan emosional, spiritual, dan ketahanan mentalnya kian terasah. Memang, tidak semua manfaat positif langsung terasa pada nakan sejak bayi karena ada sifat-sifat yang mungkin baru terlihat setelah si anak tumbuh besar.
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita. Nah, sekarang kita sebgai orang tua sudah tahu betapa pentingnya Dongeng bagi anak-anak. Dari banyaknya Manfaat Dongeng Bagi Anak tersebut, mari kita mulai menyukai dongeng sebagai media mendidik anak kita.

Baca selengkapnya