Tampilkan postingan dengan label Asal Usul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal Usul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2016

Inilah Sepatu Bata Bukan Asli Buatan Indonesia

Sepatu Bata sudah ada di Indonesia sejak 1931, dan saya yakin teman-teman pasti tau merek sepatu yang satu ini. Bahkan kalau dulu mau beli sepatu, pasti minta antar ortu ke �Bata�. Bertahun-tahun ada di Indonesia, pasti kita semua berpikir bahwa Bata itu adalah produk dalam negeri, tapi ternyata saya dan anda salah. Pabrik pertama sepatu ini berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan. Jadi, banyak orang yang mengira nama Bata diambil dari nama kawasan itu.
Menurut informasi yang didapat dari Tempo. Merk Bata sebenarnya diambil dari nama pendirinya, Tomas Bata, pengusaha asal Cekoslovakia. Nama Kalibata sendiri punya sejarah lain. Konon nama itu muncul karena sungai di kawasan itu kerap dilalui rakit pembawa batu bata dari Bogor menuju Jakarta.
Sepatu Bata masuk ke Tanah Air sejak 1931 lewat jalur impor, didatangkan dari Singapura (dulu Malaya). Pengimpornya adalah perusahaan penyalur sepatu NV Nederlandsch-Indische di kawasan pergudangan Tanjung Priok. 6 tahun kemudian, Tomas Bata, sang pemilik, membangun pabrik raksasa di tengah-tengah perkebunan karet di Kalibata. Banyak warga sekitar (Rawajati, Kalibata) yang turuntemurun bekerja di Bata.
Sepatu Bata
Dari sinilah bisnis sepatu Bata menyebar ke seluruh pelosok Tanah Air. Waktu itu sepatu kulit dan karet jadi andalan. Hampir 90% bahan baku dipasok dari dalam negeri. Bata menikmati masa jaya hingga era 1980. Hampir semua orang yang besar di era itu pernah menjajal sepatu ini.
Pada 24 Maret 1984, perusahaan associate dari Bata Shoe Organization yang berpusat di Lusanne, Swiss, itu tercatat di Bursa Efek Jakarta sebagai PT. Sepatu Bata Tbk.
Di tengah serbuan merek sepatu yang membanjiri Tanah Air, Bata yang kini dipegang oleh generasi ketiga, Thomas G. Bata, berusaha bertahan dengan mengedepankan kualitas yang sudah digaungkan secara turun-temurun dan harga terjangkau. Dua strategi ini membuat perusahaan modal asing itu tak jatuh diguncang badai krisis ekonomi yang menghajar Indonesia pada 1997-1998.
Pada 2008 mereka memindahkan pabrik dan pusat distribusi dari Kalibata ke Purwakarta. Bata kini mengeluarkan merek alternatif seperti North Star, Power, Bubblegummers, dan Marie-Claire. Distribusi pemasaran terus digenjot, dari mal besar sampai toko-toko Bata di pinggir jalan.
Sumber :http://gugling.com/
Baca selengkapnya

Inilah Asal Usul Undangan Pernikahan

Sedikit Bercerita Tentang Asal Usul Undangan Pernikahan dimasa Dulu Sampai sekarang
Sebelum penemuan Mesin Cetak oleh Johannes Gutenberg di 1447, perkawinan di Inggris biasanya diumumkan melalui seorang peneriak pengumuman Kota: seorang pria yang bersedia berjalan sepanjang jalan di kota sambil mengumumkan berita pernikahan dengan suara keras. Secara tradisional, siapa saja yang mendengar berita itu menjadi bagian dalam perayaan.
Di abad pertengahan, kebiasaan mengirimkan undangan pernikahan hanya muncul diantara kaum ningrat. Keluarga-keluarganingrat akan menugaskan seorang rahib, yang ahli dalam seni kaligrafi,dan kerajinan tangan yang mereka pahami. Dokumen seperti itu biasanya melambangkan status, atau kepribadian dari si individunya dan di segel dengan lilin. Bahkan sampai hari ini, penambahan gembok atau segel pada Undangan Pernikahan sangat populer di kalangan �high Society�, menambahkan sentuhan yang berkelas.
Undangan Pernikahan Unik
Dari abad 1600 ke depan
meskipun sudah ada mesin cetak, teknik pencetakannya masih biasa pada waktu itu, tinta yang ada waktu itu hanya di cap di atas kertas menggunakan semacam timah, menghasilkan cetakan yang tidak terlalu bagus untuk sebuah Undangan Pernikahan yang bergaya. Bagaimanapun juga, tradisi mengumumkan pernikahan di surat kabar terus berkembang sampai saat ini.
Pada tahun 1642, penemuan ukiran piring logam (atau Mezzotint) oleh Ludwig von Siegen membuat undangan yang tadinya hanya untuk �high society� menjadi terjangkau oleh kalangan menengah. Mengukir, untuk menunjukkan nama, memerlukan seorang perajin untuk menulis teksnya dalam posisi terbalik di atas piringan logam dengan menggunakan alat pengukir, dan piringan itu selanjutnya akan di gunakan untuk mencetak undangannya. Hasil dari undangan berukir kemudian dilindungi dengan selembar kertas tissu yang di letakkan di atas undnagan agar tinta tidak menempel dengan undangan yang lain, yang menjadi tradisi hingga saat ini .
Undangan Pernikahan
Pada saat itu, susunan kata di dalam undangan pernikahan lebih rumit daripada sekarang; biasanya nama setiap tamu di cetak sendiri-sendiri pada setiap undangan bisa disebut juga Undangan Pernikahan Unik
Abad modern
asal dari percetakan komersial �perlengkapan pernikahan yang baik� bisa di lacak sampai periode perang dunia II, dimana kombinasi dari demokrasi dan pertumbuhan industri yang cepat memberikan masyarakat kebanyakan untuk meniru gaya hidup dan materialisme masyarakat elite. Mengenai masa ini, figure masyarakat elit, seperti Amy Vanderbilt dan Emily post, muncul untuk memberikan saran kepada pria dan wanita kebanyakan mengenai etiket yang baik. Pertumbuhan dalam penggunaan perlengkapan pernikahan juga di sokong oleh perkembangan thermography. Meskipun kurang khas dan kurang pada ukirannya, thermography merupakan metode yang lebih murah dalam menghasilkan bentuk/corak. Teknik ini, biasa di sebut ukiran manusia miskin, hasil yang mengkilap, dengan tidak mengesankan permukaan kertas (seperti mengukir dengan cara tradisional). Seperti itu, undangan pernikahan- bak di cetak ataupun diukir-pada akhirnya menjadi terjangkau untuk semua.
Baru-baru ini pencetakan letterpress sudah membuat kebangkitan dan menjadi populer untuk undangan pernikahan. Mempunyai beberapa butik dan keahlian tertentu untuk menciptakan kesan yang mendalam. Banyak perusahaan letterpress kecil yang memiliki spesialisasi undangan pernikahan mulai bermunculan, daripada perusahaan cetak yang besar.
Ukiran laser juga sudah membuat kemajuan di pasar undangan pernikahan beberapa tahun terakhir ini. Terutama dipergunakan untuk mengukir undangan lapisan kayu, juga dipergunakan untuk mengukir akrilik, atau menandai beberapa tipe undangan berbahan logam.
Untuk Melihat Hasil karya Undangan Pernikahan dan Soveneir Undangan Pernikahan yang Unik Anda Bisa Lihat Di www.souvenirpernikahan.net
Baca selengkapnya

Minggu, 13 Maret 2016

Inilah Asal Usul Bahasa Indonesia

BAHASA adalah yang paling baik dalam menunjukkan identitas kultural suatu bangsa.Dengan kata lain bahasa menunjukkan bangsa. Itu sebabnya penting bagi bangsa Melanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya dari arus besar dominasi �bahasa Indonesia�. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting sebagai upaya melestarikan identitas bangsa Melanesia, yang selama ini �lebur� dalam �NKRI� dan dalam banyak hal justru mengalami Jawanisasi. Ini kontradiktif dengan gagasan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
 Dewasa ini, bangsa Melanesia menggunakan bahasa Indonesia, sebagaimana bahasa ini adalah �bahasa pemersatu�, yang mendapat tempat utama dalam media komunikasi formal, baik sebagai bahasa teks maupun lisan, disekolah, perkantoran dan tentu saja pada media cetak dan elektronik.
Memang ada sisi baiknya, bahwa �bahasa Indonesia� memainkan peran penting sebagai �jembatan� komunikasi menerobos diversitas linguistik yang berbeda satu sama lain (termasuk di Papua), dan memungkinkan para penuturnya menjangkau dunia pendidikan modern. Namun mesti disadari pula akan sisi buruknya, terutama bahwa �bahasa Indonesia� menjadi dominan sehingga bahasa-bahasa lain keumgkinan akan tersisihkan. Entah bahasa Batak, Jawa, Bali dan termasuk 250 bahasa etnis Melanesia di tanah Papua. Padahal Bahasa Indonesia baru digunakan secara serius sejak 1950 di Papua oleh para pendakwah dan pejabat kolonial dalam rangka �menyatukan� wilayah Papua dengan wilayah Hindia Belanda lainnya. Hal ini seiring dengan kebijakan diskriminasi kolonial Belanda yang hanya memperbolehkan bahasa Belanda diajarkan pada garis keturunan tertentu saja.
Apabila menenggok lebih jauh ke masa sebelumnya, maka bangsa Melanesia sebenarnya belum cukup dikenal para nasionalis Indonesia, selain sebagai koloni Belanda yang dalam banyak hal tidak terlibat langsung dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Diluar itu, wilayah ini cukup terisolir dari koloni Belanda di sebelah barat, kecuali wilayah pesisir utara yang menjalin hubungan dagang tradisional dengan Maluku. Selebihnya hanya bayang-bayang penjara besar - Boven Digul, di tengah sebagian besar masyarakat yang masih hidup di zaman batu (Benedict Andersson: 2002)
Ini berarti bangsa Melanesia, tidak terlibat dalam beberapa proses sejarah penting, terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia. Pertama, saat bahasa Indonesia dipermaklumkan sebagai bahasa persatuan pada Sumpah Pemuda 1928, tidak ada yang mewakili bangsa Papua dalam peristiwa tersebut, kedua, saat bahasa Indonesia dianjurkan semasa pendudukan Jepang untuk menggusur bahasa Belanda, hal itu tidak terjadi di Papua, apalagi karena pertimbangan militer dan kondisi sosial politik waktu itu, Jepang membagi Hindia Belanda menjadi tiga wilayah koloni terpisah, dan Papua berada dibawah Angkatan Laut yang berpusat di Makasar, ketiga, saat bahasa Indonesia dipergunakan sebagai wahana perlawanan menyerang kolonialisme yang dipuncaki proklamasi kemerdekaan RI 1945, justru bangsa Papua belum �mengenal� NKRI.
Dari tiga fakta ini, bisa dibilang bahasa Indonesia adalah produk historis yang dalam prosesnya tidak sepenuhnya melibatkan bangsa Melanesia. Barulah pada tahun 1963 ketika Orde Lama mencanangkan operasi Trikora, dan disusul pelaksanaan Pepera semasa Orde Baru tahun 1969 bahasa Indonesia mulai dijadikan �bahasa resmi� di Papua.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Meski demikian, ia hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing sebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dll. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua dan untuk taraf resmi bahasa Indonesia adalah bahasa pertama. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu Indos yang berarti "India" dan nesos yang berarti "pulau". Jadi kata Indonesia berarti kepulauan India, atau kepulauan yang berada di wilayah IndiaBahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe', akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia".
Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap "lahir" atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.
Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai penghantar pendidikan di perguruan-perguruan di Indonesia.
Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.
Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:
Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.
Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.
Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, atau Banjarmasin, atau Samarinda, atau Maluku, atau Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhirpun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, ia sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.
Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.
Dengan memilih Bahasa Melayu Riau, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.
Baca selengkapnya

Rabu, 06 Juni 2012

Inilah Sejarah Ponsel Blackberry

Sejarah Singkat Ponsel Blackberry Blackberry dikembangkan oleh sebuah perusahaan canada yang hingga saat inipun, tidak banyak orang yang mengetahui namanya. Sangat berbeda denga Nokia dan Motorola ataupun microsoft yang namanya dikenal luas, pembuat blackberry adalah perusahaan yang bernama Research in Motion.
Didirikan oleh seorang imigran yunani di kota waterloo, kanada. Pendiri Research in Motion, Mike Lazaridis dilahirkan di Turki, membangun sebuah pemutar rekaman dsi Lego pada umur 4 (empat) tahun, sebuah radio pada umur 5 (lima) tahun, dan berkuliah di Universitas Waterloo.
Dia memilihg drop out setelah memenangkan kontrak senilai 560 ribu US Dollar. Para pesimis mengasumsukan bahwa pesaing besar akan menenggelamkan produk blckberry dengan membanjiri pasar dengan produk yang serupa. Namun hingga saat ini, tidak ada satupun perusahaan seperti nokia, motorola atau bahkan microsoft yang sanggup membuat pesaing blackberry.
Sejarah Ponsel Blackberry
Keunggulan blackbery adalah mempunyai penampilan yang sangat bersabahat dan bisa selalu terhubung, jadi dimanapun anda, anda bisa selalu mengakses email. Sejak peluncurannya pada tahun 1999, blackberry telah meraup lebih dari 8 juta pelanggan di seluruh dunia.
Sejalan dengan peningkatan kemampuan layanan komunikasi seluler, blackberry pun ikut terangkat. Dan dengan makin turunnya biaya komunikasi, pada akhirnya BlackBery menjadi sebuah fenomena.
Awalnya, sejarah BlackBerry ingin dinamakan Pocket Link sebuah nama yang fungsional tapi membosankan, kemudian juga hampir dinamakan Strawberry, karena mirip dengan buah strawberry, tapi terkesan terlalu jinak. Sehingga dinamakan Blackberry, nama yang akrab tapi cerdas.
BlackBerry masuk ke pasar pertama kali dengan memfokuskan diri pada layanan e-mail gegas. Pada awalnya, perangkat BlackBerry hanya memiliki layar monokrom, tetapi sekarang semua modelnya sudah memiliki tampilan layar berwarna.
Saat ini, RIM juga menawarkan layanan email BlackBerry untuk perangkat-perangkat non-BlackBerry seperti Palm Treo dan Nokia E61, melalui peranti lunak BlackBerry Connect.
Mengapa banyak orang yang kepincut BlackBerry? Salah satunya adalah keunggulannya mengirim dan menerima surat elektronik: secepat mengirim dan menerima SMS.
BB pun menjadi gadget yang wajib dimilki oleh remaja-remaja yang inign diakui ke-eksist-annya. Setelah serial Gossip Girl secara fenomenal mempromosikan BB. Serial tentang kehiduppan anak-anak muda upper Class Manhattan, Ney York-USA itu melabeli Blackberry sebagai lambang status kelas atas.
Baca selengkapnya

Senin, 24 Oktober 2011

Kisah ASAL USUL NAMA GIRILAWUNGAN

Girilawungan adalah nama sebuah kerajaan yang pernah ada di tanah Sunda, tepatnya di Majalengka, Jawa Barat. Istilah �girilawungan� berasal dari kata ngalawung dalam bahasa Sunda, yang berarti �berhadap-hadapan�. Menurut cerita, pernah terjadi suatu peristiwa ngalawung di sebuah tempat sehingga tempat itu kemudian dinamakan Girilawungan. Peristiwa apakah itu? Berikut kisahnya dalam ceria Asal Usul Nama Girilawungan.
Dahulu di tanah Pasundan, ada seorang raja bernama Pangeran Giri Layang. Ia masih keturunan Raja Pajajaran. Pangeran Giri Layang adalah seorang raja yang arif dan bijaksana. Dalam memerintah negara, ia dibantu oleh adik perempuannya yang bernama Putri Giri Larang dan seorang patih bernama Endang Capang.
Suatu hari, Pangeran Giri Layang sedang bercakap-cakap dengan adiknya di pendopo istana. Putri Giri Layang berkata kepada kakaknya,
�Kanda, Dinda ingin mengatakan sesuatu. Tapi, sebelumnya Dinda mohon maaf jika nantinya ada perkataan Dinda yang menyinggung perasaan Kanda,� kata Putri Giri Larang.
�Ada apa yang ingin kamu katakan, Adikku?� ujar Pangeran Giri Layang,
�Begini, Kanda. Dinda sudah lama membantu Kanda mengelola negeri ini dan sudah banyak pula ilmu yang Dinda peroleh dari Kanda. Tapi, Dinda merasa perlu banyak belajar lagi. Sekiranya Kanda mengizinkan, Dinda ingin pergi merantau untuk menambah ilmu.�
Mendengar permintaan itu, Pangeran Giri Layang tertegun. Ia merasa amat berat melepas kepergian adiknya. Namun, tak ada alasan baginya untuk menolak permintaan tersebut. Ia pun mengelus-elus kepala adiknya, lalu berkata.
�Adikku, engkaulah satu-satunya yang Kanda sayangi. Tapi, jika itu sudah menjadi tekadmu, Kanda merestui kepergian Dinda. Semoga Dinda tidak mendapat rintangan apa pun,� kata Pangeran Giri Layang, �Ingat pesan Kanda, jika berjalan ke arah timur, Dinda jangan sampai melampaui perbatasan.�
�Baik, Kanda. Terima kasih atas doa restu Kanda,� ucap Putri Giri Larang.
Keesokan paginya, Putri Giri Larang bersiap-siap. Setelah berpamitan kepada kakaknya, berangkatlah ia menuju ke arah timur dengan berjalan kaki seorang diri. Setelah berbulan-bulan keluar masuk hutan, menyeberangi sungai, serta mendaki gunung dan lembah, sampailah ia di sebuah hutan belantara yang sepi. Hanya suara-suara binatang hutan yang terdengar saling bersahut-sahutan.
Putri Giri Larang terus berjalan di antara pepohonan. Alangkah terkejutnya sang Putri, ia menemukan sebuah taman yang indah di pedalaman hutan. Di tengah taman itu terdapat sebuah kolam yang airnya sangat jernih. Kolam itu dikelilingi pula tanaman bunga yang beraneka warna. Putri pun tak kuasa menahan rasa kagum menyaksikan pemandangan itu.
�Oh, pemandangan yang sungguh indah. Tapi, kenapa ada taman di tengah hutan ini?� heran sang Putri, �Siapa yang membuatnya?�
Putri Giri Larang duduk di pinggir kolam lalu merendam kedua kakinya ke dalam air. Setelah merasakan kesejukan air itu, ia lalu berpikiran ingin mandi.
�Sebaiknya aku mandi saja di kolam ini untuk menghilangkan rasa letih,� gumamnya.
Sang Putri pun segera menanggalkan pakaian dan meletakkannya di pinggir kolam. Ia lalu mencebur ke dalam kolam dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Sejuknya air kolam itu terasa menusuk hingga ke ubun-ubunnya. 
Ketika sang Putri sedang asyik berendam di kolam itu, tanpa disadari ada seorang lelaki setengah baya menuju ke kolam. Lelaki itu adalah seorang patih dari sebuah kerajaan di Jawa yang bertugas merawat dan menjaga kolam itu agar tetap bersih. Taman itu merupakan tempat Raja Jawa beristirahat sepulang dari berburu.
Patih itu terkejut begitu melihat seorang putri cantik sedang mandi di kolam. Cepat-cepatlah ia bersembunyi di balik sebuah pohon besar sambil mengawasi putri itu.
�Cantik sekali putri itu, bagaikan bidadari dari kahyangan,� kagum patih itu, �Tapi, siapa putri itu dan dari mana asalnya?�
Sang Patih tiba-tiba teringat pada rajanya yang sedang mencari pasangan untuk dijadikan permaisuri.
�Raja pasti tertarik pada putri itu,� pikirnya.
Tanpa berpikir panjang, Patih itu segera mengambil pakaian sang putri. Rupanya, sang Putri mengetahuinya. Ketika Putri naik ke darat hendak merebut pakaiannya, Patih itu segera berlari. Sang Putri pun segera mengejarnya, sang Patih sengaja memperlambat langkahnya agar sang putri terus mengikutinya hingga ke istana.
Setiba di istana, Patih itu segera menyerahkan pakaian sang Putri kepada sang Raja.
�Ampun, Gusti. Hamba mempersembahkan sebuah bingkisan untuk Gusti,� sembah patih itu.
�Hai, pakaian siapa ini?� tanya sang Raja heran.
�Pakaian itu milik seorang putri. Putri itu sedang mandi di kolam Gusti,� ungkap patih itu, �Putri itu cantik jelita bagai bidadari. Barangkali saja Gusti tertarik padanya.�  
�Wah, kamu memang Patih yang pengertian. Mana putri itu?� tanya sang Raja.
Belum sempat patih itu menjawab, tiba-tiba Putri Giri Larang muncul dan berteriak.
�Hai, pencuri. Cepat kembalikan pakaianku!� serunya, �Dasar kalian tidak sopan. Beraninya mencuri pakaian wanita yang sedang mandi.�
Jantung sang Raja langsung berdetak kencang saat melihat kecantikan Putri Giri Larang. Raja tersenyum lalu menyapa sang putri dengan kata-kata lembut.
�Maafkan kami atas perlakuan patihku, Putri cantik,� ucap sang Raja.
�Hai, pencuri. Cepat kembalikan pakaianku! Kalau tidak, aku hancurkan seluruh isi keraton ini!� ancam sang Putri.
�Sabar, Putri,� ujar sang Raja dengan tenang, �Kami tidak ingin mencari keributan. Sebaiknya Putri beristirahat dulu, setelah itu kami akan menyerahkan pakaian Putri.�
Dengan kata-kata lembut sang Raja, hati Putri Giri Larang akhirnya luluh. Setelah mandi dan beristirahat, ia pun berunding dengan sang Raja.
�Maaf, Putri. Kalau boleh saya tahu, siapa sebenarnya Putri dan berasal dari mana?� tanya sang Raja.
Putri Giri Larang pun memperkenalkan namanya lalu menjelaskan asal-usulnya. Mendengar penjelasan itu, sang Raja pun mengungkapkan isi hatinya.
�Begini. Sebenarnya aku memang sedang mencari istri untuk kujadikan permaisuri. Kebetulan sekali aku telah bertemu dengan Putri yang selama ini kudambakan. Bersediakah Putri menjadi permaisuriku?� pinang sang Raja.
Mendengar permintaan itu, tiba-tiba sang Putri merasa sekujur tubuhnya menjadi lemah. Kekuatannnya terasa tersedot oleh kekuatan gaib. Pada saat itulah, ia baru tersadar dan teringat pada nasehat kakaknya dirinya telah melewati perbatasan sebelah timur sehingga kesaktiannya hilang. Dengan terpaksa, ia pun menerima lamaran sang Raja.
�Baiklah, aku terima lamaran Gusti. Tapi, dengan syarat kaum laki-laki tidak mencampuri urusan perempuan,� pinta sang Putri.
Sang Raja menyanggupi permintaan itu. Beberapa hari kemudian, pernikahan mereka pun dilangsungkan dengan amat meriah. Sejak itulah, putri keturunan Pajajaran itu menjadi permaisuri Raja.
Suatu hari, Putri Giri Larang menanak nasi, lalu pergi mandi. Beberapa saat kemudian, diam-diam sang Raja membuka kuali yang airnya sedang mendidih. Ia penasaran ingin mengetahui istrinya sedang masak apa. Alangkah terkejut dia setelah membuka kuali itu yang ternyata isinya hanya setangkai padi. Setelah mengamatinya sejenak, padi itu ia masukkan ke kuali dan menutupnya kembali.
Putri Giri Larang baru saja selesai mandi dan kembali ke dapur. Betapa marahnya ia setelah mengetahui padi di dalam kuali tak kunjung matang. Dengan perasaan kecewa, ia menghampiri suaminya.
�Engkau telah melanggar janjimu. Engkau telah berani membuka rahasia perempuan,� hardik sang Putri.
Tanpa berkata-kata lagi, Putri Giri Larang segera meninggalkan istana menuju keraton kakaknya. Setiba di sana, ia langsung merangkul kakaknya sambil menangis.
�Maafkan Dinda! Dinda tidak menghiraukan nasehat Kanda,� tangis sang Putri.
Putri yang sedang hamil tua itu kemudian menceritakan semua peristiwa yang telah dialaminya.
�Sudahlah, Dinda. Lupakanlah semua kejadian yang sudah lalu,� ujar Giri Layang, �Beristirahatlah, kasian bayi yang ada di dalam kandunganmu.�
Selang beberapa hari kemudian, Putri Giri Larang pun melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Adipati Jatiserang. Kehadiran anak itu tentu saja mencemaskan hati Pangeran Giri Layang. Ia khawatir kalau-kalau tentara kerajaan suami adiknya datang menyerang hendak mengambil Adipati Jatiserang. Kekhawatiran itu akhirnya datang juga ketika sang Pangeran mendapat petunjuk dari kakeknya melalui mimpi bahwa mereka akan datang mengambil keponakannya.
Pangeran Giri Layang pun segera berunding dengan patihnya Endang Capang serta para menterinya agar membuat kulah (lubang besar di bawah tanah) sebanyak empat buah. Keempat kulah itu akan dijadikan sebagai tempat persembunyian keluarga keraton, termasuk Putri Layang dan putranya. Tak berapa lama kemudian, tentara kerajaan suami sang Putri yang dipimpin oleh Patih Mangkunagara dan Patih Surapati pun tiba. Mereka pun langsung mencari Pangerang Giri Layang serta Putri Giri Larang dan putranya. 
�Hai, di mana Raja kalian?� tanya Patih Mangkunagara, �Kami ke mari mencari Putri Larang dan putranya.�
�Maaf, Tuan-Tuan! Pangerang Giri Layang dan Putri Giri Larang sudah wafat. Sementara Adipati Jatiserang, putra Putri Giri Larang, sedang menutut ilmu ke negeri seberang,� jawab patih Endang Capang.
Kedua patih tersebut tidak percaya dengan jawaban itu. Akhirnya, Patih Endang Capang segera membawa mereka ke tempat Pangeran Giri Layang dan Putri Giri Larang bersembunyi. Karena tidak percaya, kedua patih Majapahit itu berniat untuk menggali kulah yang mirip makam tersebut. Namun, baru saja mereka mulai menggali, tiba-tiba seluruh badan mereka menjadi lemas dan tak bertenaga. Rupanya, kekuatan mereka terhisap oleh kesaktian Pangeran Giri Layang dari dalam kulah tersebut. Karena gagal melaksanakan tugas, Patih Mangkunagara pun memerintahkan tentaranya agar tidak pulang dulu ke istana.
�Para prajuritku, jangan ada yang pulang ke istana!� ujar patih itu, �Malulah rasanya pulang dengan tangan hampa. Sebaiknya kita ngalawung (bertemu berhadap-hadapan) saja di sini sambil menunggu Putri Giri Larang keluar sebab aku yakin ia bersembunyi.�
Seluruh tentara pun menetap di tempat tersebut. Untuk mengenang peristiwa ngawalung, maka tempat itu dinamakan Negara Girilawungan yang kini dikenal dengan sebutan Babakan Jawa.
* * *
Demikian cerita Asal Usul Nama Girilawungan dari Jawa Barat. Ada pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas yaitu akibat buruk dari sifat tidak mau mendengarkan nasehat seperti Putri Giri Larang, dan akibat buruk dari sifat ingkar janji seperti sang Raja yang melanggar syarat dari istrinya.
Baca selengkapnya

Kisah ASAL USUL ORANG BASAP

Orang Basap adalah salah satu rumpun suku Dayak di Kalimantan Timur yang tinggal di wilayah Bontang dan Sangkulirang. Menurut cerita, Orang Basap merupakan keturunan orang-orang Cina yang kawin dengan suku Dayak Punan. Meskipun Orang Basap pada umumnya tidak berkulit kuning, tetapi mata mereka tetap sipit seperti orang Cina. Bagaimana perkawinan campuran antara dua suku yang berbeda ini bisa terjadi? Simak kisahnya dalam cerita Asal Usul Orang Basap berikut ini.
Dahulu, di Tepian Batu atau Kutai Lama, Kalimantan Timur, berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan itu didirikan oleh Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti yang memerintah dari tahun 1300-1325 Masehi. Konon, sang Maharaja gemar bermain sabung ayam. Ia mempunyai seekor ayam jantan yang sakti bernama Ujung Perak Kemudi Besi. Ayam itu selalu menang dalam setiap pertarungan. Namanya pun sudah terkenal hingga ke luar negeri karena ayam jago itu telah mengalahkan ayam jago milik raja-raja dari Jawa, Brunei, dan lainnya.
Kabar tentang kesaktian Ujung Perak Kemudi Besi tersebar hingga ke Negeri Cina. Mendengar kabar tersebut, Pangeran Cina pun bermaksud untuk menjajal kesaktian ayam jago milik sang Maharaja itu. Dengan diiringi ratusan awak kapal dan pasukan, pangeran itu bertolak menuju Kutai dengan menggunakan sebuah kapal besar. Sang Pangeran juga membawa 15 ekor ayam jago miliknya yang paling unggul.
Dalam perjalanan menuju Kutai, rombongan Pangeran Cina mampir mengunjungi beberapa negeri seperti Campa, Brunei, Sumatra, dan Jawa. Di setiap negeri yang disinggahinya, sang Pangeran selalu menyempatkan diri mengadu salah satu ayam jagonya, dan ayam itu selalu menang.
�Ayam jagoku pasti akan mampu mengalahkan ayam jago milik Raja Kutai,� sang Pangeran Cina percaya diri.
Beberapa hari kemudian, rombongan Pangeran Cina akhirnya tiba di Kutai. Sang Pangeran pun langsung menghadap Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti dan mengutarakan maksud kedatangannya.
�Hamba datang dari negeri Cina. Hamba menghadap ke mari untuk mengadu ayam jago hamba dengan ayam jago milik Baginda yang terkenal sakti itu,� kata Pangeran Cina.
�Wah, Pangeran jauh-jauh dari Cina hanya untuk mengadu ayam?� tanya Maharaja Kutai dengan santai.
�Benar, Baginda. Hamba membawa 15 ayam jago hamba untuk diadu dengan ayam jago Baginda,� jawab sang Pangeran.
Maharaja Kutai Kartanegara terdiam sejenak sambil mengelus-elus jenggotnya. Semula ia ragu karena Pangeran Cina itu membawa 15 ayam jago. Tentu saja ayam jagonya akan kewalahan menghadapi semua ayam jago tersebut. Namun karena yakin dengan kesaktian Ujung Perak Kemudi Besi, ia pun menerima tantangan Pangeran Cina itu.
�Baiklah, Pangeran. Aku terima tantanganmu. Lalu, bagaimana dengan aturan dan taruhannya?� tanya Maharaja Kutai.
�Maaf, Baginda. Ayam jago hamba akan diadu dengan ayam jago Baginda setiap hari. Taruhan setiap ekor ayam hamba adalah 100 bungkal emas sebesar lutut dan sebutir berlian sebesar telur merpati,� jawab Pangeran Cina.
�Baiklah, aku setuju dengan tawaran itu. Pertarungan ini akan kita mulai besok,� ujar Maharaja Kutai Kartanegara.
Maharaja Kutai Kartanegara segera memerintahkan para prajuritnya untuk menyiapkan gelanggang sabung ayam di depan istana. Keesokan harinya, banyak rakyat Kutai dan yang datang untuk menyaksikan jalannya pertarungan itu. Para prajurit istana pun tidak mau ketinggalan ingin menonton acara yang bakal berlangsung seru itu. Maharaja Kutai sudah terlihat duduk di singgasananya dengan didampingi oleh permaisuri tercinta. Sementara itu, di sisi lain gelanggang, Pangeran Cina dengan para pengawalnya juga sudah bersiap-siap.
Setelah semua persiapan selesai, gong pun dibunyikan pertanda dimulainya pertandingan. Kedua belah pihak segera melepaskan ayam jago masing-masing ke arena. Kedua ayam jago itu pun berkokok bersahut-sahutan seraya mengambil ancang-ancang untuk saling menyerang. Suasana penonton yang semula riuh rendah tiba-tiba menjadi hening.
Sesaat kemudian, kedua ayam jago itu mulai bertarung. Ayam jago Pangeran Cina mulai menyerang dengan beringas. Namun, dengan gesit, ayam jago Maharaja Kutai berkelit menghindari serangan. Ayam jago Pangeran Cina terus menyerang bertubi-tubi. Ujung Perak Kemudi Besi milik Maharaja Kutai pun selalu bisa menghindar. Lama-kelamaan, ayam jago Pangeran Cina kehabisan tenaga. Kesempatan itu tidak disiakan-siakan oleh ayam jago Maharaja Kutai. Dengan sekali serang, ayam jago Pangeran Cina pun tewas terkena taji. Sorak-sorai penonton pun kembali bergumuruh.
�Hidup Ujung Perak Kemudi Besi! Hidup Maharaja Kutai!� demikian teriakan penonton memberi semangat.
Ayam jago Pangeran Cina yang pertama telah tewas. Pertarungan akan dilanjutkan pada esok harinya di mana Ujung Perak Besi akan menghadapi ayam jago yang kedua milik Pangeran Cina. Pertarungan pada hari kedua itu juga dimenangkan oleh ayam jago Raja Kutai. Demikian seterusnya hingga hari ke-14. Ayam jago milik Pangeran Cina pun tinggal satu yang tersisa. Selain itu, sang Pangeran juga telah kehabisan taruhan. Kini, Maharaja Kutai yang berbalik menantang pangeran dari Cina itu.
�Bagaimana Pangeran, apakah pertarungan ini akan kita lanjutkan?� tanya Maharaja Kutai.
�Iya, Baginda. Hamba akan mempertaruhkan kapal hamba dan seluruh isinya. Tapi, hamba minta Baginda juga mau mempertaruhkan kerajaan Baginda beserta isinya,� pinta Pangeran Cina.
Mendengar permintaan itu, Raja Kutai terhenyak. Rakyat pun ikut tercengang dan cemas. Maharaja Kutai masih diam. Pikirannya diselimuti perasaan bimbang. Baginya, taruhan itu terlalu besar. Tapi, jika tidak menerima tawaran itu, ia akan merasa malu. Di tengah-tengah kebimbangannya, tiba-tiba Ujung Perak Kemudi Besi berkokok dengan suara nyaring sambil mengepak-epakan kedua sayapnya. Hal itu seolah-olah memberi isyarat kepada tuannya agar menerima tawaran itu. Raja Kutai pun memahami keinginan ayam jagoannya.
�Baiklah, Pangeran. Aku terima tawaranmu,� jawab Raja Kutai dengan penuh keyakinan, �Tapi, ingat! Pangeran jangan mengingkari janji. Jika salah satu dari kita mengingkari janji, ia akan mendapat hukuman dari Sang Hyang Dewata.�
Pangeran Cina menyetujui perjanjian itu. Akhirnya, pertarungan itu pun dimulai. Ayam jago kedua belah pihak segera dilepaskan ke arena. Pertarungan kali ini semakin sengit karena ayam jago yang akan dihadapi Ujung Perak Kemudi Besi merupakan ayam paling tangguh milik Pangeran Cina. Seluruh penduduk Kutai pun semakin cemas.
Saat pertarungan dimulai, kedua ayam jago tersebut silih berganti menyerang. Pertarungan itu sudah berlangsung beberapa waktu, namun belum dapat dipastikan jago mana yang akan menang. Kesaktian keduanya masih tampak seimbang. Begitu matahari mulai tenggelam, ayam jago Pangeran Cina sudah kelelahan. Sebaliknya, ayam si Ujung Perak justru semakin tangkas. Sepakannya semakin kuat dan patukannya pun bertambah kuat. Tidak berapa kemudian, ayam jago Pangeran Cina pun tewas. Melihat hal itu, seluruh rakyat Kutai bersorak gembira meryakan kemenangan Ujung Perak Kemudi Besi.
Maharaja Kutai segera memerintahkan para prajuritnya untuk mengambil semua layar dan dayung yang ada di kapal agar Pangeran Cina dan pasukannya tidak melarikan diri. Namun, Maharaja Kutai masih berbelas kasihan
�Khusus malam ini, aku izinkan Pangeran dan seluruh prajurit Pangeran tidur di kapal itu,� ujar Raja Kutai.
�Terima kasih, Baginda,� jawab Pangeran Cina.
Pangeran Cina dan rombongannya pun kembali kapal yang sudah menjadi milik Raja Kutai. Ketika hari sudah larut, lampu-lampu di kapal itu dimatikan. Pangeran Cina dan anak buahnya bukannya beristirahat, melainkan mengadakan rapat secara diam-diam. Rupanya, mereka sedang merencanakan sisat untuk bisa melarikan diri.
�Bagaimana caranya kita melarikan diri, Pangeran? Bukankah layar dan dayung kita sudah dirampas oleh Raja Kutai?� tanya salah seorang prajurit dengan bingung.
Sejenak, Pangeran Cina terdiam. Ia pun kebingunan mencari jalan keluar. Di tengah kebimbangan itu, tiba-tiba juru masak angkat bicara.
�Maaf, Pangeran. Bolehkah hamba usul?� pinta juru masak itu.
�Apakah itu? Cepat katakan!� desak sang Pangeran.
�Bukankah kita masih mempunyai layar yang sudah robek di gudang? Bagaimana kalau layar itu kita jahit saja?� usul juru masak.
Sang Pangeran pun langsung menerima usulan itu. Ia kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk menjahit layar itu di sebuah bukit. Ia juga memerintahkan prajuritnya untuk membuat sejumlah dayung di bukit tersebut. Keesokan harinya, mereka pun selesai menjahit bagian layar yang robek. Konon, bukit itu kemudian dinamakan Gunung jahitan Layar. Demikian pula dayung yang mereka buat juga sudah selesai.
Pada malam harinya, Pangeran Cina pun bertolak meninggalkan pelabuhan Kutai dengan kapal itu. Prajurit Maharaja Kutai yang mengetahui hal itu segera melapor.
�Ampun, Baginda. Pangeran Cina mengkhianati kita. Ia bersama pasukannya membawa dengan kapal,� lapor salah seorang prajurit, �Kita harus segera mengejarnya sebelum mereka pergi jauh.�
�Kalian tidak perlu mengejarnya. Pangeran itu telah mengingkari janjinya. Lihat saja nanti, mereka akan mendapat musibah di tengah laut,� ujar Maharaja Kutai.
Usai berkata demikian, Raja Kutai Kartanegara kemudian berucap sumpah.
�Keringlah laut yang mengelilingi wangkang! Biarlah seumur rombongan Pangeran Cina berada di tempat itu!�
Sementara itu, rombongan Pangeran Cina telah memasuki Teluk Sankulirang. Tanpa diduga, tiba-tiba angin puting beliung datang mendekat ke arah kapal yang mereka tumpangi. Air laut yang ada di sekitarnya pun tersedot ke atas. Pangeran Cina dan prajuritnya pun mulai panik. Mereka segera menurungkan jangkar agar tidak ikut tersedot oleh pusaran angin puting beliung. Hingga saat ini, tempat anak buah Pangeran Cina menurungkan jangkar itu diberi nama Kampung Jangkar.
Angin puting beliung terus menyedot air laut hingga laut menjadi kering. Rombongan Pangeran Cina pun segera turun dari kapal. Selang beberapa saat kemudian, kapal itu tiba-tiba berubah menjadi batu.
Menurut cerita, Pangeran Cina dan prajuritnya tinggal di sekitar tempat itu. Mereka kemudian berbaur dengan penduduk setempat, yakni orang-orang suku Dayak Punan hingga terjadi perkawinan. Keturunan orang-orang Cina dan suku Dayak Punan itu kemudian dikenal sebagai Orang Basap.
* * *
Demikian cerita Asal Usul Orang Basap dari Kalimantan Timur. Pesan moral yang dapat kita petik dari cerita di atas adalah bahwa orang yang suka mengingkari janji seperti Pangeran Cina akan mendapat balasan yang setimpal.
Baca selengkapnya