Tampilkan postingan dengan label RAJA CABUL ROMAWI � CALIGULA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAJA CABUL ROMAWI � CALIGULA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Inilah Tokoh Para Ulama Dan Penyelamat Dunia

Inilah Tokoh Para Ulama Dan Penyelamat Dunia

  1. Sunan Bonang

    Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Sunan Bonang itu nama aslinya adalah Syekh Maulana Makdum Ibrahim. Putra Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/10/sunan-bonang.html
  2. Sebagai Mubaligh

    Beliau dikenal sebagai ulama besar, seorang Wali yang memiliki karisma tersendiri diantara Wali-Wali lainnya. Dan paling terkenal di kalangan atas maupun ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/10/sebagai-mubaligh.htm
  3. Sejarah Nabi

    Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/09/sejarah-nabi.html
  4. Sakti Mandraguna

    Bahwa Sunan Muria itu adalah Wali yang sakti, kuat fisiknya dapat dibuktikan dengan letak padepokannya yang terletak di atas gunung. ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/10/sakti-mandraguna.html
  5. EUCLID � 300 SM

    Tidak banyak orang yang beruntung memperoleh kemasyhuran yang abadi seperti Euclid, ahli ilmu ukur Yunani yang besar. Meskipun semasa hidupnya tokoh-tokoh ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/07/euclid-300-sm.html
  6. LENIN 1870-1924 berdirinya komunis rusia

    Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/07/lenin-1870-1924.html
  7. Ts'ai Lun Penulis sejarah resmi penemu bahan kertas

    Penemu bahan kertas Ts'ai Lun besar kemungkinan sebuah nama yang asing kedengaran di kuping pembaca. Menimbang betapa penting penemuannya, ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/07/tsai-lun-105.html
  8. Kepintaran ganda Voltaire

    Voltaire itu sebetulnya nama samaran. Nama yang diberikan bapaknya ketika dia diseret keluar oleh bidan adalah Francois Marie Arouet. ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/10/voltaire-1694-1778.html
  9. Tokoh Dunia Abadi

    Dia lulus dengan cemerlang dan terima gelar Ph.D. dalam bidang fisika dari Universitas Pisa sebelum umurnya mencapai dua puluh satu tahun. ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/09/tokoh-dunia-abadi.htm
  10. Menes raja cikal bakar kerajaan mesir

    Menes, Raja cikal bakal dinasti Mesir, adalah penguasa pertama yang menyatukan seluruh Mesir, dan dengan demikian dia mendirikan kerajaan yang memegang ...
    tokohsejarah.blogspot.com/2009/11/menes-3100-sm.html -
Baca selengkapnya

Minggu, 08 November 2009

Inilah PETUALANGAN CINTA RAJA CABUL ROMAWI --- CALIGULA



Caligula memerintah kerajaan Romawi hanya singkat, dari tahun 37-41 Masehi. Namun begitu, kaisar ini amat terkenal. Itu karena sang raja merupakan sosok yang bengis dan keji. Gampang membunuh dan suka melakukan petualangan seks. Jika ada pengantin baru perempuannya diperawani Sang Kaisar, sedang pengantin laki-lakinya disodomi dengan amat kasar. Yang lebih mencengangkan, adik perempuannya sendiri juga dijadikan budak nafsu. Di tahun 80-an kisah Caligula pernah diangkat dalam sebuah pagelaran di New York, dan terjadi kegemparan di negara demokrasi. Itu bisa dipahami, karena semua pemainnya telanjang bulat. Mereka melakukan adegan seks gila-gilaan. Dari oral seks, heteroseks, anal seks, sampai yang dikenal sebagai bestiality. Mencari kepuasan melalui penyiksaan alat vital.

Ada masa seks dipuja dan dijadikan simbol kekuatan. Dalam catatan sejarah, kisah seperti itu salah satunya terjadi di kerajaan Romawi kuno. Lingga dan yoni dijadikan sarana pemujaan. Dan dari penyatuan kemaluan laki-perempuan itu dipercaya mendatangkan kekuatan. Seks sebagai sumber energi.

Kerajaan Romawi kuno memang melakukan ritual penyembahan seperti itu. Akibatnya, raja yang dipercaya sebagai keturunan dewa, dikelilingi gadis-gadis muda yang cantik jelita. Mereka harus melayani kebutuhan seksnya yang tinggi. Dan para gadis itu wajib mendalami berbagai gaya bercinta untuk memuaskan Sang Raja.

Tak cuma itu. Istana sebagai pusat titah juga diberi simbol-simbol lingga (kemaluan laki-laki) dan yoni (kemaluan perempuan). Tujuannya agar memberi vibrasi kekuatan bagi penghuni istana, yaitu para raja dan keluarganya, serta para menteri yang menjalankan titah raja.
Untuk itu, segala sudut istana dikerumuni para dayang bugil yang siap memberi servis raja. Dan yang mengerikan, tiap ruang dipajang aktifitas seksual. Dari wanita yang melakukan masturbasi dengan kayu yang dibentuk lingga, dari laki-laki yang melakukan onani untuk diambil dan ditampung spermanya, sampai pembunuhan keji dengan menancapkan kayu di kemaluan wanita atau payudaranya, atau laki-laki yang dirusak penisnya.

Pemandangan yang membangkitkan birahi sekaligus kengerian itu kian menjadi-jadi, tatkala kerajaan ini diperintah Caligula. Kaisar ini penderita psikopat. Ia bengis dan kejam. Ia juga hiperseks yang ngawur.

Betapa tidak. Adiknya sendiri disetubuhi. Ia senggamai istri temannya. Ia perawani tiap gadis yang mau dikawinkan, dan ia gelar pesta seks saban pekan. Saat itulah kaum homoseks dan lesbian pestapora. Mereka melakukan persetubuhan massal bersama para heteroseks di kerajaan ini.

Puncaknya, ketika para petinggi kerajaan ini terus menggelar pesta, kerajaan pun mengalami devisit keuangan. Apa solusi raja untuk menutupi operasional kerajaan? Ini yang cukup mengejutkan; istri dan putri para menteri serta senat dilego.

Wanita-wanita itu dijual bebas. Hanya dengan lima keping emas, putri dan istri pejabat terhormat itu bebas diapakan saja. Digagahi secara heteroseks, disodomi, atau disuruh melakukan oral seks dan masturbasi.

Kebijakan yang gila-gilaan ini berakhir tragis. Harga diri para pejabat tinggi itu merasa diinjak-injak. Mereka akhirnya bersekongkol untuk membunuh Caligula. Dalam satu kesempatan, secara bengis para pejabat yang telah kehilangan harga diri itu membunuh Caligula, istri, serta anaknya yang masih kecil.

Kekasih Temannya Diperkosa
Kisah Caligula ini bermula saat ia masih menjadi pangeran. Ia hidup di kerajaan Romawi yang diperintah Tiberius, kakeknya. Sang Kakek sangat otoriter dan keji. Selalu curiga dengan siapa saja, termasuk dengan anak dan cucu-cucunya. Itu pula yang menjadikan ayah dan ibu Caligula mati terbunuh.

Caligula punya teman bernama Macro. Laki-laki itu berperawakan besar, ganteng dan punya loyalitas tinggi. Dialah yang selalu melindungi Caligula dari berbagai ancaman. Baik dari keluarga sendiri maupun dari luar istana.

Suatu hari Macro berkenalan dengan gadis cantik yang bernama Ennia. Ia merupakan dara yang menonjol karena wajah dan pergaulannya. Macro terpana asmara. Ia tertarik gadis ini, dan selalu mencari kesempatan agar bisa berdekatan.

Nampaknya, Macro tak bertepuk sebelah tangan. Ennia yang tubuhnya selalu dibalut kain tipis tanpa penutup buahdada itu menyambut cinta laki-laki yang menjadi pengawal istana tersebut. Mereka pun bercinta. Keduanya merasakan tubuhnya seperti melayang di awang-awang. Pun keduanya telanjang berangkulan di sudut benteng.

Saat itu bulan sedang bersinar penuh. Di sudut benteng istana, Ennia dan Macro sama-sama telanjang sehabis bersebadan. Mereka telentang, merentang tangan, dan membiarkan semilir angin membuainya ke alam impian.

Tapi di keremangan malam, sesosok bayangan berkelebat. Tubuhnya agak ramping. Bergerak dari satu pohon ke pohon yang lain. Di dekat dua manusia bugil yang tertidur pulas itu, sosok ini mendekat. Tangannya merayapi tubuh Ennia. Ia menciumi seperti bayi. Ennia membiarkan. Ia mengira yang melakukan rangsangan itu adalah kekasih tercintanya, Macro.

Birahi gadis ini kembali memuncak. Tatkala itu sudah terjadi, maka dengan sekali sentak laki-laki ini pun melakukan serangan mendadak. Akibatnya Ennia tak mengalami rasa nikmat, tetapi justru kesakitan. Ia menjerit keras. Darah mengucur dari kemaluannya, dan Macro yang tertidur disamping gadis ini terbangun.

Macro bangkit hendak memukul laki-laki yang memperkosa pacarnya. Tapi ketika ia tahu siapa laki-laki telanjang yang ada di atas tubuh Ennia, maka Macro pun melemah. Ia jongkok dan menyembah. Lirih ia berkata, "Silakan teruskan Pangeran."

Macro kemudian membisiki kekasihnya itu, dan menyuruh Ennia untuk memberikan pelayanan yang baik. Macro membantu merangsang pacarnya. Ia juga membantu memegangi Ennia, dan membiarkan sosok pemerkosa itu untuk memuaskan hasrat seksnya pada gadis ini.

Tapi siapakah pemerkosa yang beruntung itu? Jangan kaget, dialah Caligula, Pangeran dari kerajaan Romawi.

Caligula terkapar lemas. Ia membiarkan tubuhnya telentang bugil. Di dekatnya, Macro duduk menjaganya. Sedang Ennia, mau tak mau gadis ini harus melayani nafsu seks dua orang itu. Dan untuk itu, ia harus bekerja ekstra keras lagi.

Bahkan saat tubuh Ennia menegang, gadis ini juga dipaksa untuk melakukan oral seks. Padahal, kalau Ennia sendiri belum berpengalaman. Namun mau dikata apa, dalam kondisi seperti itu, hasrat Ennia harus dipaksakan keluar. Dan ketika permainan sudah mencapai puncaknya, Ennia dipaksa untuk menelan sperma kedua laki-laki yang haus seks tersebut.

Setelah permainan usai, Caligula bangkit. Ia menciumi Ennia. Setelah itu ia rangkul Macro, seperti mengucapkan terima kasih atas pengertiannya. Dengan rasa hormat kekasih Ennia menundukkan kepalanya.

Angin Nakal Telanjangi Drussila
Setelah peristiwa itu, nasib Caligula mengambang. Bukan karena perkosaan yang dilakukannya terhadap Ennia, tapi semata karena tabiat raja Tiberius, kakek Caligula yang sinting.

Kesintingan raja itu membawa korban. Ayah Caligula, Humanikus, mati terbunuh. Juga ibu dan beberapa saudaranya yang lain. Yang tersisa akhirnya tinggal Caligula dan adik perempuannya yang cantik, Drussila.

Sejak itu Caligula keluar istana. Ia meninggalkan Macro, teman akrabnya yang menjadi orang penting istana, Ennia, gadis yang habis diperkosanya, serta para gundik yang selama ini memberinya kepuasan seksual.

Caligula bersama Drussila, adiknya yang cantik, tinggal di sebuah puri yang jauh dari kerajaan Romawi. Puri itu amat indah dan tenang. Suasana pedesaan amat kental. Puri itu dikitari tanaman rimbun. Penuh pohon oak dan cemara gunung.

Di daerah yang indah dan sejuk itu Caligula dan Drussila mukim. Saban hari yang dilakukannya adalah bermain. Main kejar-kejaran, petak umpet, dan menirukan gerak burung. Tingkah laku mirip anak-anak itu sebagai cerminan, bahwa dua remaja yang beranjak dewasa ini sebenarnya sudah mengalami gangguan jiwa. Mereka menderita psikopat akibat hidup dalam lingkungan yang diliputi kebiadaban, kekejaman dan demoralisasi.

Suatu siang, Caligula dan Drussila main kejar-kejaran. Ketika capek, di padang rerumputan, keduanya berjalan berangkulan. Tiba di sebuah pohon besar, Drussila telentang membaringkan tubuh untuk melepas lelah. Ia diam memejamkan mata. Sedang Caligula duduk bersandar pada pohon.

Tubuh Drussila yang padat berisi hanya terbalut kain tipis warna putih. Tanpa bh dan celana dalam.

Di tengah kelengangan alam itu, nampaknya nafsu Caligula terbangkitkan. Tangannya mulai merayap ke dada Drussila. Gadis itu terdiam karena menganggap biasa.

Kebetulan angin nakal bertiup. Kain tipis penutup bagian bawah gadis ini tersingkap. Mata Caligula terkesiap.

Tangan Caligula mulai berpindah. Ia mengelus paha mulus sang adik. Ia memelorotkan tubuhnya, dan berbaring di sebelah gadis ini. Mulutnya menyusuri paha Drussila. Setelah itu ia berguling menempatkan badannya di antara dua kaki gadis ini.

Ciuman Caligula itu menyusuri betis indah Drussila. Pelan-pelan ia merentangkan kedua kaki gadis ini. Kepalanya merambat ke atas. Dan paha bagian dalam gadis ini menjadi sasaran mulutnya.
Birahi Drussila naik. Ia mengatupkan mulutnya. Gadis ini kelihatan tetap tenang, tetapi nafasnya mulai memburu. Sentuhan itu membangkitkan gejolak bawah sadarnya. Ia mulai terjalari birahi.

Caligula secara liar mulai menyerang membabibuta wilayah sensitive sang adik. Lagi-lagi Drussila merintih. Kepalanya digoyang ke kanan dan ke kiri. Tangan Caligula kian atraktif. Kini ia tak lagi segan untuk bereaksi. Dan reaksi itu yang kian membangkitkan birahi Caligula. Sebab ia ingat, bagaimana rintihan serupa terjadi pada gundik dan Ennia yang telah memberinya kenikmatan seksual.

Laki-laki ini dengan beringas memainkan tubuh Drussila. Drussila sendiri lupa diri. Ia merintih dan mengerang. Saat kemaluan Caligula mulai menyentuh kemaluan Drussila, gadis ini tiba-tiba membalikkan badan. Ia membiarkan Caligula terbanting ke samping. Setelah itu, dengan menelungkupkan tubuh, Drussila mengumpat-umpat Caligula. "Aku adikmu. Ini seks yang dilarang," katanya terpekik.

Dikutip Dari kiftiya.blogspot.com

Baca selengkapnya

Inilah PETUALANGAN CINTA RAJA CABUL ROMAWI � CALIGULA (Bagian 2)





Sang Pangeran Perkosa Adiknya
Malam merayap. Bulan tidak muncul. Kastil indah yang dikitari pepohonan lebat itu tampak kelam. Temboknya yang terbuat dari batu hitam, menambah kesuraman. Kastil itu bisa dikenali hanya dari lilin-lilin yang dinyalakan. Serta lampu redup yang memenuhi sudut ruang.

Drussila tidur nyenyak di kamar. Sprei putih berlapis-lapis, serta bad cover dari bulu domba, menutup tubuh mulus gadis ini. Wajahnya tenang, mulutnya terlukis sesungging senyum. Ia sangat damai di alam mimpi. Dan itu, hanya saat tidurlah bisa dinikmati.

Secara phisik, gadis ini sangatlah bahagia dan sejahtera. Ia cucu raja, dan hidup serba berkecukupan. Tapi jaman berhala yang menaunginya, telah menempatkan gadis ini pada takdirnya. Ia harus menyaksikan berbagai kekejian, dan mengalami berbagai penderitaan.

Ia dipaksa harus mengalami itu. Ia harus melihat bagaimana ayah dan ibunya dibunuh secara keji. Ia harus menyaksikan kekejaman bertahun-tahun di istana yang membuat hatinya goyah. Serta, dalam usia yang relatif muda itu, saban hari ia dijejali pemandangan erotis di lingkungan istana. Pesta seks saban pekan.

Kedamaian tidur Drussila itu amat kontras dengan kondisi Caligula. Laki-laki itu belum beranjak tidur. Ia hilir mudik mengelilingi ruang. Sesekali melongok kegelapan malam, dan kali yang lain menarik nafas panjang. Padahal biasanya, ia sudah mendengkur. Membaringkan tubuh di dekat adiknya, dan melepas kepenatan siang yang terasa begitu panjang.

Laki-laki ini memang sedang digelayuti keresahan. Peristiwa siang tadi belum bisa hilang dari ingatannya. Bukan kesadaran sebagai kakak yang membuatnya resah, tetapi keindahan tubuh dan romantisme Sang Adik yang telah menjadikan hatinya terus gundah.
Ia jadi kagok untuk berbaring di sisi Drussila. Ia merasa tak punya kepercayaan diri untuk tidur bersama adiknya. Sebab ia ragu. Mampukah tidak melakukan rangsangan pada gadis itu seperti malam-malam yang lalu. Sisi lain, kalau itu dilakukan, jangan-jangan sang adik yang juga orang paling disayang, serta teman bermain satu-satunya itu bakal marah. Dan itu artinya, ia akan kehilangan segalanya. Perang bathin itulah yang membuat Caligula resah dan tak bisa mengatupkan mata.
Malam terus merangkak. Di luar kastil, suara burung mulai bersahutan. Dingin menempel di jendela, dan terus merayap memenuhi ruang dalam puri tua ini. Caligula berdiri di balkon dekat peraduan Drussila. Kehangatan mulai menyusup di hati laki-laki ini.
Ia pandangi wajah ayu adiknya. Ia berulang-ulang menarik nafas panjang. Dan makin dipandang, yang muncul bukan wajah Drussila, tapi justru senyum Ennia, Sophia, Yulia, dan para wanita yang selama ini memberinya kenikmatan di ranjang. Jantung Caligula berdegup kencang. Nafasnya memburu, dan otaknya berpikir keras. Adakah ia mampu melawan nafsu itu?

Mata Caligula merah saga. Ia naik ke peraduan. Selimut tebal yang membungkus tubuh Drussila diseretnya pelan-pelan. Kini gadis itu hanya berpenutup kain tipis warna hijau muda yang dibentuk semacam baju tidur. Ia telentang tenang. Tertidur nyenyak di tengah lapisan kain.

Tubuh mulusnya terpampang nyata. Nafas Caligula terengah-engah. Tubuhnya gemetaran menahan nafsu. Tapi untuk melangkah lebih jauh, ia harus sabar dan hati-hati.
Laki-laki ini mulai membaringkan diri disamping Drussila. Tangannya merambat. Tali kain tipis yang mengikat tubuh Drussila dengan busana tidurnya diurai. Dengan sangat hati-hati tali itu dilepas. Dan dengan hati-hati pula, saat kain tipis pembungkus tubuh indah gadis ini sudah terlepas, disingkapnya. Kini tubuh mulus gadis itu tak berpenutup. Drussila menampilkan pemandangan yang menakjubkan. Panorama itu yang membuat birahi Caligula kian mengencang.

Ia memulai aksinya membangkitkan gairah Sang Adik. Ia merapatkan tubuhnya. Ia merangkul adiknya. Saat Sang Adik tidak bereaksi. Ia pilin, pijit, dan tarik-tarik bagian sensitifnya. Memang, reaksi phisik gadis ini belum kelihatan. Namun siku Caligula merasakan, degup jantung gadis ini mulai mengencang.

Caligula terus merayap. Ia mengangkat separuh tubuhnya, dan merangkul ketat tubuh bugil Drussila. Saat itulah Drussila melenguh. Tubuhnya bergerak-gerak. Dalam bawah sadarnya timbul rangsangan. Ia belum tersadar. Ia masih dibuai dalam alam impian. Namun impian yang distimulasi oleh gerakan luar yang terbias ke alam maya.
Reaksi erotis Drussila itu kian menyulut birahi Pangeran ini. Ia tambah bernafsu. Tubuhnya melorot ke bawah. Ia mendaratkan mulutnya di pusar Drussila.
Gadis ini mulai merintih. Ia mulai menggerakkan pinggulnya. Kakinya tambah terbuka.

Dan ruang yang tersembunyi itu kini memberi peluang untuk semakin dirangsang.
Caligula memindahkan posisi. Ia menempatkan badannya di antara dua paha Drussila. Ia mulai menggunakan mulut dan lidahnya untuk membangkitkan gairah. Dan gadis ini terus merintih.

Kini wilayah sensitif gadis itu mulai dibanjiri cairan. Caligula paham tanda itu. Terus dan terus. Sesekali mengelus, kali lain memutar. Ketika dirasa tepat untuk beraksi, Caligula pun menindih Drussila. Ia memasukkan lingganya ke yoni gadis ini. Pelan dan pelan hingga tubuh Drussila bergetar.

Hubungan Seks Sedarah
Drussila mengerang. Ia di ambang sadar. Ada rasa nyeri di selangkangannya. Ada beban berat di atas tubuhnya. Tapi di balik itu, tak bisa dipungkiri, juga ada rasa nikmat yang merambati seluruh tubuh gadis ini. Itu yang membuat Drussila merintih dan mengaduh.

Saat matanya terbuka dan kesadarannya mulai pulih, ia pun menyaksikan tubuh Caligula menindihnya. Ia tak sekadar menindih, tapi sedang berlayar menuju puncak kenikmatan. Nampaknya laki-laki itu belum orgasme. Ia masih dalam tahap menuju ke sana.
Drussila mengumpat. Ia menggoyang-goyangkan tubuhnya, agar Sang Kakak menyudahi memperkosanya. Tapi karena pinggulnya dicengkeram tangan dan ditindih di atasnya, maka dua tubuh itu seperti lengket. Pukulan gadis itu tak membuat Caligula undur. Ia sudah setengah perjalanan menuju nirwana. Ia harus meneruskan langkah, mendaki puncak nikmat. Menyetubuhi adiknya.

Saat itulah tangan Caligula yang mencengkeram gadis ini kian mengencang. Tubuhnya mengejang. Dengus nafasnya memburu. Tapi adakah gerakan itu tak menggugah birahi Drussila? Adakah gadis ini tetap marah-marah dan memukul-mukul tubuh Caligula? Ternyata, ketika Caligula meneruskan memainkan irama romantis itu, Drussila juga terpesona. Pukulan tangannya melemah, dan mulutnya menganga.

Dari mulut itu keluar erangan. Bathinnya seperti diaduk-aduk. Ia diamuk badai nafsu. Tangannya lemah terkulai, dan mulutnya mendesis-desis. Malah, tangan yang tadinya memukuli punggung Caligula itu berubah drastis. Tangan itu kini merangkul ketat tubuh kakaknya.

Dengus Caligula meninggi. Ia seperti sedang berjuang untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan berat. Setelah itu lama berlangsung, dengan pekikan panjang, laki-laki ini tubuhnya mulai mengejang. Kaku, sebelum akhirnya melemah.

Caligula lunglai, diiringi Drussila. Dengan mesra Caligula menciumi pipi dan leher Drussila. Ia berusaha bersikap biasa-biasa saja. Gadis ini dihadapkan pada perasaan yang rumit. Ia merasa, apa yang barusan dilakukan adalah salah. Tapi tak bisa dipungkiri, ia pun sangat menikmati hubungan yang salah itu. Ia telah melakukan
hubungan seks sedarah (incest).

Melihat Caligula biasa-biasa saja, Drussila pun berusaha untuk bersikap sama. Ia mulai bisa mengendalikan perasaan bersalahnya. Tangannya mengusap lembut rambut Sang Kakak, dan menciumi dengan mesra wajah Caligula.

Gadis ini usianya memang masih muda. Tapi secara psikologis ia lebih dewasa dibanding Sang Kakak. Untuk itu ia lebih tegar dalam menjalani hidup. Dan ia lebih dewasa dalam menyikapi berbagai peristiwa yang melanda keluarganya.

Mengingat itu Drussila menangis dalam hati. Ia merasa sangat bersalah. Persetubuhan itu sulit untuk diterima. Tetapi di balik itu ia sangat kasihan melihat sikap Sang Kakak. Laki-laki itu amat goyah. Ia bak itik kehilangan induk. Ia amat kehilangan kasih sayang, setelah ayah dan ibunya tiada. Membayangkan itu, tak terasa, sambil mengelus rambut Caligula, ada butiran-butiran halus mengalir dari mata gadis ini. Drussila menangis. Tangis yang amat dalam untuk direnungkan.

Kini ia bimbing tubuh kakaknya yang masih tergolek di atas tubuhnya. Ia baringkan tubuh itu disampingnya. Disapunya sisa-sisa keringat yang masih tersisa di leher laki-laki ini. Dan ia cium keningnya.

Diperlakukan begitu, Caligula bergelenjot mesra. Ia rangkul adiknya. Tak lama kemudian, laki-laki ini tertidur. Ia merasa mendapat kenyamanan. Ia merasakan kedamaian. Ada yang memberinya perlindungan.

Drussila memang harus menjadi segalanya. Ia harus jadi teman bermain, ibu yang menyayangi, dan kekasih yang memberinya kepuasan seks dan membangun romantisme. Sebagai gadis yang belum makan asam garam kehidupan seks, sebenarnya ia belum siap bagian sensitifnya dijadikan mainan. Secara moral hatinya menolak perlakuan itu, karena yang melakukan adalah kakak kandungnya sendiri. Sedang dari hati kecilnya, sebagai gadis normal, ia juga tak bisa memungkiri, ulah kakaknya itu membangkitkan naluriahnya sebagai gadis remaja. Ia terangsang. Nafsu birahinya memuncak.
Saat Sang Kakak tidur lelap, gadis ini berpikir jauh. Ia harus merenung, dan memilih di antara pilihan-pilihan yang sebenarnya tak layak untuk dipilih.

Tapi pagi itu ia telah memantapkan hati. Rasa sayang dan kasihan terhadap nasib kakaknya telah mengalahkan segalanya. Ia bertekad untuk memberikan segala yang diminta Sang Kakak. Tak perduli itu sangat bertentangan dengan berbagai doktrin kebaikan yang ada

Di Kutp Dari kiftiya.blogspot.com

Baca selengkapnya
Inilah PETUALANGAN CINTA RAJA CABUL ROMAWI -- CALIGULA (Bag. 4) -- Caesonia Jadi Permaisuri

Inilah PETUALANGAN CINTA RAJA CABUL ROMAWI -- CALIGULA (Bag. 4) -- Caesonia Jadi Permaisuri




Siang di taman sari. Puluhan gadis, janda, serta gundik istana dikumpulkan. Mereka semuanya adalah wanita pilihan. Dipilih yang berwajah cantik, bertubuh indah, dan berkulit bersih mulus. Mereka ditempatkan di sebuah taman yang dipenuhi bunga warna-warni. Di tengahnya, sebuah kolam renang dengan tangga berundak memutar.

Para wanita itu berdiri berjajar. Mereka semua berpakaian sama. Kain putih tipis yang dibentuk mirip baju panjang (longdress). Tanpa penutup payudara. Juga tanpa memakai celana dalam.

Drussila, Sang Adik, memaksa Caligula memilih salah satu diantara sekian banyak wanita cantik itu. Lalu Caligula menunjuk Caesonia. Ia memang wanita hebat di ranjang, tapi rasanya tak pantas untuk menjadi permaisuri raja. Sebab profesinya selama ini adalah gundik istana. Gundik yang memberi kepuasan seksual terhadap raja terdahulu.
Caligula ngotot memilih Caesonia. Ia menyebut wanita itu sangat layak mendampinginya memimpin kerajaan Romawi. Alasannya, selain hebat di ranjang, ia juga cantik dan sangat dewasa.

Di kamar pentahbisan Caligula menyiapkan prosesi penyambutan. Sebuah altar tergelar, dan di ujungnya, patung Dewi Ishes yang disilang pedang nampak berdiri garang. Secara spiritual patung itu dianggap sebagai kekuatan dan penjaga kedaulatan kerajaan Romawi. Dan di ruang sakral seperti itulah Caligula ingin melakukan ritual penyatuannya dengan Caesonia.
Caesonia mendekati Caligula. Wanita yang berpengalaman melayani laki-laki di ranjang itu amat tegar berhadapan dengan raja Romawi yang masih belia itu. Ia mendekatkan wajahnya ke Caligula. Ia pasrah untuk diapakan saja.

Saat itulah tubuh ramping wanita ini dibanting di meja altar. Caligula mendekatkan pedang dan mentorehkan ke leher wanita ini. Darah mengucur. Dengan mulutnya, laki-laki itu menghisap darah itu. Dan Caligula pun bersiap-siap untuk menindihnya. Setelah itu Caesonia dijadikan permaisuri sang raja.


Di Ambil Dari kiftiya.blogspot.com

Baca selengkapnya